Jangan lupa vote, like dan komennya 🫶🏻
***Pagi menjelang di Jakarta. Matahari bersinar lembut, tetapi suasana di rumah Jennifer masih penuh ketegangan. Baby duduk di meja makan dengan wajah kusut, tak berniat menyentuh makanannya. Jennifer sibuk di dapur, sementara Jake berdiri di dekat pintu, siap untuk pergi ke kantor.
"Kakak mau ke mana?" tanya Baby lirih, suaranya parau setelah semalaman menangis.
Jake menatapnya sekilas, lalu menjawab dingin, "Gue ada kerjaan."
Baby menggigit bibirnya, menahan rasa bersalah yang kembali menyeruak. Ia tahu kakaknya masih marah dan kecewa.
Namun sebelum Jake sempat pergi, suara bel pintu menginterupsi. Jennifer segera bergegas membukanya, dan betapa terkejutnya ia saat melihat sosok di balik pintu.
"Hugo?!" seru Jennifer, suaranya penuh campuran emosi antara marah dan bingung.
Jake langsung berbalik, rahangnya mengeras begitu melihat Hugo berdiri di ambang pintu, wajahnya kusut, dan matanya terlihat lelah.
"Halo, Tante... Jake...," ujar Hugo dengan suara serak. "Aku ke sini mau bicara sama Baby."
"Lo masih berani ke sini?" Jake langsung menghampiri Hugo, nada suaranya tajam. "Lo sadar ga apa yang lo lakuin? Lo udah hancurin hidup adik gue!"
Hugo tidak menghindar dari tatapan tajam Jake. "Gue tau, Jake. Gue tau gue salah, makanya gue ke sini. Gue mau minta maaf. Gue mau tanggung jawab."
"Tanggung jawab?" Jake tertawa sinis. "Lo pikir semua ini cuma soal maaf dan tanggung jawab? Nama Baby udah tercoreng! Lo ngerti ga?"
Jennifer mencoba melerai. "Jake, biar dia bicara dulu..."
Jake melangkah mundur dengan enggan, tapi tetap memandang Hugo penuh amarah. Sementara itu, Baby keluar dari kamarnya, terkejut melihat Hugo berdiri di sana.
"Hugo?" Baby memanggil dengan suara kecil, matanya kembali memerah.
Hugo menatap Baby, hatinya terasa seperti ditusuk melihat gadis itu begitu rapuh. "By... aku ke sini buat jelasin semuanya. Aku tau aku salah, dan aku tau ini semua gara-gara aku. Tapi tolong kasih aku kesempatan buat perbaiki semuanya."
Baby berjalan mendekat, tapi Jake segera berdiri di depannya, melindunginya. "Lo mau ngomong apa lagi, Go? Ngaku kalau lo yang nyebar video itu? Lo mau bilang lo khilaf? Lo pikir itu bakal bikin semuanya lebih baik?"
Hugo menelan ludah, kemudian mengangguk.
"Iya, Jake. Itu semua salah gue. Gue ga mau nyalahin siapa-siapa. Gue... gue mabuk waktu itu, dan gue ngelakuin hal bodoh. Gue upload video itu tanpa sadar. Gue tau gue udah hancurin semuanya. Tapi gue ga mau kabur dari kesalahan gue."
Jake tertawa pahit. "Lo mabuk? Itu alasan lo? By, lo denger kan? Orang yang lo bilang cinta sama lo ternyata cuma main-main sama hidup lo!"
Baby menatap Hugo dengan tatapan terluka. "Hugo... apa yang Kak Jake bilang itu benar? Kamu... kamu benar-benar yang upload video itu?"
Hugo mengangguk perlahan, wajahnya penuh penyesalan. "Iya, By. Aku yang upload. Tapi aku ga sadar waktu itu. Aku... aku cuma pengen kamu tahu kalau aku serius sama kamu. Tapi aku malah bikin semua jadi kacau."
Air mata Baby mengalir deras. "Hugo, kamu tau apa yang udah kamu lakuin? Kamu bukan cuma ngehancurin aku. Kamu ngehancurin kepercayaan aku. Aku pikir kamu orang yang bisa aku percaya..."
Hugo ingin mendekat, tetapi Jake segera menghalangi. "Lo udah cukup, Go. Lo udah bikin hidup Baby berantakan. Gue ga mau liat lo lagi di sini."
Hugo tetap berdiri teguh. "Gue ga akan pergi sampai Baby dengar semuanya. Jake, lo boleh marah sama gue. Lo boleh pukul gue kalau itu bikin lo lega. Tapi biar gue jelasin ke Baby, biar gue coba perbaiki ini."

KAMU SEDANG MEMBACA
Unseen Love 🔞 [Haruto]
RomanceDia ingat hari terakhir mereka bertemu. Kata-kata Baby masih terekam jelas di benaknya. "Kita cuma FWB, Hugo. Jangan baper, ya." Kalimat sederhana itu menghantamnya lebih keras daripada apa pun. Hugo menelan perasaannya dalam-dalam, memilih untuk pe...