CERITA INI HANYA UNTUK DINIKMATI
DON'T COPY MY STORY!!
Jangan lupa untuk follow akun wattpad author untuk dapat info update.
Konten promosi tersedia di instagram [hryntibooks_] dan tiktok [astihr_] 🥰
New Life, New Pain (3)
ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ♡ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ
Perlahan, jemari Galen menyusuri kulit leher Ainsley, jejaknya diikuti oleh bibirnya yang mengecap lembut, menghirup aroma samar bunga yang masih melekat di tubuh wanita itu.
“Kau diam?” suaranya rendah, hampir terdengar seperti bisikan menggoda, namun sarat dengan kesombongan. “Apakah sekarang kau sudah sadar akan posisi harga dirimu?”
Ainsley mengepalkan jemarinya di samping tubuh. Matanya merah, penuh kemarahan dan kepedihan yang tertahan. Ia ingin menolak, ingin berteriak, tapi untuk apa?
“Mau sekuat apa pun aku mempertahankan harga diriku,” suaranya bergetar saat akhirnya ia bersuara, “Di hadapanmu, itu tidak akan pernah ada artinya.”
Galen menyeringai, kemenangan terpampang jelas di matanya. Ia mengangkat sedikit tubuhnya, membiarkan cahaya lampu tidur menerangi wajah Ainsley yang basah oleh air mata. Jemarinya terulur, mengusap lembut di bawah kelopak mata wanita itu—bukan dengan kasih sayang, melainkan dengan kepemilikan.
“Kalau begitu...,” ia berbisik, menatap dalam sepasang mata yang dulu pernah ia cintai, “Lakukan sesuai perintahku.”
Dan malam itu, di bawah sorotan lampu temaram, batas di antara mereka kabur. Tidak ada cinta, tidak ada kelembutan, hanya desahan dan erangan yang menyatu dalam kepedihan. Sebuah malam yang tak pernah mereka bayangkan—malam pertama yang lahir dari keterpaksaan, ego, dan dendam.
ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ♡ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ
Burung-burung berkicau pelan, menyambut fajar yang mulai mengintip di balik cakrawala. Cahaya keemasan menyusup melalui celah tirai, menerangi kamar luas yang masih dipenuhi hawa sisa malam.
Di atas kasur, Ainsley terbaring diam. Hanya selimut putih yang membungkus tubuhnya yang lelah dan nyaris mati rasa. Matanya kosong, menatap lurus ke arah jendela balkon yang masih terbuka, membiarkan angin pagi menyelinap masuk.
Malam tadi telah mengubah segalanya.
Ia bukan lagi seorang gadis. Bukan lagi seseorang yang bisa mengatakan ‘tidak’. Galen tidak memberinya pilihan, menerjangnya berkali-kali meski ia sudah memohon, menangis, dan memintanya berhenti. Baru saat fajar menyingsing, pria itu akhirnya melepaskannya.
Tapi mengapa rasanya seperti ini?
Meskipun ia menyerahkan dirinya pada suaminya sendiri, ia tetap merasa dicuri. Harga dirinya, kehormatannya—semuanya direnggut dengan paksa.
Kasur di sampingnya bergerak. Ainsley tersentak dari lamunannya dan menoleh, mendapati Galen yang kini beranjak dari tempat tidur dengan santai.
Tubuhnya telanjang, berdiri tegap di tepi kasur seolah tak peduli dengan apa yang terjadi semalam. Ainsley buru-buru memalingkan wajah, enggan melihat lebih lama.
“Untuk apa memalingkan wajah?” suara Galen terdengar mengandung ejekan. “Kau sudah melihat semuanya semalam.”
Ainsley diam sejenak, menarik napas panjang sebelum menjawab lirih, “Setidaknya aku masih punya rasa malu.”
KAMU SEDANG MEMBACA
FADED DESIRE
Romansa[SUDAH TERBIT - PART MASIH LENGKAP] [BARNABY SERIES I] Ketika cinta lama bertemu dengan dendam, segalanya berubah menjadi permainan yang memabukkan. Galen Barnaby, pengusaha kaya dan berkuasa, tak pernah menyangka akan menemukan Ainsley, mantan keka...
