12: Pasrah

1.3K 87 38
                                        

YOU POV

Aku hembuskan nafas kasar saat melihat waktu yang telah menunjukkan pukul setengah empat pagi di tembok kamarku

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Aku hembuskan nafas kasar saat melihat waktu yang telah menunjukkan pukul setengah empat pagi di tembok kamarku. Rasanya, aku tak bisa tertidur lagi walau sekujur tubuhku terasa begitu sakit sampai di batas yang tak sanggup ku tahan lagi. Air mata bahkan tak henti mengalir membasahi wajahku. Sempat teringat atas momen manis yang aku habiskan bersama Jungwon kemarin malam dan sekarang hubungan kami hancur berkat kegilaan yang orang lain lakukan.

Bahkan, saking gilanya Jay dan Jake sampai meminta dua orang tangan kanannya untuk memantau diriku secara penuh. Mereka sampai memaksa diriku untuk mengizinkan mereka masuk ke kamar apartemenku dan berbaring di lantai kamarku untuk ikut mengistirahatkan diri. Ya, lelaki bernama Sunoo dan Nishimura Riki itu tengah berbaring tanpa alas di lantai kamar sementara aku berada di atas kasur milikku.

Kedua masih terjaga, sama sepertiku, tapi keduanya sibuk memainkan handphone mereka sambil sesekali melihat keadaanku yang terbaring di atas kasur ini.

Aku tahu, aku harus melakukan sesuatu untuk menyelamatkan diriku sendiri. Tetapi jika sudah sejauh ini, apakah aku masih bisa melepaskan diri dari kedua lelaki gila pemilik karaoke SukaKita tersebut? Aku tak yakin, itulah sebabnya aku hanya bisa bersikap pasrah saat ini.

Sadar diriku yang belum tertidur, membuat Niki bangkit dari lantai tersebut dan duduk di pinggiran kasurku. Aku yang merasa tak nyaman pun mengubah posisi memunggungi lelaki itu tanpa mengatakan sepatah katapun.

Tak ku sangka, Niki malah menawarkan, "Mau aku buatkan susu hangat? Sepertinya kau tak bisa tertidur lagi setelah dibangunkan tadi". Aku sempat terdiam sebentar sebelum menoleh ke arah lelaki itu. Mungkin, aku memang perlu sesuatu yang hangat untuk menenangkan diriku.

Aku pun menganggukkan kepala yang langsung Niki kerjakan tawarannya tersebut padaku. Namun, lelaki itu tentu tak bodoh, ia ajak Sunoo juga ikut bersamanya agar meminimalisir kesempatan lelaki itu untuk melecehkan aku lagi.

Aku kembali mengubah posisi berbaring ku menjadi terlentang di atas kasur ini. Tanpa sadar melamun cukup lama hingga ku menyadari pintu kamar yang terbuka dan menampilkan lelaki bernama Niki itu membawa segelas susu di tangannya.

Niki dudukkan dirinya di pinggiran kasurku, sempat meletakkan susu itu di atas meja sebelum ia bantu aku untuk duduk bersandar di kasur tersebut. Lelaki itu berniat membantuku meminum susu hangat itu, namun dengan cepat aku hentikan niat baiknya karena aku bisa meminumnya sendiri.

Aku nikmati teguk demi teguk susu hangat ini tanpa sedetikpun menatap mata Niki yang terus memperhatikanku. Setelah habis, aku meminta pada lelaki itu, "Bolehkah aku minta tolong sekali lagi?" tanyaku yang langsung Niki jawab dengan, "Tentu saja," jangan lupakan senyuman manis di wajahnya itu.

"Tolong ambilkan aku air putih hangat juga." pintaku langsung Niki kerjakan. Ia kembali memasuki kamarku dengan segelas air di tangannya lalu memberikannya padaku. "Setelah ini, tidurlah. Istirahatkan dirimu." ucap lelaki itu. Aku hanya meminum airnya setengah dan sisanya aku letakkan di atas meja samping kasurku.

HUG ME TIGHTERCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang