42: Video Tersebar

629 48 24
                                        

Keesokan harinya..

"Peta kerja di distrik Seongbuk sudah dibagi ya." ucap manajer lapanganku saat kami sedang menjalani briefing pagi yang rutin kami lakukan setiap hari. Aku hanya memandang kosong ke depan saat mas Jungkook terus memberikan arahan untuk kegiatan kami hari ini dan setelah briefing pagi selesai. Aku buru-buru meringkas barangku hingga sebuah pertanyaan dari mas Jungkook menghentikan kegiatanku, "Y/n, Sunghoon ada menghubungimu tidak selama beberapa hari terakhir?" tanya mas Jungkook.

Aku keluarkan handphone milikku dan memperlihatkan chat Sunghoon terakhir kali saat lelaki itu menanyakan tentang keberadaanku sebelum ia mengeroyok Jungwon bersama beberapa temannya. Tentu aku tidak akan memberitahu mengenai pengeroyokan itu, tapi aku akam berusaha mendalami peran polosku yang tidak mengetahui alasan dibalik menghilangnya lelaki itu.

"Ini chat terakhir yang Sunghoon kirimkan pada saya mas, setelah itu pesan saya tak pernah lagi dibalasnya. Sekitar empat hari yang lalu, disaat saya masih izin sakit." jelasku semakin membuat mas Jungkook bingung. Manajar lapanganku itu pun berkata, "Dia sudah tidak ada kabar sejak tiga hari yang lalu. Menjadi pertanyaan juga dari pihak instansi, saya bingung ingin memberikan jawaban apa. Kalian tidak ada yang tahu yang mengenai keberadaan Sunghoon?" tanya mas Jungkook sekarang ditujukan pada beberapa rekan kerja yang berdiri di sekitaranku.

"Mungkin dia berhenti mas." ucap Kyungmin yang langsung di timpali oleh beberapa temannya. "Ada Y/n kok dia mau berhenti, ya kan Y/n? Aku pikir kalian dekat sekali!" ucap mas Yoshi yang langsung ku jawab, "Dekat sebagai teman kerja tetap ada batasannya mas. Saya tidak bersama Sunghoon selama 24 jam, jadi saya tak tahu mengapa Sunghoon menghilang seperti ini. Saya juga mencarinya kok mas." jelasku sambil sesekali melirik ke arah Kyungmin yang bahkan tak berani menatap mataku saking merasa takutnya.

"Bener, mba kan ga pacaran sama dia ya? Kenapa orang-orang pada menghubungkannya pada mba ya?" bisik Roeun yang berada tak jauh dariku. Sukses mendapat tatapan penuh arti dariku, "Karena mereka tahu, kami dekat. Padahal kedekatan seseorang tetap ada batasannya ya." jawabku yang langsung ditimpali Roeun dengan, "Itu sudah, mba". Mas Jungkook pun kembali berkata kepadaku, "Nanti jika Sunghoon menghubungimu, Y/n. Kabari mas, biar mas hubungi dia atau perlu datangin dia ke rumahnya!" setelah mengatakan itu, mas Jungkook pun bertanya lagi.

"Ah iya, rumahnya! Apa kau tahu apartemen Sunghoon dimana Y/n?" tanya mas Jungkook yang langsung Kyungmin jawab dengan, "Saya tahu mas!". Detik itu juga, jantungku berdegup sangat kencang dibuatnya hingga, "Tapi saya sudah datang setia harinya ke sana. Tak ada orang, saya yakin Sunghoon hyung sedang tak berada di apartemennya." jawab Kyungmin dapat membuatku bernapas lebih lega.

"Baiklah kalau begitu," jawab mas Jungkook kemudian pergi meninggalkan kami untuk memasuki ruangannya. Setelah aku rasa semua barangku telah masuk ke tas, sempat aku perhatikan penampilanku dari pantulan cermin di depan gedung kantor, tempat kami melakukan briefing pagi terlebih dahulu. Disaat aku tengah memperhatikan penampilanku, tiba-tiba seorang laki-laki keluar dan memanggil namaku dengan lembut, "Y/n."

Dia Heeseung yang tak ragu lagi membangun interaksi di depan semua orang bersamaku, padahal dulu dia bahkan tak ingin seorang pun tahu kami saling mengenal. "Iya mas." jawabku, interaksi ini sukses mendapat atensi dari semua rekan kerjaku, apalagi saat Heeseung mengajakku berbicara sedikit menjauh dari kelompokku. Tak lupa aku mengenakan kembali tas ranselku untuk mengikuti langkah Heeseung yang ingin mengajakku berbicara.

Sialnya, ia malah mengajakku berbicara di tempat yang dapat Jungwon lihat dari kejauhan saat ia sedang menungguku saat ini. Semoga tak memantik api dalam dirinya lagi, tapi tunggu! Dimana Jungwon, seharusnya keberadaanya terlihat dari tempat ini.

"Ada apa mas?" tanyaku. Heeseung sempat memperhatikanku sesaat sebelum bertanya, "Mas yang harusnya bertanya demikian? Ada apa? Kok kamu tak datang kemarin malam. Katanya kau ingin meminta bantuan mas." tanya Heeseung sekedar meminta penjelasan atas batalnya rencanaku berkat kecemburuan kekasihku.

HUG ME TIGHTERCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang