Bab ini mengandung konten dewasa. Semua yang ada di sini untuk kepentingan cerita. Jangan sekali-sekali berniat untuk mempraktikkannya di dunia nyata. Bijaklah ketika bembaca.
Read at your own risk.
Selamat membaca.
___________________________________
"Mnnhh... Kak... Kita lagi di kantor— ah!" Desah Saka pelan
Ranu yang tengah mencumbunya berbisik di telinga Saka, "Makanya, keep your voice down, Ka."
"Tapi— hmmnn haah," Saka tidak bisa jika diminta memelankan suara sementara Ranu terus menggodanya seperti ini.
Tangan pasukan khusus Alpha itu bahkan telah masuk ke dalam pakaiannya. Mengusap sensual pinggang sempit hingga dadanya. Juga tangan satunya yang sedari tadi meremas bokongnya. Dengan stimulasi seperti itu, bagaimana Saka bisa menjaga suara desahannya? Coba katakan!
"Nghh~ kak Ranu...ahh~"
"Damn, Saka! Kenapa lo bisa se menggoda ini, baby. Gue benar-benar pengen makan lo sekarang juga," bisik Ranu dengan suara lebih berat. Bocah—tidak— pria di hadapannya ini benar-benar membuat Ranu menggila.
Saka menggeleng keras, "Jangan... Apapun itu artinya, tolong jangan."
"Lo nolak gue, baby?" Tanya Ranu kembali meremas pantat Saka, sedikit lebih keras.
"Ahh—nggak—nggak nolak. Tapi ditunda. Kita bisa lakuin apa yang Kak Ranu mau di apartemen kakak. Ya?" Mohonnya. Tidak lupa dengan mata anak anjing yang pasti tidak bisa Ranu tolak.
"Sialan, that puppy eyes!" Umpat Ranu. "Oke. Kita lanjut di apartemen. Tapi biarin gue cium lo dulu sebentar. Gue kangen banget sama my baby," lanjutnya kembali mencumbu sang kekasih.
Tunggu dulu!
Kekasih?
Siapa?
Saka?
Bagaimana bisa?
Tentu saja bisa.
Ketika semua orang tengah sibuk dengan percintaan Kapten Farhan dan Dokter Juan, Saka secara diam-diam merajut hubungannya dengan Ranu. Seorang dari pasukan khusus Alpa yang selalu dirumorkan sebagai salah satu kekasih Dokter Juan.
Hubungan mereka dimulai sejak Saka menerima ajakan kencan Ranu beberapa bulan yang lalu.
"Jadi, kita mau ke mana, kak?" Tanya Saka penasaran. Ia memerhatikan jalanan yang mereka lewati dengan mobil, tidak terlalu familiar.
"Ini kencan pertama kita, jadi tempatnya jelas harus spesial," ungkap Ranu memandang Saka sekilas, sebelum kembali pada jalan di depannya.
"Gue nggak begitu peduli tentang tempat, selama itu bukan Wild Night, atau sejenisnya," jawab Saka.
Ranu tertawa pelan. Mengingat kembali pertemuan mereka di kelab malam yang membuat Ranu sepenuhnya tertarik pada Saka. "Siang-siang ngapain ke Wild Night. Kurang kerjaan, aja."
"Ya, siapa tau."
Setelah Ranu memarkirkan mobilnya, Saka takjub ke mana pria itu membawanya untuk kencan pertama mereka.
"Waah. Ocean Park!" Ujar Saka terdengar antusias.
Ranu mengusak gemas surai hitam Saka. "Gue lihat informasi lo di data kepolisian, dan tau kalau lo sebelum jadi polisi di Ibukota, lahir dan besar di desa wilayah pegunungan. Jadi gue inisiatif bawa lo ke sini, karena mungkin lo jarang ke tempat ini."
"Bukan jarang, kak. Tapi nggak pernah. Di gunung mana ada tempat begini. Adanya, ya, kebun teh, kebun strowberry, semacamnya lah!"
"Yuk, masuk!" Ajak Ranu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Case Of Love [BL]
Romance"Kenapa gue suka sama Farhan? Hmm. Karena dia terlalu lurus. Hati kecil gue nggak tahan buat nggak ngebengkokin orang macam dia." Juan "Berhentilah bermain dengan perasan orang lain. Jika anda punya banyak waktu, lebih baik segera selesaikan pekerja...
![Case Of Love [BL]](https://img.wattpad.com/cover/379821305-64-k574116.jpg)