19: Ikatan Lain

1.1K 71 18
                                        

YOU POV

"Nghhh Sunghoon~" desahku tak tertahankan saat Sunghoon semakin kencang menghentakkan tubuhnya padaku. Posisinya kami saat ini, berdiri menghadap cermin kamar mandi Sunghoon dalam posisi tubuh yang menyatu dan tangan kanan Sunghoon mencengkram leherku kuat. Jangan lupakan posisi tangan kanan lelaki itu yang berada tepat di antara kedua dadaku, ditambah lagi desahan Sunghoon yang teramat berat di telinga kiriku, semakin membuat persetubuhan kami kali ini terasa lebih nikmat tiada tara.

"Fuck nghhh!" Mataku terpejam saat merasakan Sunghoon berhasil menyentuh bagian terdalam di tubuhku walau dalam posisi seperti ini. Pertanda milik lelaki itu memang luar biasa panjang dan besar walau bokongku yang besar ini selalu menjadi penghalang untuk melakukannya dalam posisi berdiri, persis seperti yang Sunghoon lakukan saat ini.

Jungwon hanya terasa setengah, sementara Heeseung tak bisa masuk ke dalam tubuhku karena terhalang ukuran bokongku yang sangat besar, itulah sebabnya Heeseung sering melakukannya dalam posisi missionarry atau doggy style saja. Tak bisa melakukan berbagai jenis gaya seperti yang Jungwon dan Sunghoon lakukan saat bersamaku. Sejauh ini, rekan kerjaku inilah yang mampu memuaskan ku dalam berbagai posisi dan gaya.

Sunghoon sangat luar biasa.

"Nghhh! Dalam banget, disitu Hoon!" pintaku tanpa sadar memberikan tatapan memohon untuk lelaki itu melalui cermin di hadapan kami berdua. Jangan lupakan tanganku yang sibuk memilin kedua payudaraku sendiri sementara tangan Sunghoon yang lain sibuk menggerakkan jarinya di titik penuh syaraf milikku. Seperti biasa, hubungan badan bersama Sunghoon selalu terasa begitu intens dan teramat nikmat bagi kami berdua.

Entah sudah berapa belas kali pelepasan yang aku rasakan, sementara lelaki itu begitu perkasa dengan belum menemukan pelepasannya satu kalipun. Hal itu juga berkat efek samping obat yang seseorang campurkan ke makanan kami. Jika tanpa bantuan viagra, aku yakin Sunghoon pasti sudah lemas setelah melakukannya hampir dua jam bersamaku.

"Hangat dan sempit sekali, kau sangat nikmat Y/n! Aku semakin menyukaimu!" puji Sunghoon sampai tak bisa lagi menahan dirinya dengan melepaskan tautan tubuh kami dan menarik ku keluar menuju kamar tidurnya. Sunghoon dorong tubuhku berbaring di atas kasur miliknya kemudian mengangkat kakiku untuk melakukannya dalam posisi missionarry.

Setelah menyatukan seluruh tubuhnya lagi di tubuhku, lelaki itu jatuhkan tubuhnya tepat di depan wajahku dan menggunakan posisi ini untuk membuatku hanya fokus padanya. Sungguh, aku sangat ketagihan melakukan seks dalam posisi missionary seperti ini, terutama saat partnerku membungkam desahanku menggunakan ciuman menuntut seperti yang Sunghoon lakukan saat ini. Sejujurnya Sunghoon telah mengabulkan seluruh fantasi terliar dalam otakku selama ini, itulah sebabnya aku tak sanggup menahan pelepasan ku saat bersama dirinya.

Walau kami telah membersihkan diri sambil menikmati tubuh satu sama lain, tetap saja tubuh kami berdua kembali dibasahi keringat dan cairanku yang terus keluar. Sadar atas pelepasan yang sekian kali aku rasakan, Sunghoon hentikan hentakan tubuh dan ciumannya untuk menatap mataku intens.

"Kasurmu jadi basah loh, Hoon~" ucapku yang langsung Sunghoon jawab dengan, "Lalu? Kau ingin berhenti disini?" tanya Sunghoon yang tidak aku jawab dengan gesture apapun. Aku hanya menggigit bibir bawahku dan mengalihkan pandanganku dari lelaki berkulit putih tersebut. "Tatap mata lawan bicaramu, Y/n!" pinta Sunghoon dengan suara yang dingin.

Aku pun menurutinya dengan kembali menatap mata Sunghoon yang menindih tubuhku. "Sepanjang aku melakukan denganmu, aku terus kepikiran berbagai cara agar membawamu lepas dari semua belenggu ini, Y/n. Cara pertama, untuk membuatmu lepas dari Jay dan Jake, kita harus melaporkan apa yang kita terima ke pihak berwajib, dengan konsekuensi semua orang tahu mengenai kejadian tersebut. Kedua untuk membawamu lepas dari pengaruh iblis, kau harus mengakhiri hubunganmu dengan kekasihmu dan menjauh darinya menggunakan cara apapun!" ucap Sunghoon sambil mengecup dahi, pipi, kedua kelopak mata dan bibirku secara perlahan.

