Chapter 27

24.8K 862 39
                                        

CERITA INI HANYA UNTUK DINIKMATI
DON'T COPY MY STORY!!

Jangan lupa untuk follow akun wattpad author untuk dapat info update.
Konten promosi tersedia di instagram [hryntibooks_] dan tiktok [astihr_] 🥰

Little Hope [2]

ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ♡ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ

Galen keluar dari mobilnya dengan langkah mantap, jas hitamnya terlihat sempurna di bawah sinar matahari Chicago yang cerah.

Seperti bayangan yang setia, Luke, asisten pribadinya dan Kimberly, sekretarisnya mengikuti di belakangnya, memastikan setiap langkah bos mereka berjalan tanpa hambatan.

Hari ini adalah hari besar. Galen mendapatkan tawaran menggiurkan dari beberapa pemilik pusat perbelanjaan terbesar di Chicago, sesuatu yang bisa memperluas pengaruh bisnisnya lebih jauh. Ia tidak berniat menyia-nyiakan kesempatan ini.

Dengan fokus penuh, ia berjalan tegap melewati lorong-lorong megah pusat perbelanjaan itu. Sorot matanya lurus ke depan, tidak terganggu oleh keramaian di sekitarnya.

Namun, langkahnya tiba-tiba terhenti.

Di hadapannya, sebuah toko perlengkapan bayi berdiri megah dengan etalase penuh boneka, baju-baju mungil, dan kereta dorong bayi yang tertata rapi.

Sesuatu di dalam dirinya mencengkeram erat, menghentikannya begitu saja. Tanpa sadar, ia sedikit bergerak, tubuhnya menegang saat menatap toko itu lebih lama dari seharusnya.

Luke melirik sekilas ke arah Kimberly, berharap mendapat petunjuk dari wanita itu, tetapi Kimberly hanya mengangkat bahu.

"Pak?" suara Luke terdengar hati-hati. "Anda ingin membeli sesuatu?"

Galen tidak langsung menjawab. Pikirannya melayang jauh, ke alat tes kehamilan yang semalam masih tergenggam erat di tangannya. Ke suara lirih Ainsley yang berkata, "Anakmu, Galen."

Dada Galen berdesir, sesuatu yang asing merayap masuk, perasaan yang tak ingin ia akui.

Namun, kesadarannya segera kembali. Ia berdehem, menarik napas, lalu melangkah lagi tanpa menoleh.

"Ayo lanjutkan," ucapnya dengan nada datar.
Luke dan Kimberly saling bertukar pandang, kebingungan. Mereka tidak tahu apa yang baru saja terjadi, tetapi satu hal yang pasti-untuk pertama kalinya, Galen kehilangan fokusnya.

Kesepakatan itu akhirnya terjadi. Di dalam restoran mewah yang terletak di pusat perbelanjaan, suasana dipenuhi dengan aura kemenangan. Setelah kata 'deal' terdengar, Galen berdiri, mengulurkan tangannya dengan percaya diri.

"Ini sesuatu yang luar biasa untukku. Senang bisa bekerja sama dengan Anda," ucapnya, nada suaranya mantap.

Di hadapannya, Khan Kingston menyambut jabatan tangannya dengan senyum lebar. "Ini juga sesuatu yang luar biasa bagiku," balasnya.

Keduanya berdiri berhadapan, dua sosok pebisnis yang baru saja menandatangani kerja sama bernilai miliaran dolar. Namun, sebelum pertemuan itu benar-benar berakhir, Khan mencondongkan tubuh sedikit ke depan, suaranya lebih rendah saat bertanya.

"Maaf harus menanyakan ini, tapi kurasa ini penting untuk kerja sama kita ke depannya. Apa skandal tentang istrimu itu benar?"

Galen terdiam sesaat. Rahangnya menegang hanya sepersekian detik sebelum ia mengembalikan senyumannya yang terlatih.

FADED DESIRE Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang