CERITA INI HANYA UNTUK DINIKMATI
DON'T COPY MY STORY!!
Jangan lupa untuk follow akun wattpad author untuk dapat info update.
Konten promosi tersedia di instagram [hryntibooks_] dan tiktok [astihr_] 🥰
Take Back What's Mine [3]
ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ♡ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ
“Kau milikku,” desisnya, suaranya berat pun penuh ancaman. “Aku tidak peduli siapa pun yang mencoba mengambilmu dariku.”
Dengan itu, ia kembali mencium Ainsley. Mencoba menanamkan perasaannya yang telah berubah menjadi obsesi, di tengah kamar yang kini terasa lebih seperti medan perang daripada tempat peristirahatan.
“Sudah aku bilang, kan?” desis Galen, suaranya rendah dan berbahaya, tepat di depan bibir Ainsley yang masih bergetar. Matanya menelusuri wajah wanita itu dengan intensitas yang membakar.
“Segala hal yang ada pada dirimu adalah milikku.”
Ibu jarinya bergerak, perlahan mengusap bibir Ainsley yang basah—merah dan sedikit terluka akibat ciumannya yang kasar barusan. Sentuhannya bertolak belakang dengan nada suaranya yang penuh amarah.
“Termasuk bibir ini.”
Napasnya masih memburu, panas dan dekat. “Beraninya kau memberikan milikku kepada pria lain?”
Ainsley menatapnya tajam, dadanya naik turun, bukan karena ketakutan, tetapi karena kemarahan yang membara di dalam dirinya.
“Tidak ada satu pun pria yang menyentuhku selain dirimu,” balasnya, suaranya penuh ketegasan.
Galen menyeringai sinis, sudut bibirnya terangkat meskipun matanya tetap gelap. “Kau pikir aku tidak melihatmu? Di pantai. Bersama si Marvel sialan itu?”
Ainsley membeku sesaat. Jadi, Galen melihatnya. Menyaksikannya bersama Marvel. Namun, jika memang dia melihat, maka dia juga seharusnya tahu—tidak ada yang terjadi di antara mereka. Ainsley menolak lamaran Marvel. Menolak ciumannya.
Perlahan, tangannya terangkat, jemari halusnya menyentuh rahang tegas Galen yang begitu tegang. Sebuah sentuhan ringan yang terasa seperti aliran listrik bagi pria itu.
“Itu tidak terjadi,” bisiknya pelan, suara selembut angin yang berhembus di antara mereka. Matanya menatap dalam ke mata Galen yang penuh bara. “Tidak ada yang menyentuhku selain dirimu.”
Emosi di wajah Galen mulai goyah. Matanya, yang semula penuh dengan kemarahan dan kecurigaan, perlahan melembut. Bukan hanya karena kata-kata Ainsley, tetapi juga karena sentuhan wanita itu—sentuhan yang begitu tulus, begitu nyata.
Untuk pertama kalinya, ia merasa seolah seluruh amarahnya yang berkobar mulai mereda. Dan itu semua karena wanita yang ada di hadapannya.
Telapak tangan Ainsley masih bergerak, jemarinya mengusap lembut pipi Galen, mencoba meredakan bara yang masih tersisa dalam tatapannya.
“Tenangkan dirimu,” bisiknya, suaranya begitu lembut, hampir seperti belaian di tengah badai yang baru saja reda.
Mata Galen yang semula penuh kemarahan kini perlahan melembut, sorot tajamnya meredup seiring tubuhnya merosot ke bawah, lututnya menyentuh lantai di hadapan Ainsley. Lalu, tanpa peringatan, ia melingkarkan kedua lengannya di pinggang wanita itu, memeluknya erat—seolah takut Ainsley akan menghilang jika ia melepaskan genggamannya.
“Aku pikir kau akan meninggalkanku lagi,” lirihnya, suaranya bergetar, hampir tak terdengar di antara keheningan kamar mereka. “Aku pikir kau akan memilihnya lagi dan pergi jauh dariku.”
KAMU SEDANG MEMBACA
FADED DESIRE
Romantizm[SUDAH TERBIT - PART MASIH LENGKAP] [BARNABY SERIES I] Ketika cinta lama bertemu dengan dendam, segalanya berubah menjadi permainan yang memabukkan. Galen Barnaby, pengusaha kaya dan berkuasa, tak pernah menyangka akan menemukan Ainsley, mantan keka...
