25

1.9K 265 15
                                        

Keesokan harinya, pagi-pagi sekali, Jennie sudah bersiap untuk pekerjaannya. Ia mengenakan pakaian kasual tapi stylish: kemeja oversized berwarna krem yang dipadukan dengan celana jeans berpotongan rapi. Rambutnya dibiarkan tergerai, sementara riasannya sederhana namun tetap memancarkan aura elegan.

Di ruang tamu, Jisoo sedang duduk di sofa sambil meminum secangkir kopi hitam. Saat mendengar langkah Jennie mendekat, ia menoleh dan tersenyum. "Kau sudah siap, Jendeuk?"

Jennie mengangguk, merapikan tas kerjanya. "Iya, aku harus pergi lebih awal hari ini. Ada fitting untuk photoshoot dan beberapa meeting kecil."

Jisoo berdiri, meletakkan cangkir kopinya di meja. "Baiklah, aku akan mengantarmu. Biar kau tidak terlambat."

Jennie terlihat sedikit terkejut, tapi senyumnya segera muncul. "Oppa, kau tidak harus—"

"Aku mau," potong Jisoo sambil mengambil kunci mobil di meja. "Lagipula, aku tidak ada jadwal apa pun hari ini. Kau lebih baik punya sopir pribadi yang bisa kau andalkan."

Jennie tertawa kecil. "Baiklah, kalau begitu. Terima kasih, Oppa."

Di perjalanan, suasana di mobil terasa nyaman. Musik jazz lembut mengalun dari radio, sementara Jisoo sesekali melirik Jennie yang sibuk mengecek agenda di ponselnya.

"Apa kau akan sibuk sepanjang hari?" tanya Jisoo sambil menyetir.

"Sepertinya begitu," jawab Jennie, tidak mengalihkan pandangannya dari layar. "Tapi aku akan coba menyelesaikan semuanya secepat mungkin. Kalau tidak terlalu malam, mungkin kita bisa makan malam bersama?"

Jisoo tersenyum. "Tentu saja. Kau tinggal kabari aku, aku akan menjemputmu."

Ketika sampai di lokasi, Jennie melepas seatbelt dan menoleh ke Jisoo. "Terima kasih, Oppa. Aku pergi dulu, ya."

"Semangat, Jennie. Jangan lupa istirahat kalau kau merasa lelah," kata Jisoo sambil tersenyum lembut.

Jennie mengangguk, lalu keluar dari mobil. Sebelum masuk ke dalam gedung, ia sempat melambaikan tangan ke arah Jisoo. Lelaki itu membalas dengan anggukan kecil sebelum menjalankan mobilnya, kembali ke rumah.

Di lokasi, Jennie menjalani harinya dengan penuh energi. Fitting berjalan lancar, dan ia berhasil menyelesaikan photoshoot tanpa kendala. Namun, di sela-sela kegiatan, pikirannya sering teringat pada perhatian Jisoo pagi tadi. Dia benar-benar berbeda sekarang, pikir Jennie sambil tersenyum kecil. Lebih hangat... lebih seperti seseorang yang bisa kuandalkan.

Saat malam menjelang, Jennie akhirnya selesai dengan pekerjaannya. Ia mengirim pesan pada Jisoo.

"Aku sudah selesai. Apa Oppa masih bisa jemput?"

Tak butuh waktu lama, balasan Jisoo masuk:

"Tentu saja. Tunggu di tempat biasa. Aku akan segera sampai."

Jennie tersenyum kecil sambil menunggu di lobi gedung, merasa lega bahwa ada seseorang seperti Jisoo yang selalu ada untuknya.

*

*

*

Beberapa menit kemudian, Jennie melihat mobil Jisoo mendekat ke pintu lobi. Lelaki itu menurunkan kaca jendela, melambaikan tangan sambil tersenyum. Jennie segera masuk ke mobil, meletakkan tasnya di pangkuan.

"Bagaimana harimu, Jendeuk?" tanya Jisoo sambil menjalankan mobil.

"Lelah, tapi semuanya berjalan lancar," Jennie menjawab sambil menyandarkan tubuhnya ke kursi. "Aku senang semua pekerjaan selesai lebih cepat dari yang kupikirkan."

Jisoo Unnie To Jisoo Oppa ?!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang