CERITA INI HANYA UNTUK DINIKMATI
DON'T COPY MY STORY!!
Jangan lupa untuk follow akun wattpad author untuk dapat info update.
Konten promosi tersedia di instagram [hryntibooks_] dan tiktok [astihr_] 🥰
New Life, New Pain (1)
ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ♡ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ
Chicago, Illinois, USA.
Rumah itu berdiri megah di tengah gemerlap kota, dengan arsitektur modern yang memancarkan kemewahan tak tertandingi. Setiap sudutnya terasa seperti museum seni, penuh dengan keindahan dan kemewahan, namun terasa dingin, seperti pemiliknya.
Bagi Ainsley, keindahan rumah itu hanya mempertegas jurang yang kini memisahkannya dari kehidupan sederhana yang dulu ia jalani bersama ibunya.
Sudah dua hari berlalu sejak ia resmi menjadi penghuni rumah ini, menjadi istri dari pria yang tak pernah ia duga akan kembali hadir dalam hidupnya.
Di dalam kamar yang luas, hampir sebesar apartemen kecil, Ainsley duduk diam di atas kasur empuk bersprei putih. Pandangannya mengarah pada televisi besar yang terpasang di dinding, namun pikirannya melayang jauh—ke tempat di mana ibunya berada.
Malam semakin larut, dan rasa gundah semakin menusuk. Meskipun ia tahu ibunya dirawat di tempat terbaik dengan fasilitas mewah dan perhatian profesional, rasa bersalah terus menggerogoti hati Ainsley. Bagaimana mungkin ia merasa tenang di sini, sementara ibunya berjuang sendiri di ujung usianya?
Lamunannya terhenti ketika suara pintu yang terbuka menggaung di kamar itu. Ainsley menoleh cepat, dan di sanalah Galen berdiri. Jas hitamnya sedikit kusut, dasi di lehernya tergantung longgar, memberi kesan pria itu baru saja melewati hari yang melelahkan.
Ainsley segera menarik selimut, membungkus tubuhnya seperti benteng pelindung, berharap pria itu akan mengabaikannya. Namun, harapan itu pupus saat langkah kaki Galen mendekat, dan suara beratnya memecah keheningan.
“Aku dengar kau tidak menyentuh makananmu lagi,” kata Galen, nada suaranya tegas namun dingin, seperti seorang atasan yang menegur karyawan.
Ia berhenti di ujung ranjang, memandang ke arah gundukan selimut tempat Ainsley bersembunyi. “Sampai kapan kau akan bertingkah seperti anak kecil, Ainsley?”
Ainsley menggigit bibirnya, menahan amarah sekaligus air mata. Ia tahu ia tak punya pilihan, tahu ia tak bisa melawan. Tapi tiap kata Galen terasa seperti cambukan, mengingatkannya bahwa ia hanyalah tawanan di dalam pernikahan ini—sebuah permainan kekuasaan yang tak pernah ia pilih untuk ikut serta.
Galen menghela napas panjang sambil memijat pelipisnya. Sejak Ainsley menginjakkan kaki di rumah ini, ia berubah menjadi sosok yang bahkan enggan berinteraksi dengannya.
Sikap dinginnya semakin mengakar, membuat Galen bertanya-tanya, apakah ini bentuk perlawanan atau sekadar cara Ainsley menunjukkan rasa bencinya?
Setelah melepas jas dan menggulung lengan kemejanya, Galen melangkah keluar kamar dengan langkah yang tenang tapi berat. Hawa malam yang menyelimuti rumah itu terasa sunyi, seolah ikut menyuarakan jarak di antara mereka berdua. Ia menuruni tangga dengan santai, menuju dapur yang sudah hampir kosong kecuali satu sosok yang ia cari.
KAMU SEDANG MEMBACA
FADED DESIRE
Romance[SUDAH TERBIT - PART MASIH LENGKAP] [BARNABY SERIES I] Ketika cinta lama bertemu dengan dendam, segalanya berubah menjadi permainan yang memabukkan. Galen Barnaby, pengusaha kaya dan berkuasa, tak pernah menyangka akan menemukan Ainsley, mantan keka...
