"Joowan-ah?!" Hyukjae merasa senang melihat siapa yang baru saja memasuki ruangan.
"Hyung?!" Sahut Juan. "Neo yeogiseo mwo hae? [Apa yang kamu lakukan di sini?]" Lanjutnya bertanya.
Hyukjae tersenyum lembut, sedikit meringis saat ujung bibirnya yang terluka tertarik. Mata Juan membulat ketika melihat wajah kakak sepupunya memiliki beberapa lebam. Ia pun segera menghampiri pria yang lebih tua. Memeriksa lebam di wajahnya, "museun iriya? Nuga ireon jit han geoya, hyung? [Apa yang terjadi? Siapa yang melakukan ini, hyung?]"
"Yesang mothan iri isseosseo. Geunde jinjja ohae-il ppuniya. [Sesuatu tidak terduga terjadi. Tapi aku bisa pastikan itu semua hanya salah paham]," jawab Hyukjae mengusak pelan kepala Juan.
"Museun ohae? Naega dowajul su isseuljido molla. Malhae bwa! [Salah paham apa? Aku mungkin bisa membantu. Ceritakan!]" Desak Juan.
Interaksi keduanya mendapat perhatian dari semua yang berada dalam ruangan departemen reskrim. Meskipun Juan dan 'tuan tampan' itu tengah berbicara dengan bahasa yang asing di telinga mereka. Tetap saja itu mencuri ketertarikan. Terlebih sang kapten tim dua yang sama sekali tidak melepas pandangan.
"Maaf mengganggu, tapi boleh saya tanya—anda ini siapanya Tuan Baek?" Tanya pengacara Xu memecah suasana.
Juan menoleh, menjawab, "saya keluarganya. Apa yang terjadi padanya? Kenapa mukanya seperti habis dipukuli begitu? Apa dia terlibat sesuatu seperti kejahatan atau kecelakaan?" Cerca Juan.
"Tuan Baek Hyukjae sedang dalam penyelidikan atas kasus pelecehan seksual dan kelerasan terhadap salah satu bawahannya," jawab Farhan.
Juan, "What? Is that true, hyung?"
Hyukjae menggeleng keras, "dangyeonhi aniji. Naega malhaetjanha, geunyang ohaeya. [Tentu saja tidak. Aku sudah mengatakan kalau ini hanya salah paham.]"
Juan, "Jeongmal? [Sungguh?]"
Pengacara Xu, "Anda tidak perlu khawatir Tuan— "
"Juan." Jawab dokter itu singkat.
"Anda tidak perlu khawatir Tuan Juan. Tim pengacara kami sedang mencari bukti bahwa bukan Tuan Baek pelakunya. Namun tetap, sampai bukti-bukti itu terkumpul, saya khawatir jika Tuan Baek akan berada di kantor polisi untuk sementara waktu," jelas pengacara Xu.
"Bagusla kalau gitu," jawab Juan lega.
Hyukjae menepuk punggung sempit Juan. Kebiasaan yang dilakukan jika adik sepupunya itu tengah lelah, kesal, bingung atau bahkan merajuk.
"Joowan-ah, neo yeogiseo mwo hago inneun geoya? Igeon uyeonil li eopjanha? [Apa yang kamu lakukan di sini Joowan-ah? Ini tidak mungkin hanya kebetulan, kan?]" Tanya Hyukjae tiba-tiba.
Pria Korea itu senang Juan bersamanya pada situasi yang tidak dapat dijelaskan seperti sekarang. Namun pastinya Juan tidak datang ke tempat seperti ini hanya untuk dirinya, bukan? Karena itu ia tidak bisa menahan keinginan untuk bertanya.
"Ah, matda. Kkameogeul ppeonhaetne. [Ah, benar. Hampir lupa.]" jawab Juan. Ia mengalihkan perhatiannya dari Hyukjae pada Farhan yang berada di balik meja kerjanya.
Perasaan Juan saja, atau memang tatapan Farhan terlihat lebih tajam dari biasanya? Biasanya memang tajam, namun yang ini berbeda. Lebih menakutkan.
"Ekhem. Farhan, gue perlu bahas sesuatu," ucap Juan mengerling untuk menunjukkan sesuatu yang ia bawa. "Bisa kita bicara?" Lanjutnya.
"Saya mengerti."
Farhan berdiri dari tempat duduknya, untuk kemudian memberi perintah pada Jati, "tolong tulis keterangannya dulu. Saya akan pergi bersama Dokter Juan sebentar."
KAMU SEDANG MEMBACA
Case Of Love [BL]
Romansa"Kenapa gue suka sama Farhan? Hmm. Karena dia terlalu lurus. Hati kecil gue nggak tahan buat nggak ngebengkokin orang macam dia." Juan "Berhentilah bermain dengan perasan orang lain. Jika anda punya banyak waktu, lebih baik segera selesaikan pekerja...
![Case Of Love [BL]](https://img.wattpad.com/cover/379821305-64-k574116.jpg)