Chapter 32

25.3K 816 35
                                        

CERITA INI HANYA UNTUK DINIKMATI
DON'T COPY MY STORY!!

Jangan lupa untuk follow akun wattpad author untuk dapat info update.
Konten promosi tersedia di instagram [hryntibooks_] dan tiktok [astihr_] 🥰

Echoes Of Memories [1]

ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ♡ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ

"Kau hanya akan terus bersembunyi, memandanginya dari kejauhan? Membiarkan suamimu, bersama selingkuhannya?"

Suara Marvel terdengar tajam, menusuk ke dalam kepala Ainsley yang sejak tadi hanya diam. Tatapannya masih terpaku pada sosok di balik kaca jendela restoran-Galen, duduk di sana bersama Kimberly.

Sejak pagi tadi, tubuh Ainsley terasa lelah. Perutnya terus nyeri, seolah memberi isyarat akan sesuatu yang buruk. Karena itulah, siang ini ia memutuskan untuk memeriksakan kandungannya. Awalnya, ia ingin pergi sendiri. Namun, tak ada yang menyangka jika Marvel tiba-tiba muncul dan menjemputnya di rumah sakit.

Mereka berencana makan siang bersama, mencoba menenangkan diri sejenak. Namun, takdir seolah enggan memberi Ainsley kesempatan untuk bernapas. Baru saja mobil hitam Marvel terparkir, dunianya kembali dihantam kenyataan pahit.

Di sana, di salah satu sudut dekat jendela, Galen duduk berhadapan dengan Kimberly. Mereka tertawa, berbagi cerita, menikmati makan siang tanpa sedikit pun beban. Tanpa sedikit pun mengingat keberadaannya.

"Aku... tak pernah melihatnya tersenyum selebar itu," gumam Ainsley, hampir tanpa suara. Matanya tak bisa lepas dari sosok pria yang dulu memberinya dunia, tapi kini hanya memberinya luka.

Marvel menghela napas panjang. Matanya yang tajam masih menatap pemandangan di depannya dengan ekspresi dingin. Lalu, dengan nada yang tak terbantahkan, ia berkata.

"Ceraikan suamimu."

Ainsley tersentak. Ia menoleh, menatap sisi wajah Marvel yang mengeras. Pria itu tak sekadar berbicara-ia menuntut.

"Itu bukan suatu hal yang mudah."
Marvel mendengus, jemarinya mengetuk setir dengan gelisah sebelum akhirnya menoleh langsung ke arahnya.

"Jangan jadi wanita bodoh, Ainsley."
Kali ini, suaranya lebih tajam.

"Kau masih mencintai pria yang memperlakukanmu seperti ini? Kau melihatnya selingkuh dengan mata kepalamu sendiri, dan kau masih bisa mengatakan kau mencintainya? Di mana akal sehatmu?"

Ainsley terdiam. Tenggorokannya terasa kering, dadanya sesak. Ia ingin menjawab, ingin membela perasaannya, tapi tidak ada kata yang sanggup keluar.

Karena untuk pertama kalinya... ia mulai bertanya pada dirinya sendiri- Apakah ia memang sedang memperjuangkan cinta? Atau justru sedang menghancurkan dirinya perlahan-lahan?

"Antarkan aku pulang," gumam Ainsley lirih, suaranya hampir tenggelam dalam hiruk-pikuk kota. Ia memalingkan wajah, menyembunyikan tatapan yang mulai meredup.

Marvel menunduk, menghela napas panjang, mencoba meredam gejolak yang menggelegak di dadanya.

Sumpah, jika ini bukan Ainsley, ia tak akan menahan diri. Ia akan melontarkan kata-kata yang cukup tajam untuk menghancurkan siapa pun yang berdiri di hadapannya.

FADED DESIRE Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang