CERITA INI HANYA UNTUK DINIKMATI
DON'T COPY MY STORY!!
Jangan lupa untuk follow akun wattpad author untuk dapat info update.
Konten promosi tersedia di instagram [hryntibooks_] dan tiktok [astihr_] 🥰
Little Hope [1]
ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ♡ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ
"Kapan terakhir kali kau menstruasi?"
Suara dokter yang terdengar tenang itu bagai petir yang menyambar telinga Ainsley.
Tangannya mencengkeram sudut meja, tubuhnya mendadak terasa lebih dingin dari sebelumnya. Di ruangan kecil klinik kesehatan itu, suara detak jam di dinding terdengar begitu jelas, seakan ikut menegaskan waktu yang terus berjalan.
"Itu..." Ainsley membuka mulut, tapi suaranya tersangkut di tenggorokan.
Ia tahu persis apa yang ingin dokter itu katakan. Dan lebih dari itu-ia tahu apa yang mungkin terjadi.
Perlahan, pikirannya memutar ulang ingatan beberapa minggu ke belakang. Kesibukan, stres, peristiwa di apartemen Marvel... dan fakta bahwa ia tak mengingat apa pun setelah kehilangan kesadaran.
Tangannya mengepal di atas pangkuan. Tidak... ini tidak mungkin.
Dokter wanita itu menatapnya sejenak, seakan memahami keterkejutan yang melintas di wajah Ainsley. Tanpa berkata banyak, ia menarik laci meja dan mengeluarkan sebuah benda kecil dari dalamnya.
Sebuah alat tes kehamilan.
Ainsley menatap benda itu tanpa berkedip.
"Silakan," ucap sang dokter, sambil mengangguk ke arah pintu di sudut ruangan. "Toiletnya ada di sebelah sana."
Ainsley tetap diam di tempatnya. Lututnya terasa lemas.
Jika ia benar-benar hamil... siapa ayahnya?
Meski hatinya dipenuhi keraguan, Ainsley tetap meraih alat tes kehamilan itu. Langkahnya menuju kamar mandi terasa berat, seolah ada beban tak terlihat yang menekan dadanya. Setiap detik terasa begitu lambat, dan di kepalanya, hanya ada satu pertanyaan yang terus berputar:
"Bagaimana jika hasilnya positif?"
Ia menggigit bibirnya, berusaha menenangkan detak jantung yang berpacu tak terkendali. Namun, tidak peduli seberapa keras ia mencoba menyangkal kemungkinan itu, kenyataan tetap menunggunya di ujung jalan.
Dan benar saja-takdir tidak berpihak padanya.
Ketika Ainsley meletakkan alat tes di atas meja, tangannya bergetar hebat. Dua garis merah tertera begitu jelas di sana, tak memberi ruang untuk keraguan.
Napasnya tercekat.
Dokter wanita itu mengambil alat tersebut, menatapnya sesaat, lalu tersenyum lembut sebelum berkata dengan suara tenang.
"Mulai sekarang, datanglah ke klinik kandungan secara rutin."
Ainsley tak bisa berkata apa-apa. Kata-kata dokter itu terasa begitu jauh, seolah berasal dari dunia lain.
Ia hamil.
Pikirannya segera tertuju pada satu sosok-Galen.
KAMU SEDANG MEMBACA
FADED DESIRE
Romance[SUDAH TERBIT - PART MASIH LENGKAP] [BARNABY SERIES I] Ketika cinta lama bertemu dengan dendam, segalanya berubah menjadi permainan yang memabukkan. Galen Barnaby, pengusaha kaya dan berkuasa, tak pernah menyangka akan menemukan Ainsley, mantan keka...
