"Jadi, berapa lama kamu akan tinggal untuk perjalanan bisnis ini, hyung?" Tanya Juan pada pria yang lebih tua di hadapannya.
"Mungkin sekitar dua sampai tiga bulan," jawab pria itu.
Ia adalah seorang bersuara berat yang meghubungi Juan beberapa waktu yang lalu. Baek Hyukjae. Pria berkebangsaan Korea Selatan yang sedang melakukan perjalanan bisnis di Ibukota.
Juan melebarkan matanya, "You're kidding right? Itu bukan perjalan bisnis, hyung. Itu namanya pindah kerja."
Hyukjae tersenyum, "Beda, Joowan-ah. Lagipula, aku bertindak sebagai perancang sekaligus pengawas. Jadi sampai pembangunan mencapai setidaknya 25%, aku harus ada di sini untuk mengawasi."
"Dan di mana kamu akan tinggal selama tiga bulan? Kamu nyewa apartemen?" Tanya Juan penasaran.
Hyukjae menjawab dengan santai, "Hotel."
Brruuhh—
Membuat Juan tersedak anggur merahnya. "What? Hotel? Kamu gila. Berapa banyak uang yang kamu habiskan untuk itu, hyung?"
Hyukjae, "Itu sudah termasuk dalam biaya akomodasi dari perusahaan, Joowan-ah. Mereka memberikan biayanya, dan setelah aku hitung untuk biaya menginap di hotel dengan estimasi waktu tiga bulan, itu cukup. Bahkan ada sedikit sisa."
Juan, "Mereka memberi uangnya? Tapi bukan reservasinya juga, kan?"
Hyukjae mengangguk, meminum anggur merah dalam gelasnya yang hampir habis.
Juan merasa takjub dengan betapa besar uang yang kakak sepupunya itu dapat hanya dari biaya tempat tinggal. Kemudian otaknya mulai berpikir sembari bibirnya berucap, "Berikan setengah uangnya padaku, hyung. Kamu bisa tinggal di apartemen milikku. Setengahnya lagi, bisa kamu gunakan untuk yang lain."
"Eeii. Mana bisa aku tinggal di apartemen milikmu? Aku di sini selama dua sampai tiga bulan. Itu akan sangat merepotkan kamu. Tidak, terima kasih," tolak Hyukjae.
Juan mengibaskan tangannya, "Aku hampir tidak pernah tinggal di sana. Tapi aku jamin tempatku bersih."
Hyukjae, "Kenapa?"
Juan, "Karena rajin kubersihkan."
Hyukjae, "Bukan. Kenapa kamu tidak tinggal di sana? Bukankah itu apartemen milikmu?"
"Right, itu memang punyaku. Tapi di sana sepi. Kamu tau sendiri kalau aku tidak pernah suka sendirian. Jadi aku lebih sering tinggal di rumah ayah bersama saudara yang lain," jawab Juan santai.
Hyukjae, "Pak tua itu masih sehat?"
"Of course. Datanglah berkunjung kalau ada waktu. Mereka pasti senang kamu di Ibukota," tawar Juan.
Hyukjae adalah sepupu laki-laki dari pihak ayah, yang lebih tua tiga tahun dari Juan. Sejak Juan tinggal bersama Jendral Atmaja, pria itu beberapa kali mengungjunginya jika tengah berada di Ibukota.
Tapi ini sudah lebih dari tiga tahun sejak pertemuan terakhir mereka. Karena itu Juan mengajak sepupunya berkunjung. Untuk menunjukkan bahwa dia tidak kekurangan apapun selama berada di bawah naungan Jendral Atmaja. Ayah tersayangnya.
"Hmm, baiklah. Dan untuk tempat tinggal, nanti aku pertimbangkan lagi," sahut Hyukjae.
Juan, "Oke. Pikirkan pelan-pelan. Dan aku sangat berharap datangnya kabar baik darimu, hyung."
Tepat setelah waktu menunjukkan pukul sembilan, Juan mendapat panggilan daruruat dari salah satu rekan petugas forensik lapangan. Ada kasus dengan jasad yang harus ia periksa. Hyukjae menawarkan untuk mengantar Juan dengan taksi, karena mereka baru saja menghabiskan beberapa gelas anggur merah sambil berbincang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Case Of Love [BL]
Romansa"Kenapa gue suka sama Farhan? Hmm. Karena dia terlalu lurus. Hati kecil gue nggak tahan buat nggak ngebengkokin orang macam dia." Juan "Berhentilah bermain dengan perasan orang lain. Jika anda punya banyak waktu, lebih baik segera selesaikan pekerja...
![Case Of Love [BL]](https://img.wattpad.com/cover/379821305-64-k574116.jpg)