Rintik air hujan mewarnai percobaan kabur yang kami lakukan dari konglomerat gila bernama Jake Sim. Bukan tanpa alasan Niki nekat mempertaruhkan nyawanya demi membawaku kabur dari bosnya tersebut, selain ingin sekali merasakan tubuhku, lelaki itu juga tak terima dengan perkataan yang baru saja aku lontarkan untuknya.
Mengenai dirinya yang akan selalu menjadi anjing setia Jake Sim. Niki tentu saja tak terima setelah mendengar kenyataan tersebut, hingga memancing kegilaan bangkit dalam dirinya untuk membawaku pergi dari bosnya tersebut. Jujur saja, aku tak sabar menyaksikan episode-episode drama baru yang akan tercipta dari konflik ini. Tapi aku lebih tak sabar merasakan tubuh lelaki yang begitu fokus membawa mobil ini menerjang derasnya hujan.
Satu pertanyaan yang terlintas di benakku, Niki ingin membawaku kemana?
"Matikan handphonemu, Y/n!" setelah mengatakan itu, Niki bawa mobil milik Jake Sim memasuki sebuah gang cukup kecil dan menanjak ke suatu tempat. Setelah berada di bagian atas pemukiman ini, Niki ambil payung yang terdapat dalam dashboard samping bangku supir lalu keluar untuk menjemput ku. "Tinggalkan handphonemu disini!" perintah lelaki itu dengan lancangnya lelaki itu melempar handphoneku ke bagian depan mobil lalu menarik tanganku keluar dari mobil mewah itu.
Niki ajak aku menembus derasnya hujan dengan payung kecil sebagai pelindung kami berdua. Cukup lama Niki mengajakku berjalan menanjak ke pemukiman yang berada lebih tinggi lagi dari posisi mobil Jake terparkir hingga tibalah kami di sebuah ruko kecil.
Niki rogoh kantung celananya untuk mengambil sebuah kunci yang dapat membuka pintu besi ruko tersebut. Setelah terbuka, Niki berikan payung tersebut padaku dan menarik pintu itu sampai terbuka lebar. Terlihat sebuah mini van berwarna putih yang langsung Niki buka alarm mobilnya dan mengajakku masuk ke dalam van tersebut.
Sambil memanaskan mobilnya, Niki ganti plat di mobil itu untuk menyamarkan jejak kami. Setelah itu, Niki aktifkan mode kontrol pada pagar besi yang sebelumnya ia buka lalu masuk kembali ke dalam mobil van ini dan mulai mengeluarkan mobil tersebut dari bagasi ruko ini. Setelah keluar seutuhnya, barulah Niki tutup pagar besinya menggunakan sebuah alat tanpa harus turun dan menutup manual.
Barulah Niki bawa aku ke perjalanan kabur sesungguhnya.
Sepanjang perjalanan, tak banyak kata yang Niki ucapkan padaku. Lelaki itu hanya terus diam seolah begitu fokus pada perjalanan kami meninggalkan kota ini. Sementara diriku hanya bisa duduk tenang sambil memandang kosong ke arah jalanan di depan. Ternyata, lelaki ini benar-benar nekat membawaku kabur sejauh mungkin, lalu bagaimana dengan nasib Jungwon? Ah, mungkin dia bahagia saja karena sudah melepaskan ikatan kami dengan mengakhiri hubungan kami dan menikmati malam bersama banyak wanita.
Tapi, bagaimana dengan Sunghoon? Apa ia baik-baik saja? Apa iblis lucifer memang telah membebaskan dia dari pengaruhnya atau Sunghoon malah dijadikan budak lagi olehmu, tuan?
Bisakah kau tunjukkan kalau keadaan Sunghoon baik-baik saja? Aku sangat khawatir, apalagi aku yakin Jake Sim pasti kebakaran jenggot atas kaburnya diriku bersama Niki. Bagaimana ini, tuan Lucifer? Apa yang harus aku lakukan?
Aku hembuskan napas panjang lalu memejamkan mataku, tiba-tiba bayangan Sunghoon yang sedang berbincang seru dengan beberapa temannya mulai terbayang dalam pikiranku. Tak luput juga aku dengar suara Lucifer yang berbisik, "Kau tak perlu khawatir atas keadaan Sunghoon dan Jungwon, Y/n. Fokus saja pada pelarianmu ini! Hahaha saya sangat menyukai lelaki bernama Niki itu, beri akses untukku menguasai tubuhnya, bersetubuh lah dengannya!" setelah Lucifer selesai mengatakan itu.
