CERITA INI HANYA UNTUK DINIKMATI
DON'T COPY MY STORY!!
Jangan lupa untuk follow akun wattpad author untuk dapat info update.
Konten promosi tersedia di instagram [hryntibooks_] dan tiktok [astihr_] 🥰
After 8 Years (4)
ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ♡ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ
“Kau benar-benar…” Ainsley terhenti di tengah kalimatnya, suaranya tercekat di tenggorokan. Ia mendesah pelan, mencoba membuang pandangan ke arah lain, tapi tak sanggup menghindari aura dingin yang memancar dari pria di hadapannya.
“Uang yang aku keluarkan untukmu itu cukup besar, Ainsley,” ujar Galen, suaranya datar namun penuh tekanan. “Rugi rasanya kalau aku tak mendapat imbalan apa pun, bukan?”
Ainsley mengangkat wajahnya, menatap Galen dengan sorot mata yang berusaha tegar meski ia tahu usahanya sia-sia. “Aku tak pernah memintamu untuk itu.”
Galen tertawa kecil, suara rendah yang penuh ejekan. “Tapi matamu berkata sebaliknya,” balasnya. “Sorot mata yang memohon pertolongan... yang tampak begitu putus asa. Kau pikir aku tidak bisa membaca itu? Memangnya kau lebih memilih dibeli oleh pria tua tadi?”
Ainsley membisu. Matanya yang bergetar bertemu dengan pandangan Galen yang tajam. Kata-katanya benar—jika bukan Galen yang membelinya, ia mungkin sudah berada dalam pelukan Lekon, pria tua yang hanya melihatnya sebagai barang yang bisa dimanfaatkan. Namun, apa yang ada di depannya sekarang tidak jauh lebih baik.
Galen melangkah mendekat, perlahan namun pasti, seperti singa yang mengintai mangsanya. Ia melepaskan kancing atas kemejanya, menunjukkan leher jenjangnya yang kokoh. Tatapannya tetap terpaku pada Ainsley, membuat wanita itu merasa terpojok.
Satu lutut Galen naik ke atas kasur, merapatkan jarak di antara mereka. Tangannya terulur, menyentuh tengkuk Ainsley dengan sentuhan yang terasa dingin namun membakar. Napasnya yang hangat terasa di wajahnya, membuat Ainsley menegang seketika.
“Mari kita mulai,” ucap Galen, menyeringai tipis.
Ainsley merasa tubuhnya membeku. Hatinya berteriak, ingin melawan, ingin berteriak bahwa dirinya lebih dari sekadar barang yang bisa dipermainkan. Namun, lidahnya terasa kelu, tubuhnya tak mau menurut.
Di hadapannya, pria yang dulu begitu ia cintai kini berubah menjadi sosok yang paling ia takuti—seseorang yang memegang kendali penuh atas hidupnya.
“Galen… tolong,” bisiknya lemah, hampir tak terdengar.
Galen menatapnya dengan intensitas yang membakar, tetapi di balik semua itu, ada kilatan emosi yang tidak bisa ia sembunyikan—amarah, kebencian, dan... sesuatu yang lain.
“Tidak ada ‘tolong,’ Ainsley,” ujarnya dingin. “Kau membuat pilihanmu sejak awal dan sekarang, kau harus menanggung akibatnya.”
Ketegangan di udara terasa begitu pekat, seakan ruang itu hanya diisi oleh rasa sakit, dendam, dan kepedihan yang mereka bawa dari masa lalu.
Galen semakin mendekat, cengkeraman tangannya pada bahu Ainsley kian kuat hingga wanita itu tak mampu mengelak lagi.
Dengan tekanan yang seolah tak terbantahkan, ia mendorong tubuh Ainsley perlahan ke kasur. Mata kecokelatan pria itu dipenuhi amarah yang membara, sementara napas Ainsley mulai tercekat, rasa takut menguasainya.
KAMU SEDANG MEMBACA
FADED DESIRE
Romance[SUDAH TERBIT - PART MASIH LENGKAP] [BARNABY SERIES I] Ketika cinta lama bertemu dengan dendam, segalanya berubah menjadi permainan yang memabukkan. Galen Barnaby, pengusaha kaya dan berkuasa, tak pernah menyangka akan menemukan Ainsley, mantan keka...
