YOU POV
"Sifat egois yang Jay Park dan Jungwon tunjukkan hanya sebagian kecil dari sifat alami manusia yang mengerikan, Y/N. Semua baru permulaan dan saya sendiri tak bisa mencegah hal ini terjadi. Obsesi dan kecemburuan yang Jungwon rasakan begitu membutakannya dan sekarang kau harus menentukan pilihanmu sendiri!"
Sial! Apa yang harus ku lakukan?
"Kau mencintaiku kan, nuna?" tanya Jungwon lagi setelah melayangkan kecupan manis di permukaan bibirku. Sukses menghambur lamunanku setelah mendengar bisikan Lucifer barusan.
Aku harus bagaimana?
Aku sangat mencintai Jungwon, tapi satu sisi tak ingin rekan kerjaku tersebut menjadi korban atas keegoisan Jungwon.
Langsung aku raih kedua tangan Jungwon untuk menggenggamnya erat. "Tak bisakah kita tak mengorbankan dia, Jungwon. Nuna milikmu, nuna janji tak akan membangun hubungan dengan lelaki lain lagi, terutama Sunghoon. Kita lepaskan saja dia ya sayangku, nuna sudah terlalu jauh menyeretnya dalam masalah ini." bujukku malah membuat Jungwon semakin naik pitam dengan menghempaskan kedua tanganku yang menggenggamnya erat.
"Awalnya, aku juga berpikir demikian. Tak perlu ada korban lagi karena aku yakin sejauh apapun semua orang berusaha menjauhkan kita, kau akan tetap kembali padaku nuna. Tetapi si brengsek itu yang memulainya pertama kali!" jawab Jungwon sambil menunjuk ke arah Sunghoon penuh amarah.
Dia lanjutkan ceritanya mengenai hal-hal yang tidak aku ketahui saat aku tak bersama mereka, "Brengsek itu mengajak beberapa temannya untuk mengeroyokku di jalan pulang menuju apartemenku. Saat itu aku habis menemui kakak perempuanku yang ditahan di kantor polisi atas tuduhan perampokan. Itulah sebabnya aku menemui mu dalam keadaan wajah yang babak belur nuna. Semua karena rekan kerjamu itu, Park Sunghoon. Tapi nuna bahkan tak peduli dengan luka di wajahku!" Jungwon ceritakan latar belakang dari luka di tubuhnya yang membuatku menatap kecewa ke arah Sunghoon.
"Benar begitu, Sunghoon?!" pertanyaan itu aku tujukan langsung pada Sunghoon. Tak berselang lama, Sunghoon anggukkan kepalanya sambil berkata, "Jungwon harus mati, dialah yang memperparah situasi ini, Y/n. Berkat keegoisannya, iblis lucifer mengambil alih diriku dan menghancurkan hidupku secara perlahan!" ucap Sunghoon yang tidak aku percaya akan terlontar dari nya.
Jungwon yang tak terima pun membentak sambil mengambil satu tongkat bisbol yang telah dirancang unik, dengan menambahkan paku di semua sisinya. "SEMUA TAK AKAN TERJADI JIKA KAU TAK MENGGODA KEKASIHKU, KEPARAT! KAU TAHU, Y/N MEMILIKI KEKASIH BAHKAN KAU TAHU BENAR Y/N TELAH TERIKAT DENGAN LUCIFER, TAPI KAU MASIH NEKAT MENGGODANYA DAN MELAKUKAN HUBUNGAN SEKSUAL DIBELAKANG KU! ITU KONSEKUENSINYA, KAU HARUS TERIMA ITU DAN SEHARUSNYA KAU TAK BERPIKIR INGIN MENGAMBIL GADISKU!" teriakan marah Jungwon memenuhi seisi ruangan yang ternyata dalam kondisi cukup ramai oleh para pengikut lucifer.
"HEI! BEDEBAH SEPERTIMU TAK PANTAS MENDAPATKAN Y/N, BANGSAT! APA KAU TAK SADAR DIRI?" makian dari Sunghoon tersebut sukses memancing amarah Jungwon sampai nekat memukulkan tongkat besbol tersebut ke arah kaki Sunghoon hingga berkali-kali sampai membuatnya hancur tak berbentuk. Teriakan kesakitan Sunghoon tentu saja terdengar menggelegar memenuhi seisi ruangan ini. Sukses membuat tubuhku bergetar penuh ketakutan.
"Ingat, kau yang memulai semuanya, Park Sunghoon! Aku hanya membalaskan apa yang telah kau lakukan padaku di malam itu? Kau ingin membunuhku? Baiknya aku sendiri yang membunuhmu menggunakan tanganku sendiri!! Fuck!" setelah mengatakan itu, Jungwon pukulkan tongkat besbol di tangannya ke arah wajah, kepala, leher hingga bagian dada dan perut Sunghoon secara berulang kali yang membuat teriakan tak terdengar lagi dari rekan kerjaku tersebut.
Bahkan saking tak kuatnya aku melihat hal sadis yang Jungwon lakukan sampai membuatku menangis tersedu sambil menutup wajahku sendiri. Aku tak bisa menghentikan Jungwon, aku begitu takut dan aku juga merasa begitu kecewa pada Sunghoon yang ternyata tak seperti bayanganku selama ini. Lelaki itu tak kalah gila dari lelaki lain yang aku temui, sampai nekat mengajak temannya mengeroyok Jungwon hingga babak belus seperti kemarin.