Aku buka pandanganku seiring senyuman terukir di wajahku untuk Niki. Niki yang sadar atas tatapanku pun menoleh sesaat sebelum ia kembali fokuskan perhatiannya pada jalanan di depan. "Kita sudah sejauh ini, Y/n. Aku tahu, hidupku mungkin tak akan lama lagi jadi berikan aku kenangan terbaik di sisa akhir hidupku." ucap Niki seolah pasrah atas takdir yang akan menghampirinya. Tanpa bisa ia kendalikan, tangis Niki pecah seolah merutuki semua yang telah ia lakukan demi diriku.
Dia tahu, bosnya itu benar-benar gila tapi dia sendiri tak bisa mengendalikan amarah yang ia rasakan saking tak terimanya dengan ucapanku tadi. Semakin membuatku tertawa dalam hati, menandakan sebegitu besarnya pengaruh ku untuk lelaki horny yang butuh pelampiasan seperti Niki ya.
"Apa kau tahu? Jake Sim pernah menembak kepala Jungwon, tapi berkat iblis lucifer, Jungwon jadi kebal atas segalanya. Tidak denganmu Nik-" belum selesai aku berbicara. Niki langsung memukul stir mobil dengan keras sambil berteriak ketakutan.
"Aku tahu! Apa kau pikir, aku tak mengetahui siapa saja yang pernah Jake Sim habisi?!! Dia lelaki gila Y/n dan sialnya aku ikut menaruh obsesi pada hal yang sangat Jake Sim sukai!" kesal Niki yang aku rasa ditujukan untuk dirinya sendiri bukan diriku. Ya, aku merasanya demikian karena hal yang dia rasakan tentu di luar kendaliku, bukan?
Aku tak pernah berniat menggoda siapapun, dia saja yang tak bisa menahan nafsunya sendiri.
"Itu diluar kendaliku, Nik. Tak ada niatan aku menggoda mu di awal, aku bahkan berniat menghancurkan hidup Jake Sim dan Jay Park dengan melakukan perjanjian lucifer dengan Jungwon. Diluar kendaliku jika kau ikut menaruh obsesi padaku." ucapku begitu percaya diri yang membuat Niki semakin ketakutan. Aku pun berusaha menenangkannya dengan menyentuh lengan lelaki itu, tetapi Niki malah berkata, "Jangan sentuh aku, Y/n. Aku sedang berusaha menahan segalanya!".
Membawa pandanganku tertuju pada benjolan di celana Niki. Sukses mengembangkan senyuman di wajahku hingga aku putuskan untuk mengikuti perintahnya. Namun, aku yang merasa tak nyaman saat harus duduk lama dalam kondisi masih menggunakan vibrator pemberian Jake. Aku minta izin pada lelaki itu, "Kamar mandinya ada? Aku ingin mengeluarkan vibrator Jake dari tubuhku." ucapku yang langsung Niki jawab.
"Jangan! Biar aku saja yang keluarkan nanti. Pakai saja sabuk pengamanmu, aku bakal ngebut!" perintah Niki yang langsung aku turuti seiring mobil van ini yang melaju amat kencang sampai membuat seisi mobilnya bergetar semua. Aku yang ketakutan pun hanya bisa berpegangan pada mobil ini hingga kecepatan mobil ini perlahan berkurang.
Aku baru menyadari mobil ini memasuki wilayah khusus untuk parkir campervan seperti mobil yang Niki kendarai. Niki cari parkiran paling ujung yang tertutup dari berbagai sisi. Setelah memastikan aman dan mobil ini terparkir dengan rapi, Niki menoleh ke arahku seraya berkata, "Mobil ini memang aku rancang sebagai rumah terakhir selepas aku putus hubungan kerja dengan Jake Sim. Sejak awal bekerja, aku sudah memprediksi pelarian ini akan terjadi. Jake Sim sangat gila dan bisa menghabisi nyawa siapa saja termasuk diriku. Sebelum hal tersebut terjadi, aku perlu menyiapkan perlawanan dan satu-satunya cara dengan melarikan diri sejauh mungkin seperti yang sedang kita lakukan saat ini." ucap Niki membuatku terdiam.
Ternyata, ia juga merasakan ketakutan yang sama dirasakan oleh seluruh orang terdekat Jake Sim.
TBC
Kalian siap akan kegilaan Jake mendatang?
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.