38

1.3K 230 8
                                        

Jennie dan Jisoo kembali ke pelukan satu sama lain. Cahaya dari lampu meja di sudut kamar menyinari wajah mereka. Jennie masih memegang iPad-nya, tapi sekarang perhatiannya sepenuhnya pada Jisoo, yang sedang tersenyum lebar dengan mata berbinar.

"Chu, bayangin, kita jalan-jalan di Champs Élysées, makan croissant yang beneran enak, bukan yang abal-abal," kata Jennie, suaranya penuh semangat. "Dan aku mau ke museum kecil yang punya lukisan Monet itu. Aku lupa namanya, tapi aku pernah lihat di Instagram."

Jisoo mengangguk, tangannya bermain-main dengan ujung rambut Jennie. "Musée de l'Orangerie, mungkin? Aku juga mau ke sana. Tapi jujur, Jendeuk, aku cuma pengen jalan sama kamu, gandengan tangan."

Jennie tertawa kecil, membayangkan mereka berdua berjalan di trotoar Paris, Jisoo mungkin akan iseng nyanyi lagu Prancis yang cuma tahu satu baris liriknya. "Kamu bakal nyanyi apa, 'Frère Jacques'?"

Jisoo pura-pura tersinggung, tangannya dramatis menutup dada. "Yah, Jendeuk, aku bisa nyanyi 'La Vie en Rose' kalau kamu minta. Tapi nanti kalau orang-orang pada liatin, kamu yang tanggung jawab."

Mereka berdua tertawa, suara tawa mereka mengisi kamar luas Jisoo. Jennie merangkak mendekat, kepalanya bersandar di bahu Jisoo. "Aku nggak sabar, Chu. Rasanya kayak... kita akhirnya punya waktu cuma buat kita."

Jisoo mencium puncak kepala Jennie, tangannya mengelus punggungnya pelan. "Aku juga, Jendeuk. Aku janji, aku bakal bikin trip ini unforgettable. Kita bakal bikin kenangan yang bikin kita ketawa pas tua nanti."

Keesokan harinya, suasana di rumah Jisoo sedikit lebih sibuk. Lisa dan Rosé sudah berangkat pagi-pagi untuk syuting acara variety show, meninggalkan Jennie dan Jisoo. Jennie bangun lebih awal, sudah sibuk mencari inspirasi outfit untuk Paris, sementara Jisoo masih bergulat dengan kopi hitamnya di meja makan.

"Chu, kamu pilih yang mana?" Jennie memamerkan dua pilihan outfit di layar ponselnya. Satu adalah coat panjang camel dengan syal sutra, yang lain dress flowy dengan jaket kulit. "Yang ini bagus, tapi yang ini lebih... aku banget."

Jisoo menyeruput kopinya, lalu memicingkan mata pura-pura serius. "Yang dress."

Jennie mengangguk, sudah membayangkan foto-foto candid yang akan diambil. "Oke. Tapi kamu juga harus pakai sesuatu yang keren loh, Chu. Aku nggak mau pasangan aku kelihatan kayak turis biasa."

Jisoo terkekeh. "Tenang Jendeukie, aku punya blazer hitam yang bikin aku kelihatan kayak model. Lisa bilang aku mirip aktor Prancis pas pakai itu."

Hari-hari menjelang keberangkatan mereka. Jennie sibuk menyusun rencana perjalanan, mulai dari kafe-kafe lucu di Le Marais sampai perahu wisata di Sungai Seine. Jisoo, di sisi lain, lebih santai, tapi diam-diam memesan sesuatu secara online, sesuatu yang dia sembunyikan dari Jennie dengan senyum tipisnya.

Dua hari sebelum keberangkatan, saat mereka sedang packing di kamar Jennie, Jisoo tiba-tiba mengeluarkan sebuah kotak kecil dari tasnya. Kotak itu dibungkus kertas cokelat sederhana dengan pita merah tipis. Jennie, yang sedang melipat sweater, langsung berhenti dan menatap kotak itu dengan mata penuh tanya.

"Apa itu?" tanyanya, nada curiga bercampur penasaran.

Jisoo tersenyum, tapi ada sedikit rasa gugup di matanya. "Buktiin dulu kalau kamu nggak bakal buka sebelum kita sampai di Paris."

Jennie memicingkan mata, tangannya sudah gatal ingin meraih kotak itu. "Chu, kamu tahu aku nggak sabaran. Kasih hint dong."

Jisoo menggeleng, menyembunyikan kotak itu di belakang punggungnya. "Nggak ada hint. Ini surprise buat di Eiffel Tower. Kamu tunggu aja, Jendeuk."

Jisoo Unnie To Jisoo Oppa ?!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang