25: Perhatian

786 65 15
                                        

YOU POV

"Dia sudah bangun?" tanya seseorang dari panggilan telepon yang dilakukan oleh seseorang di sekitaran ku. Memancing diriku membuka kedua mataku, namun saat ku lihat lelaki yang mengangkat panggilan telepon itu berjalan menuju samping kasur yang aku tiduri, langsung aku pejamkan lagi mataku agar terlihat seperti masih tertidur.

"Belum bos, nyenyak sekali dia tidur, sampai mendengkur." ucap seorang lelaki yang aku yakini adalah Sunoo, tangan kanan Jay Park. Mendengar diriku yang mendengkur membuat Jay Park tertawa di seberang telepon.

"Biarkan saja dia beristirahat, jika dia sudah bangun, telpon aku!" setelah mengatakan itu, Jay Park matikan secara sepihak panggilan itu yang memancing Sunoo elus rambutku dengan lembut, dia bergumam, "Malangnya nasibmu." setelah itu, dia foto wajahku dalam posisi masih memejamkan mata seolah tertidur.

Setelah itu, lelaki itu pergi meninggalkan ku di dalam kamar ini seorang diri. Memancing tangisku pecah sejadi-jadinya terutama setelah tak bisa lagi ku menahan rasa sakit di sekujur tubuhku, terutama pada bagian bawah yang terus Jay Park dan Jake Sim nikmati selama berjam-jam. Aku tak tahu pasti, berapa lama kedua lelaki itu menyetubuhiku, tapi yang jelas aku berhasil menemukan pelepasan ku sebanyak puluhan kali sebelum kesadaranku menghilang begitu saja.

Sekarang, yang tertinggal hanya perasaan tak berharga dan sakit yang teramat sangat di sekujur tubuhku. Ah, tak hanya tubuh, tapi hatiku juga sakit jika diperlakukan seperti ini walaupun aku yakin kedua lelaki ini tak akan meninggalkan ku begitu saja. Setidaknya, mereka memerintahkan para anak buahnya untuk terus mengawasiku walaupun mereka sedang tak berada di sisiku.

Tiba-tiba, pintu ruangan kamar ini terbuka seiring senyuman tipis terukir di wajah anak buah, Jake Sim.

"Sudah bangun?" tanya lelaki bernama Niki tersebut

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Sudah bangun?" tanya lelaki bernama Niki tersebut. Aku hanya fokus menghapus air mataku sementara lelaki itu terlihat begitu khawatir dengan menghampiri diriku. Sempat Niki perhatikan aku sejenak setelah berdiri tepat di samping kasurku sebelum lelaki itu menawarkan, "Mau minum?" yang langsung aku jawab dengan anggukan kepala.

Niki pun menuntunku untuk duduk bersandar di kasur tersebut, walau tangisku kembali pecah saat merasakan sakit teramat sangat di area kewanitaanku. Setelah berhasil duduk, buru-buru Niki tutup tubuh telanjangku ini menggunakan selimut yang sebelumnya aku gunakan. Aku baru menyadari, terdapat banyak sekali kissmark yang Jake dan Jay tinggalkan di area dadaku.

"Sebentar ya," Niki tuangkan air putih yang berada di atas meja yang berada tak jauh dari kami ke dalam gelas kaca, setelah cukup penuh ia berikan gelas itu padaku. Sambil menungguku minum, Niki dudukkan diri di pinggiran kasur dekat kakiku sambil memperhatikanku dalam diam.

Setelah air tersebut habis, aku kembalikan gelasnya yang telah kosong pada Niki. Lelaki itu pun kembali meletakkan gelasnya di atas meja sebelum duduk memperhatikanku lagi dalam diam. Aku yang merasa tak nyaman terus diperhatikan pun berkata, "Bolehkah aku pulang? Aku harus bekerja." tanyaku, padahal aku yakin ini sudah lewat dari waktu masuk kerjaku. Setidaknya aku bisa mengistirahatkan diri di kamarku sendiri.

HUG ME TIGHTERCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang