Sekembalinya Farhan bekerja di kepolisian, semua menyambutnya dengan gembira. Seakan-akan ia adalah pahlawan yang baru kembali usai misi penyelamatan negara. Itu agak berlebihan memang. Namun Farhan menghargai tiap sambutan dari anggota timnya.
"Jangan sakit-sakit lagi, ya, Cap!" Ucap Ayu memberikan selusin donat dengan bervariasi rasa.
"Susah kita kalau nggak ada Cap," tutur Mirna yang juga memberi selusin minuman vitamin.
"Kita dimarahin Komandan terus kalau nggak ada Cap," adu Izul memberikan sekotak kue kering Khong Guan.
"Kami janji bakalan ngerawat Cap sampai benar-benar sembuh. Jadi Cap bisa santai-santai aja dulu," imbuh Jati memberi satu kantong plastik buah naga.
Farhan menghela napas melihat tingkah laku anggotanya. Mereka benar-benar terlalu perhatian, hingga membuatnya sedikit tidak nyaman.
"Cap. Ini laporan terakhir yang Cap kerjain sebelum cuti. Ada beberapa bagian yang perlu direvisi sebelum disubmit. Tolong, ya, Cap. Kalau bisa, sih, selesai hari ini. Nggak banyak, kok, Cap. Cuma dua halaman aja."
Ya, untung saja ada anggota seperti Saka. Yang masih bersikap biasa sesuai yang diharapkan Farhan.
"Terima kasih, Saka. Terima kasih juga semua. Sekarang kita kembali bekerja," pinta Farhan memberi senyuman kecil.
Semua mengangguk mengerti. Saka kembali ke meja kerjanya setelah memberikan laporan untuk direvisi sang kapten. Sementara empat pasang mata lain mengawasi bungsu itu yang secara terang-terangan mengganggu momen ramah-tamah mereka.
Mau bagaimana lagi, Saka memang tidak peka. Sementara Farhan sedikit anti sosial. Untung saja selama beberapa tahun ini, dua orang itu sangat cocok sebagai senior dan junior. Bahkan bisa dikatakan jika keduanya tidak terpisahkan.
Tok
Tok
Tok
Suara ketukan membuat beberapa orang menoleh untuk melihat siapa yang masuk ke ruang departemen mereka. Farhan tidak ikut menoleh, karena sepertinya ia tahu siapa tamu di departemenya.
"Dokter Juan!! Oh my God!" Seru Ayu berdiri dari kursinya.
"Long time no see dok ganteng!" Timpal Mirna melakukan hal yang sama.
"Oohh ada Mas Ranu sama Mas Bryan juga ternyata," sambung May ketika melihat dua orang bertubuh lebih besar di belakang Juan.
Farhan segera menoleh dan mendapati Juan yang melambaikan tangan padanya. Terlihat sangat antusias dan sangat tampan. Dan menawan. Juga manis. Sedikit menggemaskan.
"Astaga!" Farhan hampir menampar diri sendiri atas pikiran anehnya.
"Dek Farhan, morning~" sapa Juan.
Farhan hanya membalas, "mn," sebelum melanjutkan kembali laporannya. Pria itu bahkan tidak menoleh ketika membalas salam Juan. Benar-benar keras kepala.
"Eeiih. Gue urus lo nanti, deh," ucap Juan sebelum beralih pada seseorang, "Saka! Sini, dong! Sama Dirga juga."
Dua orang yang dipanggil berdiri dan menghampiri Juan. Dua orang beda tim itu lantas pergi bersama dua pasukan khusus, Ranu dan Bryan. Meninggalkan ruangan dengan wajah penuh pertanyaan dari para rekan.
"Nggak perlu khawatir, dek Farhan, kapten Liam. Gue pinjem anggotanya bentar. Lima belas menit aja. Urgent!" Jelas Juan sebelum turut pergi menyusul keempat orang di luar.
Farhan tentu saja penasaran. Ia ingin sekali menolak saat anggotanya dipanggil tanpa melalui dirinya. Bagaimanapun, ia adalah kapten tim dua dan Saka adalah anggotanya. Ia penanggungjawab anak muda itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Case Of Love [BL]
Romance"Kenapa gue suka sama Farhan? Hmm. Karena dia terlalu lurus. Hati kecil gue nggak tahan buat nggak ngebengkokin orang macam dia." Juan "Berhentilah bermain dengan perasan orang lain. Jika anda punya banyak waktu, lebih baik segera selesaikan pekerja...
![Case Of Love [BL]](https://img.wattpad.com/cover/379821305-64-k574116.jpg)