Mereka akhirnya berangkat ke mall, dengan Jisoo yang nyetir sambil manyun. Jennie duduk di kursi depan dengan senyum lebar, sementara Lisa dan Rosé di belakang sibuk berdebat mau ke toko mana dulu.
Sesampainya di mall.
Jennie langsung masuk ke butik favoritnya dan mulai memilah-milah baju dengan antusias. "Yang ini bagus tidak?" tanyanya sambil menempelkan dress ke badannya.
Jisoo yang berdiri di dekatnya cuma mengangguk asal. "Bagus."
Jennie meliriknya curiga. "Kamu nggak lihat, kan?"
Jisoo tersenyum. "Aku percaya selera kamu, Jendeuk."
Jennie mendengus, lalu melanjutkan berburu pakaian. Sementara itu, Lisa dan Rosé sibuk mencoba sepatu di seberang butik.
Setelah satu jam, Jennie akhirnya membawa setumpuk pakaian ke kasir. Dan seperti yang sudah diduga Jisoo...
"Chu, bayarin?" Jennie menatapnya dengan puppy eyes.
Jisoo langsung menyipitkan mata. "Mwo? Kenapa aku?"
Jennie menggenggam tangannya dan mengayunkannya pelan. "Aku lupa bawa dompet..."
Jisoo menghela napas panjang. "Baiklah..."
Jennie langsung melompat kegirangan dan mencium pipi Jisoo sekilas. "You're the best, Chu!"
Jisoo hanya bisa pasrah sambil berjanji dalam hati, ini terakhir kalinya dia ikut mereka belanja. Tapi entah kenapa, dia tahu dia pasti bakal kena jebakan yang sama lagi di lain waktu.
Jisoo duduk di sofa mall, ponselnya masih di tangan, wajahnya makin suram setiap kali notifikasi masuk.
[Transaksi Berhasil] Pembayaran sebesar ₩8,200,000 telah dipotong dari saldo Anda.
Jisoo membeku. Tangannya refleks mencubit pahanya sendiri buat memastikan dia nggak lagi mimpi buruk.
Tapi angka itu nyata.
Matanya perlahan beralih ke Jennie, yang baru keluar dari butik dengan senyum puas, tangan penuh tas belanjaan.
"YA! JENNIE!" Jisoo langsung berdiri, hampir menjatuhkan ponselnya.
Jennie menoleh santai. "Hah? Kenapa, sayang?"
Jisoo menatapnya tak percaya. "Kau beli apa aja sampe delapan juta dua ratus ribu won?"
Jennie berkedip polos. "Oh, cuma tas, kacamata, beberapa baju... dan sepatu. Oh, sama parfum! Aku lupa bilang, itu limited edition loh!"
Jisoo hampir tersedak udara. "C-Cuma?!"
Lisa dan Rosé, yang udah dari tadi menahan tawa, akhirnya meledak.
"ATM berjalan," kata Lisa sambil tepuk-tepuk bahu Rosé yang udah lemas ketawa.
Rosé mengangguk setuju. "Sugar daddy level max."
Jisoo memijat pelipisnya. "Jennie, tadi kau bilang lupa bawa dompet..."
Jennie dengan santainya mengeluarkan kartu kredit dari kantong celana. "Eh? Aku lupa bawa dompet, bukan lupa bawa kartu~" katanya sambil tersenyum manis.
Jisoo merosot ke sofa, menatap langit-langit mall dengan hati yang menangis.
•
•
Setelah puas berbelanja, mereka akhirnya memutuskan untuk makan di restoran mewah favorit Jennie.
Seperti yang sudah bisa ditebak, Jennie, Lisa, dan Rosé langsung memilih menu-menu paling mahal. Steak premium, seafood platter, dessert spesial, semua dipesan tanpa ragu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Jisoo Unnie To Jisoo Oppa ?!
FantasyPenampilan Jisoo yang berubah 100% karena obat yang dibelinya dari situs online dengan harga puluhan juta. Bisakah dia kembali seperti semula? silahkan dibaca~ #slowupdate
