YOU POV
Pandanganku kosong saat merasakan Jake semakin kencang menghentakkan tubuhnya padaku. Tak ada desahan, bahkan ekspresi wajahku datar seolah tak dapat merasakan kenikmatan yang bercampur rasa sakit saat Jake terus menerus menikmati tubuhku. Aku merasa begitu terpukul setelah mendengar penuturan lelaki itu mengenai tumbal nyawa yang harus mereka berikan untuk memperkuat hubunganku dengan salah satu lelaki pilihan Lucifer, entah itu diri Jake Sim sendiri atau Jungwon.
Aku hanya tak habis pikir, sebesar itukah Jungwon dan Jake Sim menaruh obsesi padaku atau mereka hanya membutuhkan tubuhku untuk memuaskan nafsu mereka saja? Aku yakin, lelaki yang menindih tubuhku ini tak memiliki niat sekedar ingin menguasai hidupku sepenuhnya, pasti ada alasan lain yang mendasari terikatnya jiwa Jake Sim dengan Lucifer.
Oh lucifer, bisakah kau memberikan aku penjelasan mengenai ini semua?
Tiba-tiba, Jake pukul bantal yang berada tepat di samping kepalaku seraya berkata, "KAU TAK MENYUKAINYA? KENAPA TAK MENDESAH?!!" murka Jake sampai membuat wajahnya memerah dengan tubuh yang bergetar menahan emosi.
Aku yang merasa begitu ketakutan pun membawa tanganku untuk mengelus wajah lelaki itu, "Kau mencintaiku Jake?" tanyaku dengan suara yang sangat lembut, mampu meredakan sedikit amarah lelaki itu. Tergambar dari gesture Jake yang mulai memejamkan matanya seiring tubuhnya yang berhenti bergetar hebat. Jake hembuskan napas panjang dengan bibir yang bergetar menahan tangis.
Jake anggukkan kepalanya sambil ia buka kembali matanya untuk memberikan tatapan lemah padaku. "Aku tak tahu, apakah perasaan yang aku rasakan ini cinta atau bukan. Tapi yang jelas, aku begitu menginginkanmu, Y/n. Kau pasti sadar betapa gilanya aku tanpamu." jawab Jake yang hanya ku balas dengan tatapan lemah.
"Sekali kau mengikatku dalam hubungan ini maka kita akan selamanya terhubung Jake. Tak hanya hari ini, besok, bahkan sampai akhir hayat kita berdua, kau akan tetap menjadi pasanganku selamanya. Kau tak boleh merasa bosan denganku dan berpikir ingin meninggalkanku begitu saja. Apa kau masih yakin ingin mengikatku dalam hubungan ini?" tanyaku lagi, sukses mengembangkan senyum di wajah Jake sambil ia posisikan dirinya untuk duduk tanpa melepaskan tautan tubuh kami di bawah sana.
Jake anggukkan kepalanya begitu yakin lalu menjawab, "Jika aku tak bisa memilikimu, sekarang, besok, bahkan sampai akhir hayatku, maka siapapun tak akan bisa memilikimu juga Y/n. Baik itu Jungwon, Niki, bahkan lelaki lain yang akan hadir di kehidupanmu selanjutnya!" yakin Jake sukses membuat jantungku berdegup sangat kencang seiring suara lucifer yang terdengar oleh kami berdua.
Ya, sekarang tak hanya aku yang dapat mendengar Lucifer berkomunikasi denganku, Jake Sim juga dapat mendengarnya, "Kalian benar Jake Sim dan Y/n! Sekali kalian terikat, maka kalian akan terus terikat di dunia ini, kehidupan selanjutnya, bahkan di dalam neraka sekalipun kalian akan selalu bersama sebagai pasangan mutlak!" seiring Jake jatuhkan lagi wajahnya di depan wajahku. Jake singkirkan helaian surai yang menutup wajahku sambil berkata, "Aku yakin dan jangan berpikir untuk membuatku mundur dari perperangan ini".
Mataku terpejam, tak bisa lagi menutupi kekhawatiran dan perasaan tak nyaman yang aku rasakan. Sebelum Jake bertanya pada Lucifer yang selalu berada dekat dengan kami berdua. "Aku telah menumbalkan dua korban untuknya! Tapi kenapa Y/n masih belum bisa menaruh perasaan padaku, Lucifer! Dia bahkan tak bisa mendesah untukku!" kesal Jake memancing diriku menoleh ke arah kanan untuk membuang tatapanku darinya.
"Hubungan Y/n dan Jungwon masih terlalu kuat karena mereka telah melakukan ritual yang belum pernah kau lakukan bersama Y/n, Jake! Itulah sebabnya saya suruh kau menumbalkan satu lelaki lagi untuk ritual pemutus hubungan mereka, bergegaslah Jungwon tentu tak akan diam!" jawab Lucifer yang memancing Jake ambil handphone miliknya yang berada di atas nakas. Jake tak peduli walau tautan tubuh kami harus terlepas, ia hubungi anak buahnya untuk, "BAGAIMANA APA NIKI SUDAH KETEMU?!!" tanya Jake begitu dipenuhi oleh amarah yang meledak-ledak.
