Chapter 46 : Point of View 💕

94 5 0
                                    

Jangan lupa vote, like dan komennya 🫶🏻
***

Sejak saat itu, hubungan mereka semakin dekat. Hugo lebih sering menjemput Baby tanpa diminta. Mereka belajar bersama, berbicara tentang mimpi dan masa depan. Hugo mulai melihat Baby sebagai seseorang yang ia ingin lindungi, bukan hanya karena ia adiknya Jake, tapi karena ia adalah Baby—gadis yang membuatnya merasa hidup lebih berarti.

Baby pun merasa hal yang sama. Setiap kehadiran Hugo memberinya rasa aman yang tidak bisa ia temukan di tempat lain. Tanpa sadar, mereka berdua mulai saling mengisi, hingga rasa sayang itu tumbuh semakin dalam.

Beberapa Minggu Setelah Ujian

Baby duduk di taman belakang rumahnya, matanya tertuju pada buku novel yang terbuka di pangkuannya. Namun pikirannya melayang, mengingat sore-sore di mana Hugo sering menjemputnya, membantu belajar, dan bahkan menemani makan saat ia merasa stres.

Di sisi lain, Hugo duduk di ruang tengah bersama Jake, seperti biasa berbicara santai soal motor dan rencana perjalanan. Namun kali ini, pandangannya beberapa kali melirik pintu kaca yang mengarah ke taman.

"Ada apa sih, Go? Lo bengong dari tadi," tanya Jake sambil meneguk kopi.

"Ngga, cuma cape," jawab Hugo singkat.

Jake hanya mengangkat bahu. Ia tak menyadari bahwa Hugo sesekali memperhatikan Baby yang asyik membaca di luar.

Malam itu, Baby terkejut ketika Hugo mengirim pesan untuk pertama kalinya.

Hugo:
"Lo udah makan?"

Baby menatap ponselnya bingung. Hugo biasanya hanya bicara kalau ada Jake. Tapi sekarang, dia menghubungi langsung.

Baby:
"Udah. Tumben nanya?"

Hugo:
"Gapapa, cuma nanya aja ga boleh emang? Takut lo sakit."

Baby tersenyum kecil. Perhatian Hugo terasa berbeda. Sejak saat itu, mereka mulai sering bertukar pesan, meskipun hanya obrolan singkat.

**

Point of View Hugo

Saat itu sore hari, Hugo duduk di ruang tengah rumah Jake. Ia mendengar langkah kaki Baby dari dapur menuju taman belakang. Pandangannya mengikuti tanpa sadar, matanya terpaku pada gadis itu yang tengah duduk di bangku taman, rambutnya sedikit berantakan, dan ekspresi lelah tergambar jelas di wajahnya.

"Dia selalu sibuk belajar, tapi kenapa kelihatan kayak anak kecil yang butuh dimanja?" pikir Hugo sambil memalingkan wajah, mencoba mengalihkan perhatiannya.

"Apa sih yang lo lirik-lirik terus?" tanya Jake tiba-tiba, membuat Hugo sedikit tersentak.

"Ngga kok, cuma liat taman lo aja," jawab Hugo dengan nada datar.

Jake tertawa kecil, tidak menyadari apa yang sebenarnya terjadi. Tapi Hugo tahu. Ada sesuatu tentang Baby yang perlahan-lahan menarik perhatiannya, meskipun ia mencoba menyangkalnya.

**

Pertama Kali Menjemput Baby Sendiri

Hugo menyalakan motor di depan sekolah Baby, sesuatu yang tidak pernah ia lakukan tanpa diminta Jake sebelumnya. Ia tahu Jake sedang sibuk dan tidak bisa menjemput adiknya, tapi ia tidak keberatan mengambil alih tugas itu.

Ketika Baby keluar dari gerbang sekolah, wajahnya terlihat kelelahan. Tapi begitu melihat Hugo, ekspresinya berubah. Ada senyum kecil di sana, seolah kehadirannya membawa sedikit kelegaan.

Unseen Love 🔞 [Haruto]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang