"Pagi Cap!" Sapa Saka saat baru memasuki ruang kantornya.
"Ya, selamat pagi, Saka."
"Oh, Cap. Tentang surat permintaan maaf ke Tuan Arden sama hukuman dari petinggi..."
"Saya sudah baca surat putusannya, Saka. Kamu tidak perlu repot menyampaikannya lagi. Tapi, terima kasih," ucap Farhan.
Saka mengangguk, "oke, Cap. Nggak perlu berterima kasih, sih. Kalau bukan karena Cap Farhan, tim dua pasti udah dibubarin dan diturunin ke unit perbantuan sosial dan masyarakat."
Itu benar sebuah keberuntungan bagi Farhan. Sebuah kesalahan yang membuat seseorang selamat dari kematian dan dirinya terhindar dari hukuman. Entah bagaimana, jika mengingat kembali kejadiannya, Farhan ingin sekali bersujud seribu kali atas kehendak Tuhan.
Beberapa waktu lalu, sebelum kasus Henry Shu, ada sebuah kasus pembunuhan yang melibatkan dua orang bandar narkoba besar. Satu pelaku merupakan warga negara sendiri. Sementara satu lagi warga negara asing. Kedua bandar itu telah lama masuk dalam daftar pencarian orang dan selalu berhasil melarikan diri setiap akan tertangkap.
Kemudian sesuatu menjadi sedikit jelas karena salah satu pelaku, terbunuh di area gedung rekonstruksi tidak jauh dari bandara Internasional. Wanita berkebangsaan asing bernama Barbara Greensmith. Dengan kesimpulan cepat dan rencana tepat, tim dua berhasil mendapatkan informasi akurat tentang keberadaan rekan sang wanita.
Selang beberapa waktu, Farhan berhasil menangkap pelaku lainnya. Seorang pria bersurai panjang yang bersiap melarikan diri dengan penerbangan menuju Korea Selatan. Tim dua berhasil menangkap pria tersebut sesaat sebelum pesawat lepas landas dan membawanya untuk diinterogasi.
Sayangnya, setelah hampir seharian melakukan interogsi, pria yang ditangkapnya bukanlah pelaku yang mereka cari. Alias mereka salah menangkap orang.
Pria bersurai penjang yang mereka interogasi ternyata hanya seorang penumpang biasa yang akan melakukan perjalan bisnis ke Negeri Gingseng. Hal itu diperjelas oleh keterangan saksi mata yang baru ditemukan pada dini hari, dua hari setelah kejadian.
Ironisnya lagi, pelaku yang dikejarnya ternyata mencuri identitas pria yang telah salah ditangkap. Menaiki pesawat dengan semua bawaan milik pria itu menuju Korea Selatan. Tapi sayang, pesawat yang ditumpangi pelaku asli mengalami kecelakaan, terbakar dan tenggelam di lautan. Waktu itu, Farhan sadar bahwa dirinya telah mengacau dan segera meminta maaf.
Tidak butuh waktu lama untuk Komandan Haris mengetahui kejadian memalukan. Farhan dan timnya mendapat ceramah yang cukup intens selama hampir satu jam. Dan kepala detektif itu harus menulis surat permintaan maaf serta menerima hukuman atas tindakannya.
Setelah Farhan menyerahkan surat permintaan maaf kepada Hala Arden atas kesalahan dalam penangkapan tersangka dan ketidaknyamanan, pengacara sekaligus kakak dari pria itu memintanya untuk datang ke kediaman Arden. Farhan sudah sangat siap dengan apapun tuntutan yang akan mereka ajukan untuknya.
Namun ternyata bukan tuntutan yang kepala detektif itu terima. Melainkan sebuah jamuan makan malam sebagai ucapan terima kasih. Farhan sempat menolak karena menurutnya tidak pantas seorang polisi menerima sesuatu dari korban maupun pelaku. Itu bisa menjadi urusan yang panjang jika ada yang melaporkannya.
Sang pengacara tidak memaksa. Sebagai gantinya, pria itu menerima surat permintaan maaf Farhan dan tidak menuntut hukuman apapun terhadap timnya.
Gavin Chandra Diratja, suami dari Hala Arden, sempat menemui Farhan untuk berterimakasih secara langsung padanya. Menurut sang CEO, tindakan Farhan yang ceroboh telah menyelamatkan suaminya. Jika Farhan tidak menangkap Hala, pria itu pasti mati dalam kecelakaan pesawat. Dan Gavin akan mati bunuh diri karena kehilangan suaminya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Case Of Love [BL]
Romance"Kenapa gue suka sama Farhan? Hmm. Karena dia terlalu lurus. Hati kecil gue nggak tahan buat nggak ngebengkokin orang macam dia." Juan "Berhentilah bermain dengan perasan orang lain. Jika anda punya banyak waktu, lebih baik segera selesaikan pekerja...
![Case Of Love [BL]](https://img.wattpad.com/cover/379821305-64-k574116.jpg)