"Bagaimana kondisinya, dok? Kenapa udah tiga hari ini dia belum sadar juga?" Tanya Ranu pada dokter yang memeriksa kekasihnya. Dengan lembut ia menggenggam tangan pria yang tengah terbaring di atas ranjang rumah sakit.
"Kondisinya sudah stabil untuk saat ini. Dari pemeriksaan tidak terjadi komplikasi apapun setelah operasi. Jadi menurut kami, pasien belum sadar karena syok dan tubuhnya menyesuaikan dengan otaknya," jawab dokter dengan nama Hadi terpasang pada jasnya.
Meskipun Dokter Hadi mengatakan jika kekasihnya baik-baik saja, Ranu tetap tidak bisa merasa tenang. Saka tertembak dan pelurunya mengenai bagian dada kiri serta lengan. Keduanya telah berhasil dikeluarkan saat operasi tiga hari yang lalu. Dan untungnya peluru yang menegenai dada kiri tidak sampai melukai jantung maupun aortanya. Sehingga ketika terjadi perdarahan, itu bisa dengan cepat dihentikan dengan transfusi.
"Jika anda menginginkan pasien untuk segera bangun, kami bisa membantu untuk memaksanya bagun. Namun itu bisa saja membuatnya merasa kesakitan," saran Dokter Hadi.
Ranu menggeleng, "tidak. Tidak perlu membuatnya lebih kesakitan dari ini. Saya akan tunggu dia bangun sendiri."
"Kalau begitu, anda bisa mengajaknya bicara. Pada beberapa kasus, pasien akan cepat merespon suara orang yang dikasihinya, dan membuka mata lebih cepat," tambah Dokter Hadi sebelum meninggalkan ruangan bersama perawat.
"Baby... Sekarang gue ragu apa gue bener-bener orang yang lo cintai. Kenapa lo nggak respon suara gue sama sekali?" Lirih Ranu mencium punggung tangan yang lebih muda.
Tok
Tok
Tok
"Nu, gue bawain baju ganti sama sarapan," kata Shindu yang baru datang bersama Hasta.
Ranu, "Thanks."
"Nggak perlu khawatir. Ayah udah bicara sama dokter supaya ngasih perawatan terbaik buat Saka," celetuk Hasta.
Ranu sangat berterima kasih untuk itu. Sejak Tuan Atmaja dan semua anggota penyelidik mengetahui hubungannya dengan Saka, mereka mengeluarkan Ranu untuk sementara dari penyelidikan. Dan memberinya waktu untuk fokus merawat kekasihnya. Sesekali, kakak-kakaknya juga akan menemani sembari membawakan sesuatu untuknya.
Farhan sebagai atasan langsung Saka juga sama. Pria itu hampir setiap istirahat mengunjungi juniornya di rumah sakit. Padahal Ranu sudah mengatakan akan menghubunginya jika ada perkembangan. Tapi tetap saja Farhan memilih untuk langsung datang.
Ranu akui Saka benar tentang Farhan. Kapten itu memang orang yang cekatan, juga penuh pengertian.
Dan terakhir Juan. Ranu kesal dan marah setiap kali nama itu disebutkan. Sehari setelah Saka dioperasi, dokter itu datang untuk menanyakan keadaannya. Juga untuk menjelaskan perbuatannya. Itu sudah sangat jelas, untuk apa Ranu mendengar bualannya?
Tentu saja Ranu dengan emosi berada di puncak mengusirnya dari rumah sakit, setelah menamparnya dengan cukup keras. Untung saja Hasta dan Shindu muncul di saat yang tepat untuk memisahkan mereka. Jika tidak, mungkin Juan akan lebih babak belur dibuatnya.
Di hari yang sama pada waktu malam, Juan kembali menghubungi lewat ponselnya. Beberpa kali panggilan, yang tidak berniat untuk Ranu angkat. Dan setelah beberapa dering panggilan, pria tan itu memblokir nomor Juan.
Dan Ranu cukup senang jika kedua saudaranya tidak ada yang keberatan tentang apa yang ia lakukan pada Juan. Mereka hanya mengingatkan untuk tidak terlalu kasar pada sang kembaran. Mengingat mereka telah melalui banyak hal sebagai saudara. Ya, meskipun Hasta dan Shindu juga masih tidak ingin bicara pada Juan sama sepertinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Case Of Love [BL]
Romance"Kenapa gue suka sama Farhan? Hmm. Karena dia terlalu lurus. Hati kecil gue nggak tahan buat nggak ngebengkokin orang macam dia." Juan "Berhentilah bermain dengan perasan orang lain. Jika anda punya banyak waktu, lebih baik segera selesaikan pekerja...
![Case Of Love [BL]](https://img.wattpad.com/cover/379821305-64-k574116.jpg)