Membuatku menghembuskan napas panjang, kemudian mengalihkan lagi tatapanku darinya. Entahlah, rasanya aku sedang tak ingin membicarakan mengenai masalah hidup saat ini. Aku hanya ingin menikmati momen bersamamu Sunghoon, tapi aku sadar juga tak boleh terlalu tenggelam dalam semua kenikmatan ini.

Sunghoon kejutkan aku saat ia hentakkan lagi tubuhnya padaku. Disaat ia ingin mencium bibirku, Sunghoon sempat berkata, "Apapun yang terjadi, aku tetap bersamamu, Y/n." setelah mengatakan itu, Sunghoon kembali dalam mode intens dan nikmat seperti sebelum lelaki itu utarakan mengenai pikirannya padaku.

Namun, diriku yang malah kepikiran saat ini, aku tanpa sadar memasang wajah biasa saat Sunghoon semakin menaikkan tempo hentakan tubuhnya karena aku merasa begitu takut melalui semua kejadian yang akan terjadi pada kami setelah ini. Lalu, aku harus bagaimana?

Membawaku terikat dengan iblis lucifer sebenarnya bukan sebuah jalan keluar, malah sebagai penambah beban baru dalam hidupku yang tersesat ini dan aku sadar kegiatan yang aku lakukan bersama Sunghoon, tak seharusnya terjadi lagi.

Aku terus melamun hingga ku rasakan Sunghoon yang menampar wajahku keras sambil ia posisikan kedua tangannya mencekik leherku cukup kuat. "Mikirin apa sih?" tanya lelaki itu yang kini aku sadar telah berubah warna mata menjadi merah menyala. Persis seperti Jungwon ketika dirasuki iblis Lucifer yang mengikat kami. Aku pun berusaha memberontak hingga Sunghoon layangkan kembali tamparan ke wajahku cukup keras.

"Kenapa? Terkejut dengan kehadiranku? Sudah ku bilang, jangan pernah merasa takut sedikitpun karena aku akan hadir di setiap langkahmu. Sekuat apapun dia berusaha menguatkan imannya, dengan persetubuhan ini akan terasa amat mudah bagiku mengambil alih kesadarannya. Bagaimana? Kau siap melihat orang yang kau sukai menjadi korban pertamamu?" tanya Lucifer yang langsung memecah tangisku begitu parau. Aku berusaha menahannya dengan, "Jangan, ku mohon, jangan lakukan itu tuan. Kau boleh mengambil siapapun kecuali Sunghoon!" pintaku dengan sangat.

Tawa Lucifer pun pecah, "Termasuk nyawa keluargamu?" yang malah memecah tangisku lagi. Aku menggeleng kuat hingga ku berusaha memohon, "Tidak! Jangan, ku mohon Lucifer, jangan ambil mereka semua!" pintaku sampai menggosok tanganku pertanda putus asa atas segalanya dan berserah pada iblis tersebut. Namun, Lucifer itu malah mencekik leherku dan berkata, "Sejak awal, perasaan dan getaran yang kamu rasakan pada Sunghoon sudah salah, Y/n. Kau lupa, belahan jiwamu adalah Jungwon tapi kau malah menyukai lelaki lain yang dapat memuaskan mu lebih dari yang Jungwon berikan padamu. Betapa jahatnya kamu!" ucap Lucifer yang langsung aku jawab dengan gelengan kepala.

"Tidak, aku mencintai Jungwon, lucifer. Hanya saja, Sunghoon-" belum selesai aku berbicara. Lucifer itu memotong ucapanku dengan, "Jika kau tak ingin rekan kerjamu ini menjadi korban, bawa dia sebelum bulan purnama besok untuk melakukan ritual memujaku di kastil. Jika tidak dia akan berakhir mengenaskan karena terobsesi padamu, Y/n! Aku butuh lebih banyak pengikut angkuh sepertinya agar mereka semua tahu betapa tinggi derajatku dibanding kalian semua!" setelah mengatakan itu, tubuh Sunghoon yang tidak dirasuki iblis lagi jatuh di atas tubuhku yang tak berdaya.

Tanpa sadar, aku menangis kencang sambil memeluk tubuh Sunghoon yang tak berdaya di atas tubuhku. Maafkan aku Sunghoon telah menyeret mu dalam permasalahan ini. Aku tak tahu harus melakukan apa setelah ini, tapi yang jelas aku begitu ketakutan dan merasa bersalah.

TBC

UNTUK KEDEPANNYA AKU GA JANJI BAKAL RAJIN UPDATE SAMPE PERTENGAHAN DESEMBER YA, PERIHAL KERJAAN. HARAP PENGERTIANNYA, TERIMA KASIH❤

HUG ME TIGHTERCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang