Chapter 14

30.1K 1.2K 22
                                        

CERITA INI HANYA UNTUK DINIKMATI
DON'T COPY MY STORY!!

Jangan lupa untuk follow akun wattpad author untuk dapat info update.
Konten promosi tersedia di instagram [hryntibooks_] dan tiktok [astihr_] 🥰

New Life, New Pain (4)

ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ♡ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ

Galen keluar lebih dulu, lalu berjalan ke sisi penumpang. Dengan gerakan yang tampak begitu alami, meski hanya sekadar sandiwara. Ia membukakan pintu untuk Ainsley, bahkan mengulurkan tangan untuk membantunya turun.

Ainsley menerima uluran itu dengan ragu, tapi tetap menggenggamnya. Tidak sampai di situ, saat mereka melangkah masuk ke dalam lobi megah, tangan Ainsley perlahan melingkar di lengan berotot Galen. Sebuah sentuhan yang bagi orang lain tampak mesra-namun bagi mereka, hanya sekadar formalitas belaka.
Galen mencondongkan tubuhnya sedikit, membisikkan sesuatu di telinga Ainsley.

"Ini acara ulang tahun pernikahan temanku," suaranya rendah, hampir tak terdengar. "Bersikaplah normal. Jangan terlalu banyak bicara dengan orang-orang, dan pastikan kau tidak membuat kegaduhan."

Ainsley tetap menatap lurus ke depan, senyum tipis terukir di bibirnya.

Mereka tampak seperti pasangan sempurna.
Tapi hanya mereka yang tahu bahwa ini hanyalah kepalsuan.

Ballroom megah terbentang luas di hadapan mereka saat pintu lift terbuka, memancarkan kemewahan yang begitu khas. Langit-langit tinggi berhiaskan lampu kristal berkilauan, sementara alunan musik klasik mengalun lembut, berpadu dengan gelak tawa serta percakapan orang-orang yang mengenakan pakaian mahal pun gaun elegan.

Ainsley bisa merasakan tatapan puluhan pasang mata tertuju padanya seiring langkahnya memasuki ruangan.

Bagaimana tidak? Kedatangan Mr. dan Mrs. Barnaby sudah pasti menjadi pusat perhatian. Bisikan-bisikan samar mulai terdengar di antara para tamu, beberapa penuh rasa ingin tahu, sementara yang lain dipenuhi opini tersembunyi tentang dirinya.

Galen, dengan sikap percaya diri-menyapa beberapa orang yang dilewatinya. Ia tersenyum, menjabat tangan, sesekali bertukar pandang dan kata-kata singkat yang hanya bisa dimengerti oleh mereka yang terbiasa hidup di lingkaran elite ini.

Sementara Ainsley?

Ia hanya bisa mengikuti langkah suaminya, membiarkan dirinya terbawa dalam permainan sosial yang tak pernah benar-benar ia pahami. Senyum tipis ia paksakan di wajahnya, sesekali mengangguk kecil saat seseorang menatapnya, meskipun hatinya terasa kosong.

Di samping Galen Barnaby, ia hanya seperti aksesori mahal-dipamerkan, tetapi tidak benar-benar dianggap berarti.

"Selamat, Bung!" Galen melangkah maju dengan percaya diri, menjabat tangan David Guidre sebelum menariknya ke dalam pelukan jantan yang disertai tepukan di punggung.

David tertawa kecil, membalas dengan nada berseloroh. "Terima kasih sudah datang. Kupikir pasangan baru seperti kalian sedang sibuk menikmati masa-masa panasnya."

Galen ikut tertawa, suara beratnya terdengar begitu santai, seolah benar-benar menikmati percakapan ini. Jika dilihat dari caranya berinteraksi, ia tampak seperti pria matang yang penuh karisma-seorang pria yang sudah mapan, dengan segala kepercayaan diri yang datang dari status dan kekayaannya.

"Oh, ini istriku, Ainsley." Dengan gerakan mulus, Galen merangkul pinggang Ainsley, menariknya lebih dekat, seolah menunjukkan bahwa wanita ini adalah miliknya.

Ainsley menahan napas sesaat saat merasakan sentuhan itu-terlalu tiba-tiba, terlalu akrab, terlalu bertolak belakang dengan kenyataan pernikahan mereka. Namun, ia tetap memasang senyum sopan, memainkan peran yang seharusnya ia jalankan.

FADED DESIRE Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang