CERITA INI HANYA UNTUK DINIKMATI
DON'T COPY MY STORY!!Jangan lupa untuk follow akun wattpad author untuk dapat info update.
Konten promosi tersedia di instagram [astihrbooks_] dan tiktok [astihr_] 🥰The Path Back [1]
ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ♡ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ
Ainsley menggeser tangan Galen yang terasa berat di tubuhnya, berusaha menghindari kehangatan yang masih melekat di kulitnya. Napas pria itu teratur, dalam, menandakan bahwa ia masih tertidur nyenyak di sisinya. Ainsley mengerjapkan mata, mencoba mengusir kantuk yang masih tersisa, lalu perlahan duduk di tepi kasur.
Tatapannya jatuh pada sosok suaminya yang terbaring damai, rambutnya berantakan, bibirnya sedikit terbuka, ekspresi wajahnya jauh lebih lembut dibandingkan biasanya.
Pemandangan langka yang entah sejak kapan mulai ia rindukan. Senyuman simpul muncul di bibirnya, samar tapi nyata.
Untuk pertama kalinya dalam waktu yang lama, Galen menyentuhnya dengan lembut, dengan kasih yang tulus—seperti dulu, saat mereka pertama kali jatuh cinta.
Momen tadi malam masih begitu jelas dalam pikirannya. Cara Galen menatapnya, membisikkan kata-kata yang dulu pernah hilang, serta bagaimana sentuhannya terasa lebih hangat dan penuh arti. Seolah-olah ia telah mendapatkan kembali pria yang selama ini ia rindukan.
Namun, saat hendak melangkah menuju kamar mandi, sebuah getaran pelan menghentikan langkahnya.
Matanya beralih ke meja di samping ranjang. Ponsel Galen.
Ainsley menatap layar yang sempat menyala, sebelum kembali meredup, menyisakan pertanyaan besar di dalam benaknya.
Bolehkah ia melihatnya?Ia menggigit bibirnya ragu. Galen adalah suaminya, bukan? Ia punya hak untuk tahu, kan? Tapi… apakah ini benar?
Ainsley menghela napas panjang, berusaha mengabaikan godaan untuk mengambil ponsel itu. Kepercayaan. Itu yang sedang mereka bangun kembali, bukan? Dia tak ingin menghancurkan semua yang sudah mereka mulai hanya karena rasa curiga.
Namun sebelum ia sempat berbalik, ponsel itu kembali bergetar, dan kali ini, sebuah notifikasi muncul di layar.
Kimberly.
Jantung Ainsley berdegup kencang.
Seolah petir menyambar di siang bolong, nama itu menggetarkan pikirannya. Dadanya terasa sesak. Kimberly menghubungi Galen? Kenapa? Bukankah pria itu sudah mengatakan bahwa semuanya telah berakhir?
Kebahagiaan yang baru saja ia genggam terasa rapuh, seakan siap pecah kapan saja.
Tangan Ainsley gemetar, terulur mendekati ponsel itu. Ia tahu, jawaban yang akan ia temukan bisa menghancurkannya—atau justru menenangkan hatinya.
Tapi tetap saja, ia ingin tahu. Ia harus tahu.
Ainsley menatap ponsel Galen yang kini meredup dalam genggamannya. Jantungnya berdetak lebih cepat, pikirannya dipenuhi segala hal. Tentang kemungkinan bahwa Galen… mungkin masih menyembunyikan sesuatu.Hatinya berkata untuk percaya, tetapi pikirannya menolak untuk berdiam diri.
Namun, sebelum ia sempat membuat keputusan, suara serak Galen memecah keheningan.“Siapa yang mengirim pesan?” tanyanya santai, suaranya berat karena baru bangun tidur. Ia menarik guling ke pelukannya, matanya masih menyipit karena kantuk.
Ainsley tersentak. Tangannya refleks meletakkan ponsel itu kembali ke meja, seolah menyentuhnya saja adalah sebuah dosa. Ia menoleh ke arah Galen, berusaha menyembunyikan kegelisahan yang tiba-tiba merayapi dadanya.

KAMU SEDANG MEMBACA
FADED DESIRE
RomanceKetika cinta lama bertemu dengan dendam, segalanya berubah menjadi permainan yang memabukkan. Galen Barnaby, pengusaha kaya dan berkuasa, tak pernah menyangka akan menemukan Ainsley, mantan kekasihnya, di sebuah rumah pelacuran. Dulu, mereka saling...