20: Ancaman Ketiga

793 71 18
                                        

YOU POV

Jantungku berdegup sangat kencang ketika menyadari motor yang Sunghoon kendarai telah memasuki wilayah kantor kami. Seperti biasa, beberapa rekan kami yang telah melakukan absen pulang selalu berbincang di area parkiran kantor sebelum mereka kembali ke rumah masing-masing. Sama halnya dengan Roeun dan beberapa rekan wanita yang lumayan dekat denganku, perbincangan mereka terhenti saat menyadari diriku dan Sunghoon yang datang lalu memarkirkan motor tak jauh dari mereka.

"Ciee ciee survei berduaa yaa~" tepat setelah aku turun dari motor Sunghoon, godaan-godaan itu mengalun kencang dari beberapa rekan kerjaku yang memperhatikan kami. Aku yang malu pun sempat mengalihkan perhatianku dengan berlari menuju motorku untuk meletakkan helmku disana. Sementara Sunghoon dengan bangganya berkata, "Iya nih, habis survei bersama kami." seolah begitu bangga atas kenyataan tersebut.

Aku pun menghampiri mereka dan Roeun langsung melingkarkan tangannya di pinggangku seraya berkata, "Cie, mba Y/n akhirnya survei bareng lagi sama mas Sunghoon!" seolah momen ini merupakan momen langka yang ditunggu mereka semua. Kegaduhan pun semakin menjadi-jadi saat Sunghoon mendekat ke arahku guna merapikan tatanan rambutku yang berantakan sehabis menggunakan helm.

"Asli, mesra banget kalian. Curiga sudah jadian!" celetuk rekan lelaki kami bernama mas Yoshi. Yang ditimpali oleh Roeun, "Kayaknya sih iya, biasa mereka kayak tom and jerry!" yang hanya kami respon dengan tawa pelan. Setelah merapikan tatanan rambutku, Sunghoon elus puncak kepalaku pelan sebelum bertanya, "Tak ada briefing sore kan hari ini?" yang langsung di respon, "Sudah briefing, kalian aja yang lama." oleh Kyungmin. Sementara Dongguk pun kembali menggoda, "Pacaran terus sih!" sukses memecah tawa kami bersama.

"Ada berita apa?" tanyaku pada Roeun sebelum masuk ke dalam untuk melakukan absen pulang. "Biasa mba, gaji sepertinya telat lagi masuk karena penilaian kinerja sektor pemetaan. Kita harus berhemat lagi sepertinya." jawab Roeun yang hanya ku respon hembusan napas. "Aku masuk ke dalam dulu yaa~" ucapku yang berniat Sunghoon ikuti, namun mas Yoshi menahannya guna mengajaknya berbicara mengenai data yang telah ia survei di keluarahan terdahulu.

Tersisalah aku sendirian yang berjalan memasuki kantor. Sialnya, tepat di depan pintu masuk, aku tak sengaja berpapasan dengan mba Mina yang sama sekali tak menegur maupun menatap mataku. Ia lewat begitu saja sambil mengajak berbicara seorang temannya dari divisi lain. Aku sebenarnya tidak terlalu peduli karena masih banyak masalah lain yang harus aku pikirkan ketimbang permasalahan mba Mina. Toh aku bekerja untuk memenuhi kebutuhan diriku sendiri dengan gaji yang aku dapatkan, hadir atay tidak peran teman sepertinya dalam hidupku tak berpengaruh banyak padaku.

Saat aku tengah membuka sepatuku untuk memasuki kantor, lewat segerombolan lelaki dari divisi lain. Aku berusaha tidak memperdulikannya dengan meletakkan sepatuku ke dalam tempat yang tersedia, namun di saat aku membalikkan badan, seorang lelaki bertubuh besar menghalangi jalanku lalu bertanya, "Bisa kita bicara sebentar?" Bahkan tanpa memanggil nama atau melakukan intro apapun padaku. Ia langsung menembak pertanyaan itu bahkan di depan teman-teman yang berada satu divisi dengannya. Sukses menarik perhatian semua orang, termasuk wanita yang sebelumnya aku duga merupakan target barunya.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
HUG ME TIGHTERCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang