CERITA INI HANYA UNTUK DINIKMATI
DON'T COPY MY STORY!!
Jangan lupa untuk follow akun wattpad author untuk dapat info update.
Konten promosi tersedia di instagram [hryntibooks_] dan tiktok [astihr_] 🥰
New Life, New Pain (2)
ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ♡ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ
“Ini adalah harga yang harus kau bayar. Bukan hanya untuk uang yang sudah kuhabiskan untukmu, tapi juga untuk luka yang kau tinggalkan… bertahun-tahun yang lalu.”
Ainsley mengatupkan bibirnya rapat, jemarinya menggenggam erat kain yang menutupi pahanya. “Kau dendam padaku?” tanyanya, suaranya lebih lirih, seolah ia sudah tahu jawabannya.
Galen menggeleng pelan, namun seringainya tak pudar. “Tidak, tidak…” ucapnya, nada suaranya begitu ringan hingga terasa lebih menyakitkan. “Ini bukan tentang dendam, Ainsley. Ini karma. Ya… karmamu.”
Ainsley merasakan sesuatu menyesakkan di dadanya. Ini bukan hanya sekadar pernikahan—ini adalah hukuman. Dan Galen, pria yang dulu pernah mencintainya, kini menjadi algojo yang akan memastikan ia menebus semuanya, entah sampai kapan.
Galen berdiri kemudian melangkah ke arah pintu, matanya menatap Ainsley sejenak—wanita yang kini tampak begitu rapuh, namun tetap menyulut sesuatu dalam dirinya. Ia tak berkata apa-apa, hanya berbalik dan melangkah keluar.
Begitu pintu kayu itu tertutup, suara dentingan piring yang pecah membelah kesunyian, disusul dengan teriakan Ainsley—penuh kemarahan, kesakitan, dan keputusasaan.
Galen tidak bereaksi. Tidak ada kejutan, tidak ada simpati. Jemarinya hanya bergetar ringan saat menyentuh gagang pintu yang baru saja ia tutup.
Ini bukan sesuatu yang baru. Ia sudah terbiasa dengan reaksi ini—dengan tangisan dan teriakan Ainsley setiap kali mereka bicara.
Karena bukankah itu yang dulu ia rasakan
Kesakitan yang membakar, keputusasaan yang menyesakkan.
Hanya saja, kali ini, bukan dia yang menderita.
ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ♡ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ
Apakah ini salah? Apakah semua yang ia lakukan seharusnya tak pernah terjadi?
Galen tidak tahu.
Dendam? Jika itu alasannya, lalu mengapa hatinya masih bergetar setiap kali menatap Ainsley? Namun, jika ini cinta… mengapa tiap tatapan pada wanita itu justru mengingatkannya pada luka yang menganga, pada kehancuran yang dulu hampir menelannya bulat-bulat?
Delapan tahun. Sudah delapan tahun berlalu sejak semuanya berubah. Saat itu, mereka adalah sepasang kekasih yang saling mencintai—begitu bahagia, begitu yakin bahwa dunia ada di pihak mereka. Namun, kenyataan berbicara lain.
Ayah Galen dan ayah Ainsley adalah rival, dua pebisnis yang berdiri di garis berlawanan. Cinta mereka tak pernah mendapat restu. Lalu, seolah nasib ingin menguji segalanya, keluarga Galen jatuh dalam kebangkrutan, tepat di saat ibunya menghembuskan napas terakhir. Dan saat itulah Ainsley pergi, meninggalkannya di titik terendah dalam hidupnya.
Seharusnya ia sudah mati rasa. Seharusnya…
Galen melangkah masuk kembali ke kamar, membiarkan kegelapan menyambutnya. Cahaya temaram dari lampu tidur menyinari siluet Ainsley yang terbaring di atas kasur, tubuhnya terselimuti rapat.
Hatinya bergejolak. Dulu, ia pernah menghabiskan malam-malam panjang menahan rindu yang menyiksa. Kini, wanita itu ada di hadapannya, tapi mengapa yang tersisa hanya kehampaan?
Galen mendekat, duduk di sisi tempat tidur. Jemarinya terulur, menyentuh wajah Ainsley dengan sentuhan yang seharusnya dingin, namun berbahaya. Ia tak seharusnya melakukan ini. Tapi ia tetap melakukannya.
Ia semakin mendekat, hingga napas mereka beradu.
“Bukalah matamu, aku tahu kau belum tidur,” bisik Galen tepat di telinga Ainsley, suaranya begitu dekat, begitu rendah, hingga napas hangatnya menyentuh kulitnya.
Jantung Ainsley berdebar kencang. Ia ingin tetap memejamkan mata, berpura-pura tak mendengar, tapi tubuhnya menolak untuk berbohong.
Perlahan, kelopak matanya terbuka, dan hal pertama yang ia lihat adalah wajah Galen—begitu dekat, begitu tajam menatapnya.
Cahaya lampu tidur yang temaram memantulkan bayangan samar di rahangnya yang tegas, di mata kelamnya yang mengunci pandangan Ainsley, membuatnya sulit bernapas.
“Mau apa kau?” suaranya bergetar, setengah berbisik.
Alih-alih menjawab, Galen hanya menyeringai. Jemarinya bergerak perlahan, menyapu rambut-rambut halus di pelipis Ainsley, sentuhan yang nyaris terasa lembut, namun penuh ancaman.
“Aku ingin menagih satu juta dolarku,” katanya akhirnya, suaranya dalam dan serak, seakan mengunci Ainsley di tempatnya.
Ainsley menegang, matanya membulat seketika. Ia tahu persis apa yang dimaksud Galen.
Bukan uang. Bukan angka di rekening. Melainkan dirinya.
“Kau sudah mengambil seluruh hidupku,” bisik Ainsley, suaranya nyaris bergetar menahan amarah.
Mata tajamnya menusuk Galen, seolah mencoba mencari sisa kemanusiaan yang mungkin masih tersisa dalam dirinya. “Tidakkah itu cukup bagimu?”
Galen menatapnya tanpa ekspresi, lalu tersenyum miring, seringai yang lebih menyerupai ejekan. “Memangnya… seberharga apa hidupmu hingga kau pikir itu lebih dari cukup?”
Dada Ainsley terasa sesak. Ia tak perlu bertanya apa maksudnya. Kata-kata itu menamparnya lebih keras daripada tamparan sungguhan. Galen tidak hanya meremehkannya—ia bahkan menganggapnya tak berharga.
“Seorang pelacur… bukankah sama saja?” suara Galen terdengar ringan, namun tajam menusuk. “Terima uangnya dan lakukan perintahnya. Aku yakin, di rumah pelacuran kemarin kau pasti sudah diajarkan, kan?”
Ainsley membeku.
“Pelacur…?” ia mengulang kata itu lirih, seolah tak percaya mendengarnya dari pria yang dulu pernah ia cintai.
Galen terkekeh pelan, seolah mengolok-oloknya. Ia memalingkan wajah sesaat sebelum kembali menatap Ainsley dengan intens, menyorotkan penghinaan yang begitu jelas. “Lupa dari mana kau berasal, hm? Haruskah aku mengingatkan?”
Dan saat itu juga, Ainsley tersadar.
Tak peduli bahwa kini ia menyandang nama keluarga Barnaby. Tak peduli bahwa secara hukum, ia adalah istri Galen. Di mata pria itu, ia tetaplah seorang wanita yang ia beli di rumah pelacuran.
Bukan istri.
Bukan seseorang yang berharga.
Hanya barang yang bisa dimiliki dan digunakan sesuka hati.
ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ♡ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ
FADED DESIRE
[Re-Upload]
31 Januari 2025
-
-
KAMU SEDANG MEMBACA
FADED DESIRE
Roman d'amour[SUDAH TERBIT - PART MASIH LENGKAP] [BARNABY SERIES I] Ketika cinta lama bertemu dengan dendam, segalanya berubah menjadi permainan yang memabukkan. Galen Barnaby, pengusaha kaya dan berkuasa, tak pernah menyangka akan menemukan Ainsley, mantan keka...
