38: Ganti Korban

525 52 31
                                        

YOU POV

"Kau yakin ingin menjadikan seluruh lelaki yang pernah bersetubuh denganmu sebagai makananku, Y/n? Bagaimana dengan Sunghoon?" bisik Lucifer di telingaku. Hampir membuatku menyemprotkan kopi panas dari mulutku saking terkejutnya aku dengan pertanyaan tersebut.

Fuck! Aku lupa mengenai Sunghoon!

Aku ucapkan secara pelan, "Bisakah aku mengecualikan Sunghoon, Lucifer? Sudah cukup jauh aku menyeretnya dalam permasalahan ini, aku tak ingin ia mati juga berkat keegoisanku." yang aku tujukan pada iblis Lucifer yang berada di sekitaranku. Aku tahu ia selalu memantauku, itulah sebabnya aku terus berusaha menjalin komunikasi dengannya menggunakan berbagai cara.

Salah satunya dengan menaruh kepercayaan pada iblis tersebut hingga membuahkan hasil yang menguntungkan diriku sendiri. Ya, berkat bantuan iblis lucifer, aku berhasil melepaskan diri dari Jay Park dan Jake Sim walau aku yakin, Jay Park pasti akan terus mengejar ku untuk menjadikan diriku sebagai miliknya.

Tak perlu menunggu lama, iblis Lucifer pun menjawab komunikasiku dengan membisikkan, "Baiklah, saya bisa melepaskan lelaki itu tetapi kamu harus mengikat satu lelaki lain sebagai gantinya. Lee Heeseung, lelaki yang telah menciptakan seluruh kekacauan ini, kau membencinya bukan? Goda dia sampai bersetubuh denganmu agar memberikan saya akses memakan jiwanya secara perlahan." tawar Lucifer yang langsung aku setujui dengan, "Baik Lucifer, akan saya lakukan jika keadaan telah membaik. Saya perlu membangun kembali hubungan saya dengan Jungwon terlebih dahulu." ucapku kemudian menyeruput lagi kopi hitam milikku sebanyak tiga kali

Tiba-tiba, Lucifer menanyakan sebuah pertanyaan yang mampu membuat jantungku berdegup semakin kencang, "Kau mencintai Jungwon, Y/n?!" yang langsung aku jawab dengan yakin, "Aku sangat mencintai Jungwon, Lucifer. Aku tak ingin kehilangannya, lebih baik kau ambil semua lelaki itu ketimbang aku harus kehilangan Jungwon dari hidupku. Tapi tolong jangan libatkan Sunghoon lagi. Saya sudah cukup menghancurkan hidupnya." Seiring layar handphoneku yang kembali menyala. Sialnya, aku baru menyadari panggilan dengan Jungwon masih berlangsung! Fuck! Semoga Jungwon tak mendengar permintaanku barusan!

Aku takut sekali Jungwon marah atas permintaanku tersebut!

"Lucifer, tolong luluhkan hati Jungwon lagi. Aku sangat mencintainya, aku tak ingin kehilangannya." Aku ucapkan kalimat itu begitu pelan sambil memejamkan mataku sebelum sebuah tepukan di pundak menghambur doa yang aku panjatkan untuk Jungwon.

"Nuna!" setelah aku berbalik badan, sapaan yang begitu manis aku dapatkan dari lelaki yang begitu aku tunggu kedatangannya. Ya, lelaki yang menepuk pundakku adalah Yang Jungwon, kekasihku.

Langsung aku bangkit lalu menatap wajah Jungwon yang tersenyum padaku. Sangat manis dan terasa menenangkan, apalagi saat lesung pipi terlihat di wajah tampan kekasihku tersebut.

Tanpa sadar, tanganku terulur ke wajah Jungwon yang telah sembuh seutuhnya, padahal kemarin malam wajah lelaki itu begitu babak belur yang aku sendiri tak mengetahui pasti apa penyebabnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Tanpa sadar, tanganku terulur ke wajah Jungwon yang telah sembuh seutuhnya, padahal kemarin malam wajah lelaki itu begitu babak belur yang aku sendiri tak mengetahui pasti apa penyebabnya. Perasaanku begitu campur aduk setelah bertemu langsung dengan kekasihku lagi, ada rasa bahagia, sedih, cemas, namun yang paling mendominasi adalah rasa sayang yang sangat besar aku rasakan pada kekasihku bernama Jungwon ini.

Hingga tanpa sadar air mata mengalir membasahi wajahku, tanpa kata Jungwon bawa aku ke dalam pelukannya hangat yang membuatku akhirnya bisa menyandarkan seluruh beban yang aku rasakan pada pundak lelaki itu. Ya, yang aku butuhkan selama ini hanya kasih sayang dari lelaki yang aku cintai, rasanya aku sudah berkelana terlalu jauh yang membuat diriku juga menjauh dari lelaki itu.

"Bicara sama siapa sih? Aku mendengar seluruh ucapan nuna loh tadi, aku juga mencintaimu, nuna!" setelah mendengar ucapan Jungwon tersebut, tangisku malah semakin pecah yang memancing Jungwon ucapkan, "Cup cup cup, sudah terlalu jauh kan mainnya? Sekarang waktunya pulang ya." ucap Jungwon begitu pengertian.

