Aku tak tahu, Jake ingin membawaku kemana setelah berhasil menemukan keberadaan ku yang sedang melakukan perintah Lucifer untuk terhubung dengan Heeseung. Bahkan, Jake dapat mengetahui lokasi pasti keberadaan ku, tanpa perlu penunjuk arah, hanya bermodalkan kepercayaan dan feeling yang Lucifer berikan padanya.
Sialnya, lelaki gila ini ternyata masih hidup karena menjadi manusia terpilih oleh Lucifer untuk menjadi pengikut setianya. Sama dengan Jungwon, tak ada kekuatan apapun yang bisa membunuh lelaki itu kecuali atas kehendak lucifer dan tuhan yang maha kuasa.
Teringat tentang tuhan, aku bahkan tak menaruh kepercayaan lagi pada sang pencipta setelah semua masalah ini terjadi. Aku merasa begitu tersesat, namun sudah kepalang tanggung menjadi pengikut iblis lucifer yang sangat menguntungkan aku dalam banyak hal. Terutama dalam menghadapi kegilaan dari semua lelaki yang terobsesi padaku, Jungwon, Jake Sim, Jay Park, Nishimura Riki, bahkan Sunghoon, ah jangan lupakan Heeseung yang masih berusaha merasakan tubuhku kembali setelah sekian lama.
Lamunanku buyar setelah mendengar lirik dari lagu yang Jake putar di dalam mobilnya. "I shouldn't have fallen in love, look what it made me become. I let you get too close. Just to wake up alone. And I know you think you can run. You're scared to believe I'm the one. But, I just can't let you go~" bukankah liriknya sangat menggambarkan perasaan yang Jake rasakan padaku? Apalagi setelah melihat ke arah lelaki itu yang terus memperhatikanku sambil menggenggam tanganku erat.
Jake Sim semakin mengeratkan genggaman tangannya saat mendengar bagian reff dari lagu tersebut mulai terputar. "I'd let the world burn. Let the world burn for you. This is how it always had to end. If I can't have you, then no one can." tanpa sadar Jake ikut bernyanyi sambil mengulaskan senyuman yang mampu membuatku merinding sekujur tubuh.
Berusaha aku buang tatapanku dari lelaki itu sambil mengigit bibir bawahku sendiri hingga ku dengar perintah yang Jake berikan pada supir pribadinya, "Bisakah kau lebih cepat lagi?" seolah tak sabar ingin membawaku ke suatu tempat yang aku rasa jalannya menuju ke gedung karaoke miliknya. Benar saja, setelah memarkirkan mobil ke dalam parkiran yang hanya diperuntukkan untuk pegawai.
Jake Sim mengajakku turun dari mobil miliknya dan membawaku naik menuju lantai paling atas gedung karaoke ini. Tepat ke dalam kamar vvip yang sebelumnya mereka gunakan untuk menikmati tubuhku. Sekarang, hanya ada aku dan Jake Sim di dalam ruangan ini. Bahkan, Jake Sim sengaja meminta pada seorang anak buahnya untuk mengunci pintu itu dari luar agar tak memudahkan aku kabur darinya lagi.
"Bagaimana? Apa kau sudah puas menikmati banyak tubuh lelaki setelah lepas dari pengawasan daddy?" tanya Jake yang langsung aku jawab dengan gelengan kepala. Berusaha aku jelaskan dengan suara yang bergetar, "Tak seperti yang kau bayangkan daddy. Aku harus menumbalkan Heeseung untuk memperkuat hubunganku dengan Jungwon dan cara terbaiknya dengan mengikat lelaki itu melalui hubungan badan. Daddy pasti paham karena daddy juga lelaki pilihan Lucifer." jelasku sukses membuat Jake Sim tertawa.
Lelaki itu tarik tanganku untuk mengikutinya mendekat ke arah kasur ruangan lalu mendorong tubuhku kuat agar berbaring di atas kasur tersebut.
"Jungwon sudah menumbalkan berapa orang?" tanya Jake Sim begitu dingin seolah tak ingin kalah begitu saja dengan kekasihku tersebut. "Baru satu, Sunghoon." sukses mengulaskan senyuman semakin lebar di wajah lelaki tampan itu. Aku yang bingung pun berusaha bangkit dari kasur ini.
"Aku sudah menumbalkan dua orang untuk Lucifer demi memperkuat hubunganku dengan dirimu sayang. Semua kekacauan ini berpusat padamu jadi, aku tak akan gentar begitu saja walau harus menumbalkan lebih banyak orang lagi untuk kita berdua." ucap Jake begitu mengejutkanku.
Sekarang, aku paham mengapa Lucifer memilih dia walau Jungwon telah mengikat seluruh hidupnya mengabdi sebagai pengikut iblis, karena Jake memiliki sifat alami yang lebih kejam dari iblis itu sendiri. Dia adalah inang yang sangat tepat untuk si raja iblis, Lucifer.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Du-dua orang?" tanyaku bahkan sampai terbata saking merasa takut dan terkejut atas apa yang Jake Sim utarakan. Jake mendekat ke arahku seiring ia tindih tubuhku untuk kembali berbaring di atas kasur dalam ruang VVIP karaoke miliknya.
"Ya, aku telah menumbalkan Jay Park dan Lee Heeseung demi dirimu, Y/n!" setelah mengatakan itu, Jake keluarkan handphone miliknya dan memperlihatkan rekaman saat anak buahnya mengeksekusi Heeseung sambil mengatakan, "Demi tuhan kami, Lucifer! Kami persembahkan nyawa ini untuk memperkuat hubungan Jake Sim dengan Y/n!"
Dor!
Tepat setelah peluru bersarang di dahinya, tubuh Heeseung terjatuh ke tanah seiring cuaca yang berada di sekitaran pinggir sungai itu berubah menjadi mendung. Bahkan, terlihat seperti alam yang menerima persembahan mereka dengan memberikan kejutan petir yang menggelegar.
Tiba-tiba, Jake melayangkan kecupan manis ke bibirku seraya berkata, "Satu nyawa lagi, yaitu Nishimura Riki! Aku bisa melengkapi ritual ini dan memilikimu seutuhnya Y/n! Kau tak bisa menolak apapun yang telah Lucifer gariskan walau hatimu sudah berpihak seutuhnya pada kekasihmu tersebut. Tetap aku pemenangnya!".