CERITA INI HANYA UNTUK DINIKMATI
DON'T COPY MY STORY!!
Jangan lupa untuk follow akun wattpad author untuk dapat info update.
Konten promosi tersedia di instagram [hryntibooks_] dan tiktok [astihr_] 🥰
Take Back What's Mine [2]
ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ♡ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ
“Ceraikan suamimu. Menikahlah denganku.”
Udara di antara mereka seketika membeku. Deburan ombak yang sebelumnya terasa menenangkan kini terdengar semakin nyaring, mengisi keheningan yang menggantung berat di udara.
Ainsley terdiam, napasnya tertahan. Tatapannya terpaku pada Marvel, mencari tanda-tanda bahwa ini hanyalah gurauan, sekadar lelucon di antara dua teman lama. Namun, yang ia temukan hanyalah kesungguhan.
Ia tertawa kecil, mencoba mencairkan suasana yang tiba-tiba terasa terlalu serius. “Kau jangan bercanda seperti itu, Marvel.”
Namun, tawanya dengan cepat meredup saat menyadari bahwa Marvel tidak ikut tersenyum. Pria itu tetap berdiri tegak, sorot matanya dipenuhi keteguhan yang tak tergoyahkan.
Perlahan, Marvel melangkah mendekat, mendominasi ruang di antara mereka. Senja yang meredup membingkai siluetnya, menambah kesan bahwa kata-katanya bukanlah sekadar impuls sesaat.
“Aku tidak bercanda,” ujarnya, suaranya rendah, namun setiap kata yang diucapkannya begitu jelas dan penuh keyakinan. “Menikahlah denganku, Ainsley. Aku bisa membuatmu bahagia. Aku bisa memberimu hidup yang pantas kau dapatkan.”
Ainsley menatapnya, jantungnya berdebar begitu kencang hingga ia bisa merasakannya di tenggorokannya. Sebuah bagian dalam dirinya ingin mempercayai kata-kata itu, ingin menyerahkan dirinya pada kemungkinan bahwa ada seseorang yang masih ingin memperjuangkannya.
Tapi, seberapa mudahkah ia bisa melangkah keluar dari kehancurannya dan menerima tangan yang terulur di hadapannya?
“Tidak... Marvel, aku—”
Ainsley terhenti ketika jemari Marvel menyentuh tangannya, menggenggamnya dengan lembut, seolah ia adalah sesuatu yang berharga—sesuatu yang tidak seharusnya dibiarkan jatuh dan hancur.
Sentuhannya hangat, berbeda dari segala dingin yang selama ini menyelimuti hidupnya bersama Galen.
Marvel semakin mendekat, jarak di antara mereka menghilang, matanya menatap dalam ke iris hijau Ainsley yang kini mulai berkaca-kaca.
“Apakah kau ingin terus hidup bersama pria itu?” bisik Marvel, suaranya serak oleh emosi yang tertahan. Jemarinya menggenggam tangan Ainsley lebih erat, seakan takut ia akan terlepas begitu saja.
“Kau berharga, Ainsley,” lanjutnya, nadanya lebih lembut, nyaris seperti doa. “Kau pantas dicintai, dihargai. Tidak seharusnya kau menghabiskan hidupmu dengan seseorang yang bahkan tidak melihatmu sebagai istri.”
Ainsley mendongak, dan di bawah sinar senja yang keemasan, tatapan mereka bertemu—sebuah pertemuan yang berbicara lebih banyak daripada seribu kata.
Di sana, di dalam mata Marvel, tidak ada kebohongan. Tidak ada paksaan. Hanya ketulusan yang begitu nyata hingga nyaris menyakitkan.
“Sumpah demi Tuhan,” Marvel melanjutkan, suaranya bergetar dengan perasaan yang tak lagi bisa ia sembunyikan. “Hatiku sakit setiap kali mendengar bagaimana dia memperlakukanmu.”
Ia menelan ludah, menarik napas dalam-dalam, sebelum akhirnya berbisik, “Aku tak bisa membiarkanmu hidup seperti ini, Ainsley. Jika kau bersamaku… aku bisa membuatmu bahagia. Aku bisa memberikanmu dunia yang lebih baik.”
KAMU SEDANG MEMBACA
FADED DESIRE
Roman d'amour[SUDAH TERBIT - PART MASIH LENGKAP] [BARNABY SERIES I] Ketika cinta lama bertemu dengan dendam, segalanya berubah menjadi permainan yang memabukkan. Galen Barnaby, pengusaha kaya dan berkuasa, tak pernah menyangka akan menemukan Ainsley, mantan keka...
