50: Armageddon (END)

1K 55 81
                                        

YOU POV

Setelah membersihkan diri, Jake ajak aku keluar dari apartemen yang rencananya akan kami tempati bersama setelah melakukan ikatan dengan iblis lucifer. Namun, aku yang merasa begitu kesakitan di bagian perut, selangkangan, hingga kaki pun sempat menghentikan langkah Jake yang sangat tergesa. Bahkan, kakiku tak henti bergetar saking merasa sakitnya yang memaksaku memohon pada lelaki itu. "Kakiku sakit sekali daddy, rasanya aku tak sanggup berjalan lagi".

Jake yang melihat kakiku bergetar pun memeluk tubuhku sambil melakukan panggilan pada seorang anak buahnya. Setelah panggilan itu diangkat, Jake perintahkan, "Bawakan kursi roda, sekarang juga!" setelah memerintahkan hal tersebut, Jake matikan panggilan itu secara sepihak kemudian menggendong tubuhku untuk duduk di sofa ruang tengah apartemen mewah miliknya.

Apartemen ini berbeda dari apartemen yang sebelumnya Jay dan Jake siapkan sebagai tempat tinggal ku. Fasilitasnya tak kalah mewah, namun rasanya seperti tinggal dalam penjara yang penuh dengan cctv, salib terbalik, dan teralis besi yang melapisi seluruh jendelanya. Sungguh, Jake benar-benar memperlakukan aku sebagai sandera yang harus terus berpihak padanya dalam berbagai situasi. Membuatku semakin tak nyaman berada di sisinya.

"Kalau kakimu sakit begini, bagaimana caranya kau memancing kekasihmu itu menemui ku?" tanya Jake sempat membuatku terdiam. Aku hembuskan napas pelan sebelum mengusulkan, "Aku bisa mengirimkan Jungwon pesan untuk datang menjemput ku di lokasi yang daddy inginkan." aku mengusulkan hal tersebut juga bukan tanpa alasan, selain rasa sakit di tubuhku tak tertahankan lagi, aku juga tak tahu harus berbuat apalagi selain menghubungi Jungwon saat ini.

Sempat Jake perhatikan aku di sofa tersebut tanpa mengatakan apapun sebelum lelaki itu masuk ke kamar untuk mengambilkan handphone milikku. Sambil ia berjalan menghampiriku, Jake nyalakan kembali handphoneku yang sempat dimatikan oleh anak buahnya setelah penjemputan ku tadi pagi.

Setelah menyala, Jake berikan handphone tersebut padaku seiring banyak sekali notifikasi dari sebuah aplikasi messenger untukku. Selain ratusan panggilan tak terjawab dari Jungwon, aku juga mendapati banyak sekali pesan yang dikirimkan oleh teman kerjaku.

Salah satunya Roeun yang mengungkapkan, "Mba Y/n, video mba dengan Heeseung di karaoke SukaKita telah menyebar, bahkan mas Jungkook juga sudah melihat video tersebut. Mba dimana? Katanya mba pergi bersama Heeseung ya tadi pagi?".

Memancing Jake rampas handphone milikku kemudian berkata, "Berhentilah bekerja, aku bisa membiayai kebutuhan hidupmu bahkan membelikan apapun yang kamu inginkan. Asal kau tetap bersamaku, Y/n." pinta Jake yang langsung aku turuti dengan ucapan, "Baik daddy." tanpa berniat membantah atau menolak pintanya. Yang penting, Jake tidak menembak ku lagi.

"Tak usah buka yang lain, langsung saja hubungi Jungwon!" perintah lelaki itu. Tanpa memperdulikan aku, Jake ketik nama Jungwon di aplikasi tersebut. Setelah menemukan room chat Jungwon, Jake berikan handphone tersebut padaku seraya memerintahkan, "Ajak dia bertemu di Yongma Land tepatnya di gedung yang menjadi aula taman bermain tersebut!" perintah Jake yang langsung aku turuti dengan menuliskan.

"Jungwon, tolong jemput nuna di Yongma Land, tepatnya di sebuah gedung yang nuna sendiri tak tahu dimana lokasi pastinya. Tolong ya, sayang!" setelah itu, aku berikan pada Jake yang langsung lelaki itu kirim setelah melalui persetujuannya. Jake pun meremas wajahku agar menoleh ke arahnya, "Daddy sudah menyiapkan seluruh keperluan untuk pemutus ikatanmu dengan Jungwon, sayang. Setelah ini, kau resmi akan menjadi milik, daddy!" ucap Jake yang langsung ku jawab dengan anggukan kepala.

Tak butuh waktu lama, Jungwon merespon pesan dariku dengan, "Aku otw sekarang, nuna!". Langsung Jake bawa tubuhku dalam gendongannya menuju lift apartemennya. Setelah sampai di dasar lift, barulah anak buahnya datang membawa kursi roda yang Jake pinta. Berhubung aku telah masuk ke dalam mobil, Jake perintahkan anak buahnya memasukkan kursi roda tersebut ke bagasi mobil.

HUG ME TIGHTERCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang