43: Mobil & Karaoke

585 47 24
                                        

YOU POV

"Jami deul ttaekkaji hanbeondo
Ulliji annneun haendeuponeul deulgo~" Some by Soyou, Junggigo, Lil Boi.

Saat lagu itu mengalun memenuhi seisi mobil Heeseung, jantungku terus berdegup kencang seiring ingatanku yang kembali pada masa pertama kali aku bertemu dengan lelaki itu. Lagu inilah yang kami nyanyikan bersama sebelum Heeseung memperkosaku di dalam ruang karaoke milik Jake Sim dan Jay Park. Sialnya, lagu ini kembali terputar di momen saat kami bersama lagi setelah sekian lama. Aku tak akan mungkin melupakannya dan tanpa sadar, aku menaruh kenangan buruk bersama Heeseung dalam lagu ini.

"Yojeum ttara, naekkeoin deut naekkeo anin naekkeo gateun neo~" saat tiba di bagian reff lagunya. Heeseung bertanya, "Kau ingat lagu ini?" yang memancing diriku menoleh ke arah lelaki itu. Bahkan, aku dapat mencium aroma parfum yang khas dari seorang Lee Heeseung. Aroma parfum inilah yang terus tertinggal di pakaianku bahkan setelah kami tak bersama lagi. Saking kuatnya aromanya, namun aku sangat menyukainya.

Aku anggukkan kepalaku kemudian mengalihkan lagi pandanganku ke arah depan. "Ige museun saiin geonji sasil hetgallyeo, muttukttukhage guljima~" Heeseung mulai bersenandung indah untuk menikmati lagu tersebut. Semakin memaksa ingatanku kembali pada momen saat kami bersama yang entah mengapa malah membuatku ingin menangis.

Sejujurnya, perasaan yang aku rasakan pada Heeseung dahulu sangat berbeda dengan perasaan yang aku rasakan pada Jungwon saat ini. Mulutku terus berkata kalau aku mencintai Jungwon, tapi hatiku seolah tidak bisa berbohong saat dipertemukan lagi dengan lelaki pertama yang mampu meruntuhkan seluruh tembok tinggi yang aku buat.

Jujur saja, saat mencintai Heeseung dulu aku dipenuhi ketakutan atas perasaan yang tak terbalas, perasaan yang menempatkan aku dalam posisi yang tidak diinginkan, dan perasaan menganggu lainnya yang seharusnya tidak aku rasakan saat mencintai seseorang. Sementara saat aku mencintai Jungwon, malah aku yang merasa bersalah, tetapi setelah mengetahui ia menyukaiku dengan sangat aku malah merasa lebih bahagia.

Aku sadar, memiliki hubungan dengan Heeseung hanya akan menciptakan luka baru yang lebih menyakitkan di dalam hidupku yang gelap, itulah sebabnya aku berusaha keluar dari situasi tersebut. Ditambah lagi atas beberapa sikap Heeseung yang sepertinya tak ingin aku jatuh terlalu dalam saat bersamanya. Memantik ego dalam diriku mengambil alih perasaanku sendiri. Ya, aku mencintai Heeseung, tapi egoku lebih besar dari perasaan cintaku tersebut.

"Kau bahagia bersama Jungwon?" tanya Heeseung menghambur lamunanku. Aku yang bingung karena ia mengetahui nama Jungwon pun bertanya balik, "Kok mas tahu nama kekasihku, Jungwon?" tanyaku yang sukses memecah tawa Heeseung sambil menoleh ke arahku saat mobil yang ia kendarai berhenti di sebuah lampu merah.

"Jay Park dan Jake Sim selalu menyebut namanya." ungkap lelaki itu yang hanya ku respon dengan hembusan napas kasar.

"Kau bahagia saat bersamanya?" tanya Heeseung lagi yang langsung aku jawab dengan anggukan kepala tanpa ragu sedikitpun. "Sangat." jawabku. Tiba-tiba, rintik air hujan jatuh membasahi bumi yang sedari tadi gelap karena mendung.

"Sebesar kau mencintaiku dulu atau lebih?" tanya Heeseung yang tak ku sangka akan menuju kesana. Aku menoleh dan menjawabnya dengan yakin, "Lebih karena Jungwon tak merasa malu memilikiku." jawabku sempat membuat Heeseung terdiam sesaat. Lelaki itu menoleh ke arahku untuk mengatakan, "Sejujurnya, aku tak pernah merasa malu memilikimu, Y/n." yang ditujukan pada hubungan singkat antara kami terdahulu.

"Kau duluan yang menciptakan interaksi dingin ini, Y/n. Aku sudah tersenyum padamu, tapi kau bahkan tak sedetikpun menatap ke arahku jadi aku pikir kau tak ingin orang lain tahu kita saling mengenal." ungkap Heeseung. Aku alihkan pandangan darinya dan langsung mengerti interaksi mana yang ia maksud tersebut.

HUG ME TIGHTERCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang