CERITA INI HANYA UNTUK DINIKMATI
DON'T COPY MY STORY!!
Jangan lupa untuk follow akun wattpad author untuk dapat info update.
Konten promosi tersedia di instagram [astihrbooks_] dan tiktok [astihr_] 🥰
The Path Back [2]
ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ♡ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ
Kimberly tahu ada yang berubah.
Sejak pagi, Galen terus saja mencuri fokus pada ponselnya, sesuatu yang jarang ia lakukan di kantor. Setiap beberapa menit sekali, pria itu mengetik pesan dengan ekspresi yang sulit dijelaskan.
Ada senyum samar di sudut bibirnya, tatapan yang lebih hangat, seolah dunianya kini berputar di sekitar seseorang yang sedang ia hubungi.
Kimberly tidak perlu menebak. Ia tahu pasti kepada siapa senyum itu ditujukan.
Dengan langkah anggun, ia meletakkan secangkir kopi di meja Galen, kemudian menatapnya dengan sorot mata yang sulit ditebak.
“Apa kau makan siang bersama?” tanyanya, nada suaranya terdengar ringan, tetapi mengandung sesuatu yang lebih dalam.
Galen mengangkat kepalanya dari ponsel, menatap Kimberly sejenak sebelum menjawab santai, “Tidak perlu. Hari ini aku membawa bekal dari rumah.”
Kimberly menyilangkan tangan di dadanya, ekspresinya sedikit mengeras. “Bekal dari istrimu?” tanyanya tajam.
Galen tidak menjawab langsung. Ia hanya menatap sekilas, lalu kembali fokus pada layar ponselnya. Entah mengapa, diamnya justru lebih menyakitkan bagi Kimberly dibandingkan jawaban apa pun yang bisa ia berikan.
Sebuah keheningan melayang di antara mereka, sebelum akhirnya Kimberly bersuara lagi.
“Aku ingin bicara denganmu.”
Nada suaranya kali ini berbeda. Lebih serius. Lebih pribadi.
Galen akhirnya menatapnya lagi, namun kali ini dengan ekspresi datar. “Sedari tadi kita bicara.”
Kimberly menarik napas, berusaha menahan emosinya. “Aku tidak ingin bicara sebagai bawahanmu, Galen.”
Ia mencondongkan tubuhnya sedikit ke depan, menatap pria itu lekat-lekat, berusaha mencari sesuatu di dalam mata kelamnya yang dulu selalu penuh gairah saat menatapnya.
“Aku ingin bicara seperti dulu. Seperti kau dan aku… seperti kita saat masih menghabiskan waktu bersama.”
Kali ini, Galen tidak langsung menjawab.
Ada ketegangan di udara, sesuatu yang belum terselesaikan di antara mereka. Namun yang paling menyakitkan bagi Kimberly adalah kenyataan bahwa pria di hadapannya sudah berubah.
Dan mungkin, ia tidak akan pernah bisa mendapatkannya kembali.
“Apa secara tak langsung kau ingin mengatakan bahwa kau akan mencampakkanku? Setelah semuanya? Kau serius?”
Nada suara Kimberly bergetar, tapi bukan karena sedih. Ada kemarahan, kekecewaan, dan mungkin—sedikit putus asa yang berusaha ia sembunyikan.
“Kimberly…” Galen menarik napas panjang, mencoba mencari kata-kata yang tepat, namun wanita di depannya tak memberinya kesempatan.
“Kau tahu aku pria yang sudah menikah—"
“Lalu?” Kimberly memotong cepat, matanya menatap Galen dengan tajam. “Sejak kapan itu menjadi masalah? Kau tak pernah membahasnya sebelumnya. Bukankah kau sendiri yang bilang, bagimu Ainsley tak lebih dari sekadar propertimu?”
KAMU SEDANG MEMBACA
FADED DESIRE
Romansa[SUDAH TERBIT - PART MASIH LENGKAP] [BARNABY SERIES I] Ketika cinta lama bertemu dengan dendam, segalanya berubah menjadi permainan yang memabukkan. Galen Barnaby, pengusaha kaya dan berkuasa, tak pernah menyangka akan menemukan Ainsley, mantan keka...
