Setahun kemudian..
Aku perhatikan wajah lelaki yang tertidur di samping tubuhku dengan jantung yang berdegup sangat kencang. Padahal kami telah hidup bersama satu tahun lamanya, aku masih belum terbiasa akan keberadaan lelaki yang kini telah resmi menjadi suamiku. Lelaki yang sangat gigih memiliki ku sampai mengorbankan banyak orang-orang yang aku cintai untuk mengikat tubuh dan jiwaku agar terus bersamanya. Beruntungnya, rasa cinta yang lelaki ini rasakan bukannya memudar malah semakin kuat hingga mulai melibatkan ku dalam seluruh aspek dalam hidupnya.
Ya, dimana Jake Sim berada, aku akan berada di sisinya sebagai pendamping setianya. Tak hanya menjadi istri, aku juga berperan sebagai sahabat dan partner bisnis yang sangat lelaki itu butuhkan demi bertahan menjadi tang utama dalam seluruh sektor bisnisnya. Tahun ini, Jake mulai merambah ke sektor senjata api dengan membuka pabrik untuk memproduksi senjata rakitannya sendiri. Senjata mematikan yang membawa nama Jake Sim semakin naik dan disegani di seluruh wilayah dalam benua ini.
Namun, semua kemudahan yang kami dapatkan ini tentu tidak gratis. Tak hanya membunuh nyawa banyak sekali orang tanpa pandang bulu sebagai tumbal seluruh kesuksesan yang ia dapatkan, Jake juga harus mengorbankan buah hatiku sejak dalam kandungan.
Saat itu, aku baru sadar kalau diriku telah hampir lima minggu pasca malam pengikatan jiwa ragaku dengan Jake Sim. Dokter pribadi lelaki itu yang memberitahukan kabar mengejutkan tersebut. Sialnya, berkat bantuan Lucifer, Jake hanya perlu mengelus perutku sambil memejamkan matanya. Ia dapat mengetahui ayah ebenarnya dari anak di kandunganku. Ayahnya tentu saja lelaki yang sangat aku cintai dan pertama kali berhubungan badan denganku yaitu Jungwon.
Jake marah besar, dia tak terima atas karunia yang tuhan berikan pada diriku. Dia sangat berharap kalau bayi di kandunganku itu adalah buah hatinya, padahal aku bertemu dengan Jake tepat setelah aku melakukan hubungan tanpa pengaman dengan Jungwon dan Sunghoon. Wajar jika ayahnya merupakan salah satu dari kedua lelaki itu.
Jake tetap tak terima, ia tak ingin anak itu dan Lucifer tawarkan berbagai kemudahan yang kami dapatkan kini sebagai gantinya nyawa anak kami. Aku tentu saja menolak ide gila Jake Sim, namun kita semua tahu betapa gilanya lelaki itu jika keinginannya tidak terpenuhi. Aku tak dapat menolak dan tepat pada umur kandungan yang memasuki 6 minggu, lucifer ambil nyawa anakku menggunakan ritual yang Jake lakukan.
Hampir merenggut nyawaku juga, itulah sebabnya lelaki ini semakin merasakan cinta yang teramat kuat untukku.
Malam ini, genap satu tahun pasca terikat nya diriku dengan Jake Sim. Tak ada ritual apapun yang kami lakukan, Jake hanya mengajakku berbaring di atas kasur kami menikmati malam-malam yang biasa kami lalui bersama. Seolah tak merasa bosan, terus aku perhatikan rambut Jake yang sangat lembut berwarna cokelat.
Teringat soal rambut, aku jadi penasaran!
Aku kecup pipi Jake kemudian memanggilnya dengan suara yang lembut, "Daddy~". Sukses mengembangkan senyuman di wajah Jake, lelaki itu paksakan matanya terbuka untuk menatapku walau sesaat. Sepertinya Jake benar-benar merasa kelelahan saat ini.
"Kok rambut daddy tak pernah memutih ya, saat bersama Jungwon dulu. Rambut lelaki itu memutih sebagai tanda aku belum menaruh hati padanya." tanyaku. Jake kecup bibirku sambil menjawab dengan santai, "Berarti daddy berhasil mengikatmu seutuhnya!" ucap Jake tidak membuatku puas. Sadar atas ketidakpuasan ku dengan tidak menjawab penjelasannya tersebut memancing Jake buka kedua matanya untuk menatapku penuh arti.
"Sebenarnya sempat, tapi hanya sebentar saat daddy berada dalam penjara. Daddy begitu putus asa karena takut kau pergi meninggalkan daddy, tapi setelah kau pertemuan kita di sidang terakhir, warna rambut daddy kembali normal seperti ini." jelas Jake yang hanya aku jawab dengan anggukan kepala. Terus aku elus rambut Jake sambil memeluk tubuh Jake semakin erat.
"Jadi daddy percaya kan atas ikatan yang terjalin di antara kita? Seharusnya daddy tak perlu merasa takut lagi, apalagi hidupku sekarang hanya terpusat pada daddy!" ucapku begitu manja yang mampu memecah tawa pelan dari Jake. Lelaki itu cium pipiku begitu gemas sambil berkata, "Iya daddy percaya, sayangku~" terdengar sangat manis hingga mampu membuatku ikut tertawa bersamanya.
Sudahlah, yang lalu biarlah berlalu. Penyesalan yang aku rasakan tak akan memperbaiki keadaan bahkan menghidupkan orang-orang yang telah Jake Sim bunuh untuk mengikatku. Hukuman penjara yang Jake jalani juga atas tuduhan pembunuhan Jay Park walau tak banyak bukti yang dapat memberatkan. Akhirnya, polisi pun membebaskan Jake setelah melalui dua bulan waktu penahanan. Tak lupa dengan membayarkan sejumlah denda untuk mempercepat proses pembebasannya pula.
Sekarang, kami hanya menjalani hari sebagai pebisnis yang sukses, sepasang suami istri yang bahagia dan pengikut iblis lucifer paling utama. Ya, dengan terikat nya Jake denganku, mampu menaikkan posisinya juga sebagai ketua dari para pengikut Lucifer.
Bukankah hidup kami sangat bahagia?
☺
