14: Cinta

1.2K 85 26
                                        

YOU POV

Atensi ku mengerjap dengan perlahan saat ku rasakan seseorang merubah posisi tidurku menjadi menghadap dirinya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Atensi ku mengerjap dengan perlahan saat ku rasakan seseorang merubah posisi tidurku menjadi menghadap dirinya. Orang itu mengelus sisian wajahku menggunakan jemari tangannya, seolah menuntun kesadaran kembali memenuhi ragaku.

Berusaha aku kumpulkan seluruh kesadaranku walau mata ini rasanya berat sekali untuk terbuka. Aku merasa telah melewati waktu tidur yang sangat panjang walaupun tak kunjung membuatku puas. Tubuhku juga terasa begitu sakit, terutama di bagian perut hingga selangkanganku. Rasa sakit itulah yang membuatku tak ingin terbangun dari tidurku.

"Mau sampai jam berapa ya sayangku ini tertidur, sudah jam empat sore loh!" gumam lelaki yang memeluk tubuhku. Seolah terus melakukan berbagai cara agar membuatku terbangun, namun mataku terasa begitu berat. Aku ingin melanjutkan tidur lebih lama lagi, sehingga aku gunakan kesempatan itu untuk menyembunyikan wajahku di dada Jungwon hingga ku rasakan ciuman yang Jungwon berikan di puncak kepalaku.

"Nuna ga lapar?" tanya Jungwon sengaja ingin menggoda diriku agar segera bangun. "Laper banget, nuna belum makan sejak kemarin siang sayang." jawabku menuntun Jungwon tangkup wajahku agar dapat menatap mataku. Aku pun menguatkan diri untuk membuka mata walau perlu beberapa detik untuk memfokuskan pandanganku.

Jungwon bantu singkirkan kotoran di pinggiran mataku sambil tersenyum begitu manis padaku. "Ayo bangun, nuna. Kita makan lalu pulang ke apartemenku. Nanti kalau mau lanjut istirahat lagi di kamarku." ajak lelaki itu seketika membuatku teringat atas kejadian yang terjadi di apartemenku dan kolam penuh darah itu.

Tidak, apa yang baru saja aku lakukan bersama Jungwon? Saling mengikat diri dengan bantuan iblis? Bagaimana bisa?!

Aku sangat mengingat niat Jungwon yang ingin mengikat hati dan jiwaku untuk terus terhubung dengannya, namun aku sama sekali tak keberatan atas hal tersebut. Malah, aku sangat mensyukurinya karena berkat ritual yang kami lakukan tadi pagi membuatku yakin kalau lelaki ini tak akan meninggalkan aku apapun yang terjadi. Aku sadar Jungwon sangat menyukaiku dan aku tak keberatan melakukan apapun yang ia inginkan selama ia tak henti mencintaiku dengan sangat!

Aku berikan ekspresi manja padanya, "Perut nuna sakit sekali, Jungwon". Jungwon pun tergerak menuntun tubuhku berbaring terlentang di atas kasur ini. Sempat Jungwon berikan kecupan di dahi dan puncak kepalaku sebelum wajahnya turun menuju perutku untuk memberikan kecupan juga di permukaan kulitku. "Perut nuna sakit karena nuna belum makan sejak kemarin siang. Jangan bilang setelah aku pulang, nuna tak memakan masakan yang aku buatkan?!" tanya Jungwon yang langsung ku jawab dengan anggukan kepala.

"Manajer karaoke SukaKita terus meneror nuna agar segera menemuinya. Jadi setelah kau pulang dari apartemen nuna, nuna langsung pergi menuju karaoke tersebut." jelasku tanpa sadar merubah ekspresi wajah Jungwon yang sebelumnya hangat menjadi penuh amarah. Sangat tergambar dari tatapan matanya yang tak ingin menatapku lagi walau sedetik saja.

"Nuna, kau ingat perintah yang nyonya berikan padamu tadi kan?" tanya Jungwon bahkan dengan nada bicara yang sangat dingin. Aku anggukkan kepalaku sambil melingkarkan tanganku pada pundak Jungwon yang menindih tubuhku. "Ingat sayang, nuna milikmu dan kamu milik nuna." ucapku kemudian menyentuh lesung pipi di wajah Jungwon agar membuatnya tak marah padaku.

HUG ME TIGHTERCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang