Chapter 5

41.3K 1.6K 31
                                        

CERITA INI HANYA UNTUK DINIKMATI
DON'T COPY MY STORY!!

Jangan lupa untuk follow akun wattpad author untuk dapat info update.
Konten promosi tersedia di instagram [hryntibooks_] dan tiktok [astihr_] 🥰

After 8 Years (2)

ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ♡ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ

Ainsley,” gumamnya pelan, hampir seperti bisikan.

Pandangan mereka terkunci dalam keheningan yang mematikan. Mata hijau milik Ainsley, yang dulu memancarkan keceriaan, kini tampak redup—namun tetap mampu menyihir Galen. Ia teringat wanita itu delapan tahun lalu, saat dunia mereka belum dipenuhi ambisi dan luka. Saat cinta terasa sederhana, tanpa embel-embel status atau uang.

Kenapa? Pertanyaan itu terus bergema di kepalanya. Kenapa wanita yang dulu menjadi dunianya bisa ada di tempat seperti ini?

“Berapa harga untuk gadis itu, Noey?” Suara Lekon memecah keheningan, diiringi kepulan asap cerutu yang memenuhi udara. Nada suaranya terdengar santai, namun penuh dengan keserakahan.

Madam Noey tersenyum tipis, hendak menjawab pertanyaan Lekon, tapi suara Galen yang tegas memotong lebih dulu. “Berikan wanita itu padaku. Aku akan membayar berapa pun yang kau mau.”

Kata-kata itu membuat seluruh ruangan sejenak terdiam. Semua mata kini tertuju pada Galen, termasuk Ainsley, yang memandangnya dengan tatapan bercampur syok dan kebingungan. Namun, di balik wajahnya yang berusaha tetap tenang, hati Ainsley berdebar kencang.

Madam Noey menaikkan alisnya, senyum licik muncul di sudut bibirnya. “Oh, ini menarik,” gumamnya sambil melirik bergantian ke arah Lekon dan Galen. Sejenak, ia menahan tawanya, menikmati situasi yang tampaknya akan berujung menguntungkan baginya.

“Haruskah aku melelang gadis cantik ini?” ucap Madam Noey akhirnya, suaranya terdengar jenaka namun penuh perhitungan. Ia berjalan mendekati Ainsley, tangannya terulur lembut namun terasa seperti belenggu saat menyentuh dagu wanita itu. “Astaga, Ainsley, aku tidak menyangka kau bisa jadi jimat keberuntunganku malam ini.”

Ainsley tetap diam, tapi ia bisa merasakan tatapan Galen yang membara menembus kulitnya. Lekon hanya terkekeh, seolah menikmati drama yang terjadi. Sementara itu, Galen mengepalkan tangan, otot rahangnya menegang saat matanya tak lepas dari Ainsley.

“Aku tidak sedang bermain-main,” suara Galen terdengar dingin, menusuk, membawa suasana ruangan menjadi semakin tegang. “Aku akan membayar dua kali lipat dari tawaran siapa pun. Jadi, katakan harganya.”

Madam Noey tersenyum puas, langkahnya mundur perlahan sambil menatap Galen dengan tatapan penuh kemenangan. “Baiklah, Tuan Barnaby,” ucapnya sambil menepuk tangan sekali. “Kau tahu aturan di sini. Jika kau serius, bawa uangmu ke meja.”

Namun, sebelum Madam Noey melangkah lebih jauh, suara Ainsley yang kecil namun tegas memecah ketegangan. “Aku bukan barang.” Suaranya gemetar, tapi keberanian di matanya perlahan kembali muncul.

Madam Noey hanya terkekeh sinis, sementara Galen mendadak membeku mendengar pernyataan itu.

Namun, jauh di dalam dirinya, ia tahu Ainsley sedang menahan diri untuk tidak hancur di depan semua orang.
Di sisi lain, satu hal pasti: Galen tidak akan membiarkan siapa pun menyentuhnya lagi. Tidak malam ini, tidak selamanya.

FADED DESIRE Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang