Jennie terbangun pagi sekali, pukul 6, dengan perasaan yang tidak tenang. Meskipun matanya masih sedikit berat, pikirannya tidak bisa berhenti berputar tentang semalam. Ia memutuskan untuk mengambil jepit rambut yang tertinggal di kamar Jisoo, meskipun sebenarnya ia tahu itu hanya alasan untuk keluar dari kamarnya. Rasanya seakan ada yang mengganjal di hatinya.
Dengan langkah pelan, ia membuka pintu kamar Jisoo dan melangkah masuk. Namun, apa yang dilihatnya membuat jantungnya berhenti sejenak. Jisoo dan Rosé terbaring di kasur yang sama, terbungkus selimut. Jisoo, yang tadi malam berjanji tidur di sofa, kini tampak tidur lelap di samping Rosé. Posisi mereka terlihat begitu dekat, dan meskipun tidak ada yang benar-benar tampak mesra, perasaan cemburu Jennie semakin meningkat.
Jennie menghela napas pelan, mencoba menenangkan dirinya. Dia tahu bahwa Rosé tidak berniat buruk, dan mungkin Jisoo hanya tertidur tanpa sadar. Namun, kenyataan bahwa Jisoo melanggar janjinya membuatnya merasa terkhianati.
Dia berdiri di ambang pintu, menatap mereka dengan hati yang bergejolak. Ingin rasanya ia membangunkan mereka, menuntut penjelasan, tetapi ia tahu itu tidak akan menyelesaikan masalah.
Setelah beberapa detik yang terasa seperti jam, Jennie akhirnya mengalihkan pandangannya. Ia berbalik dan berjalan keluar, tetapi langkahnya terasa berat. Di dalam dirinya, perasaan tidak nyaman itu tetap ada.
Sesampainya di kamar, Jennie duduk di pinggir ranjang, merenung. Apa yang harus ia lakukan? Haruskah ia berbicara langsung dengan Jisoo atau membiarkannya berlalu? Yang jelas, dia tidak bisa menahan perasaan ini selamanya.
"Awas saja kau Kim! Semua pria ternyata sama saja."
•
•
•
Jisoo terbangun dengan rasa bingung. Matanya yang masih terpejam membuka perlahan, dan saat ia menggerakkan kepala, ia terkejut menemukan dirinya terbaring di samping Rosé. Tanpa sadar, dia mengingat janjinya kepada Jennie malam sebelumnya untuk tidur di sofa, namun kenyataan di depannya kini membuatnya terdiam sejenak. Mereka berada di kasur yang sama, dan selimut yang menyelimuti tubuh mereka membuatnya semakin merasa canggung.
Rosé, yang juga baru terbangun, menyadari keadaan tersebut dan tersenyum santai. "Selamat pagi, oppa," ujarnya, seolah tidak ada yang aneh.
Jisoo mencoba menenangkan diri. "Chaeng, kenapa kita...?" suaranya terputus, tidak tahu harus mulai dari mana. Ia ingat, semalam Rosé datang untuk mendengarkan albumnya, tapi bagaimana mereka bisa berakhir tidur bersama di kasur ini?
Sebelum Jisoo bisa berkata lebih banyak, Rosé menepuk-nepuk lengan Jisoo dengan ceria. "Kau tertidur begitu nyenyak, oppa. Aku tidak tega membangunkanmu, jadi aku biarkan saja. Lagipula, kasurnya cukup besar, kan? Tidak masalah kan?" tanya Rosé dengan senyum lebar, seakan menganggap hal itu biasa saja.
Jisoo mengangguk pelan, meskipun perasaannya mulai tidak enak. Ia benar-benar tidak ingat bagaimana bisa berada dalam posisi seperti ini. Namun, ia tahu satu hal—Jennie pasti akan marah jika tahu apa yang terjadi semalam.
Dengan cepat, Jisoo bangkit dari kasur, berusaha untuk tetap tenang meskipun hatinya bergejolak. "Aku... aku harus segera ke kamar mandi," ujarnya tergesa-gesa, berusaha untuk tidak menunjukkan kegelisahannya.
Rosé mengangguk, masih dengan senyum polosnya. "Baiklah, oppa."
Jisoo segera meninggalkan kamar, berjalan cepat menuju kamar mandi. Di sepanjang jalan menuju kamar mandi, ia merenung tentang apa yang harus dilakukan. Jennie pasti sudah melihat mereka tidur bersama. Perasaan cemas semakin menggerogoti pikirannya.
Begitu sampai di kamar mandi, Jisoo menyandarkan tubuhnya pada dinding, memejamkan mata, dan menghela napas dalam-dalam. Ini bukanlah situasi yang ia inginkan. Ia harus segera mencari cara untuk memperbaikinya sebelum Jennie benar-benar marah besar. Jennie yang masih menjadi teman saja cemburu dan amarahnya sudah mengerikan, apalagi kini statusnya sudah meningkat menjadi sepasang kekasih.
KAMU SEDANG MEMBACA
Jisoo Unnie To Jisoo Oppa ?!
FantasyPenampilan Jisoo yang berubah 100% karena obat yang dibelinya dari situs online dengan harga puluhan juta. Bisakah dia kembali seperti semula? silahkan dibaca~ #slowupdate