Lelaki itu lepaskan pelukan kami untuk menghapus air mata di wajahku. Setelah memastikan keadaanku baik-baik saja, Jungwon layangkan kecupan manis di dahi, ujung hidung, kedua pipiku, hingga bibirku. Malah semakin membuat tangisku semakin pecah, namun berusaha aku sadarkan diriku sendiri.

"Jungwon, bawa nuna pergi sejauh mungkin dari tempat ini." setelah mengatakan itu. Aku hapus kasar air mataku lalu menarik tangan Jungwon keluar dari minimarket tersebut. Jungwon yang sadar aku tak mengenakan penghangat apapun sengaja membuka jaket tebal miliknya untuk aku gunakan lalu membantu memasangkan helm ke kepalaku. Setelah itu, Jungwon nyalakan motornya dan membantuku naik menuju motor besarnya tersebut.

Jungwon lajukan motor miliknya menembus kemacetan kota Seoul hingga sampailah kami di sebuah gedung terbengkalai yang menjadi tempat pertama kali Jungwon mengikat diriku untuk terus menjadi pasangannya. Jungwon ajak aku turun dari motor yang langsung aku berikan pertanyaan, "Kok kita kesini, sayang?" masih berusaha mendengarkan penjelasan dari Jungwon langsung.

Namun Jungwon malah mengajakku masuk ke dalam gedung tersebut tanpa merespon pertanyaanku barusan. Baiklah, aku ikuti saja seluruh keinginan Jungwon walau rasa takut kembali memenuhi diriku. Apalagi saat Jungwon ajak aku memasuki sebuah ruangan gelap yang terasa begitu pengap. Setelah lampu ruangan menyala dengan sendirinya, aku mendapati keberadaan seorang laki-laki yang tidak aku sangka hadir di dalam ruangan bersama kami.

Lelaki itu terduduk dalam keadaan tubuh yang penuh luka dan bersimbah darah. Aku yang begitu khawatir pun tanpa sadar berlari menghampirinya lalu berusaha menyadarkan Sunghoon dari pingsannya. Aku goyangkan tubuh Sunghoon yang terikat kuat pada kursi kayu yang ia duduki lalu aku membalikan badan ke arah Jungwon yang berjalan menghampiriku.

"Suprise!" ucap Jungwon malah membuatku semakin khawatir. Aku hampiri Jungwon dan berusaha meminta penjelasan padanya, "Jungwon, kenapa Sunghoon disini, dalam keadaan terikat dan babak belur seperti ini. Bantu nuna melepaskannya ya sayang." yang tiba-tiba memecah tawa mengerikan dari kekasihku tersebut. Jungwon gelengkan kepalanya lalu mengatakan, "Kenapa dilepaskan, bukankah lebih mudah menghabisinya dalam keadaan terikat seperti itu, nuna?" tanya Jungwon semakin membuatku bingung.

"Apa maksudmu?!" tanyaku balik ke arah Jungwon.

Dengan suara yang serak dan mata yang sedikit terbuka, Sunghoon mengatakan padaku, "Aku mencintaimu, Y/n. Dia bukan lagi Jungwon kekasihmu. Iblis sialan itu telah mengambil alih kesadaran Jungwon dan jika kau terus bersamanya, kau akan terus menjadi pengikut iblis untuk melakukan seluruh dosa yang mereka butuhkan!" Setelah Sunghoon mengatakan itu, Jungwon tangkup wajahku yang memaksaku menatap mata indah kekasihku tersebut.

"Nuna ingin kembali padaku, kan? Habisi Sunghoon dengan tanganmu sendiri, maka aku akan percaya kalau nuna benar mencintaiku, tapi jika nuna tak sanggup melakukannya, maka aku yang akan melakukannya dengan tanganku sendiri!" ucapan Jungwon itu mampu membuatku terdiam sambil menatapnya tak percaya.

"Aku mencintaimu, Jungwon. Tapi ku mohon, jangan seperti ini." ucapku yang tiba-tiba mendapat bisikan tak terduga dari Lucifer di telinga kiriku.

"Sifat egois yang Jay Park, Jake Sim, Sunghoon dan Jungwon tunjukkan hanya sebagian kecil dari sifat alami manusia yang mengerikan, Y/N. Semua baru permulaan dan saya sendiri tak bisa mencegah hal ini terjadi. Obsesi dan kecemburuan yang Jungwon rasakan begitu membutakannya dan sekarang kau harus menentukan pilihanmu sendiri!"

Sial! Apa yang harus ku lakukan?

"Kau mencintaiku kan, nuna?" tanya Jungwon lagi setelah melayangkan kecupan manis di permukaan bibirku.

TBC

AKU TUNGGU PILIHAN KALIAN SAMPAI SIANG INI JAM 12 WITA YA. MAU SUNGHOON MATI ATAU JUNGWON YANG MATI?

Tapi saranku sih mending tetap bersama Jungwon karena aku telah menyiapkan ending yang lebih epic lagi. Kalau sama Sunghoon mungkin akan berakhir biasa aja.

HUG ME TIGHTERCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang