YOU POV
"Aku dapat melihat mereka semua, Y/n. Dari kecil aku hidup bersama mereka dan aku yakin kau membuat perjanjian dengan iblis lucifer bukan?!!" tanya Jay Park sukses membuatku terdiam seribu bahasa. Pantas saja ia mengetahui segalanya, ternyata ia dapat melihat hantu dan sebangsanya rupanya.
Apa yang harus aku lakukan jika sudah seperti ini? Apa aku harus berpegang teguh dengan terus berusaha menampik tuduhan Jay tersebut atau malah berkata jujur mengenai perjanjian tersebut? Siapa tahu dapat membebaskan aku dari semua yang terjadi?
Tuhan, bagaimana ini, aku takut dengan Jake dan Jay tapi aku juga sangat takut berhubungan dengan iblis Lucifer. Aku sadar ini salah, tapi perasaanku terus menuntunku untuk terikat dengan Jungwon! Sementara Jungwon malah mengikat diriku dengan bantuan iblis Lucifer. Ini pilihan yang berat!
Disaat aku berpikir untuk menjawab pertanyaan Jay, tiba-tiba suara tombol sandi di apartemenku berbunyi seiring terbukanya pintu apartemenku secara perlahan. Terlihat Jungwon yang muncul dengan seringai mengerikan dan mata merahnya berjalan menghampiri kami bertiga. Sontak, membuat Jay Park memundurkan langkahnya, sementara Jake Sim tergerak mengambil pistol dalam saku celananya lalu menodongkan ke arah kekasihku tersebut.
"Siapa kau?! Berhenti atau ku tembak!" ancam Jake dengan suara yang bergetar. Aku yang tak ingin siapapun terluka lagi dalam insiden ini pun berusaha melindungi tubuh Jungwon di belakang tubuhku. "Jangan lakukan itu, daddy!" pintaku, bahkan sengaja menyebut panggilan yang Jake berikan agar meluluhkan lelaki itu. Namun, Jungwon yang merasa tak perlu di lindungi pun malah mengubah posisi menjadi aku yang berlindung di belakang tubuhnya.
"Aku Yang Jungwon, kekasih Y/n. Jadi kalian yang sudah menjebak kekasihku dan merekamnya untuk situs porno kalian?" tanya Jungwon tepat mengenai sasaran. Aku hanya bisa terdiam sambil menatap Jay Park yang begitu ketakutan di belakang sana.
Disaat Jake ingin menarik pelatuknya, Jungwon mendekat guna meletakkan dahinya tepat di depan pistol yang Jake todongkan pada kami. Jay sempat menahan rekannya tersebut, namun Jake yang keras kepala pun nekat menarik pelatuknya dan..
Dor!!
"Jangan!" refleks aku berteriak begitu kencang. Jungwon memang sempat terdorong ke belakang setelah peluru itu di tembakan, namun setelah beberapa detik ia kembali berdiri tegak lalu meraih tangan Jake yang masih memegang pistolnya. Berusaha Jungwon arahkan pistol itu ke arah kaki Jake sendiri tapi sekuat tenaga pula Jake berusaha menghentikannya. Bahkan sampai membutuhkan bantuan Jay di belakangnya.
"Jangan pernah ganggu kekasihku lagi, aku tak segan membunuh kalian berdua jika nekat menyakitinya!" setelah mengatakan itu, dapat ku lihat selongsong peluru yang jatuh dari arah dahi Jungwon ke lantai apartemenku. Detik itu, pula suara tembakan mengiringi suara teriakan Jake penuh kesakitan saat Jungwon berhasil membalikkan keadaan dengan menembak kaki Jake, "Akh!".
Hampir Jake terjatuh ke lantai jika tidak segera Jay tahan menggunakan tubuhnya. Jungwon mengambil alih pistol di tangan Jake lalu balik menodongkannya pada Jake dan Jay yang menatapnya penuh rasa takut. Bahkan, Jake sudah tak peduli dengan darah yang terus mengalir dari luka tembakan di kakinya dan terus menatap Jungwon penuh rasa dendam.
"Keluar dari kamar ini, sekarang!" ancam Jungwon sambil meminta diriku berdiri di sisi yang lain agar tidak menghalangi langkah keduanya. Namun, sebelum pergi Jake Sim sempat berkata, "Akan aku kejar kamu sampai ke dasar neraka sekalipun, Y/n! Urusan kita belum selesai!" yang semakin membuat Jay Park takut dan menarik tubuh rekannya tersebut keluar dari kamar apartemenku.
Jungwon yang merasa menang pun sampai berteriak, "Langkahi dulu aku jika kau ingin bertemu dengannya, Jake Sim! Aku tak segan membunuhmu agar menjadi bahan bakar di neraka bersamaku!" terdengar begitu mengerikan karena aku yakin, Lucifer yang sedang mengambil alih tubuh Jungwon saat ini. Itulah sebabnya ia selamat dari tembakan pistol yang Jake Sim berikan.
