Case 25

1.9K 152 13
                                        

"Kebakaran diperkirakan terjadi dari pukul 17.00 dan sepenuhnya padam pada pukul 20.30. Dari penelusuran petugas pemadam, ada tiga belas korban luka ringan lima luka berat dan tiga orang meninggal. Berdasarkan data yang kami dapat dari penanggunjawab lapas, dua orang narapidana kabur," jelas Izul memberikan laporan sementara.

Farhan, "CCTV?"

"CCTV di Blok D hampir semua terbakar, Cap. Beberapa yang selamat sedang diperiksa oleh Kak Ayu dan Kak Mirna," jawab Saka.

Farhan, "Data korban?"

Izul menyerahkan lampiran yang diminta Farhan, "Silahkan Cap."

"Jati, Izul. Kalian berdua tolong cari keterangan sejelas-jelasnya mengenai tahanan yang diduga melarikan diri. Tanyai narapidana lain juga sipir. Tanya juga tentang korban yang meninggal. Sebisa mungkin jangan melewatkan apapun," pinta Farhan.

"Siap, Cap!"

Farhan berdiri dan bersiap pergi ke suatu tempat, "Saka, kamu ikut saya."

Saka, "siap, Cap."

Kemudian mereka pergi pada tugas masing-masing. Jika benar dugaan Farhan bahwa kasus ini memiliki hubungan dengan tiga kasus pembunuhan yang tengah ia selidiki, maka jelas ini akan menjadi sangat rumit. Ia bahkan tidak berani untuk memikirkan siapa orang besar yang menjadi dalang dari kasus yang tengah mereka hadapi.

"Wow. Rumah siapa, Cap? Gede banget!" Seru Saka ketika turun dari motor Farhan. Ia begitu terpana melihat kediaman mewah di hadapannya. Hingga lupa melepaskan pelindung kepala saat Farhan membawanya masuk.

"Kapten Farhan, Tuan Atmaja sudah menunggu anda di ruang biasa. Silahkan," ujar Ben. Asisten pribadi merangkap kepala asisten rumah tangga di kediaman Atmaja.

Farhan mengangguk dan berterimakasih sebelum melengang masuk. Sementara Saka tersenyum canggung pada pria yang menyambut mereka itu sebelum mengikuti Farhan. Ia seperti anak kecil yang mengikuti ayahnya pergi ke tempat asing untuk pertama kali.

Sesampainya di depan sebuah ruangan, Farhan meminta Saka untuk menunggunya di depan pintu. Sementara sang kapten masuk terlebih dahulu untuk memberitahu rekan di dalam. Setelah menunggu beberapa saat, Farhan membuka pintu dan mengajak Saka masuk.

"Anda pernah meminta saya untuk membawa serta rekan yang saya percaya untuk membantu menangani kasus ini. Jadi saya membawa satu yang menurut saya pantas," ujar Farhan pada seorang pria tua yang Saka kenali adalah Poljen Atmaja. Juga beberapa pria dewasa lainnya.

Saka dapat mengerti arah pembicaraan Farhan dengan orang-orang di dalam ruangan ini dengan baik. Kaptennya selama ini tidak pernah melepaskan kasus lapas meski surat putusan telah diturunkan. Pria itu menyelidiki diam-diam dan tergabung bersama pasukan penyelidik khusus. Dan sekarang Farhan merekomendasikan Saka untuk turut bergabung.

Tidakkah ini yang namanya anak kesayangan kapten Farhan?

"Saya tidak tau apakah bisa turut membantu, namun jika kesempatan itu diberikan, saya akan mengusahakan dengan maksimal," ucap Saka penuh keyakinan.

Semua mengangguk menatapnya dengan penerimaan. Terutama Poljen Atmaja. Pria tua itu dapat melihat semangat dan keterampilan Saka hanya dari melihat wajahnya.

Namun seseorang di belakang—yang kehadirannya tidak disadari dua orang yang baru datang itu—menganggakat tangan. Mengumumkan keberatan.

"Saya tidak setuju!" Tutur Ranu. Tatapannya tajam ke arah Saka. Namun lebih tajam pada Farhan.

"Kamu tau bukan kamu yang berhak memberi persetujuan, kan?" Sanggah Tuan Atmaja.

Ranu, "Ya. Tapi dia masih belum memiliki pengalaman seperti kapten Farhan."

Case Of Love [BL]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang