Prolog

12.7K 387 30
                                        

Farhan menatap lekat jasad seorang wanita berkebangsaan asing yang terkapar di area gedung rekonstruksi. Memeriksa setiap detil kasar pada tubuh wanita, untuk menemukan bukti dan mencari pelaku pembunuhan.

"Cap, kartu tanda pengenal ini ditemukan di sekitar sungai nggak jauh dari sini. Identitasnya cocok dengan korban," ucap Saka, junior sekaligus bawahan Farhan di unit kriminal dan pemberantasan narkoba.

"Mn. Sisir juga bagian utara. Jangan sampai melewatkan aapapun," pintanya.

Saka, "siap laksanakan!"

"Nggak ada tanda-tanda pelecehan. Lukanya juga nggak terlalu fatal untuk bisa dibilang mengancam nyawa. Tapi jelasnya, wanita ini tewas dengan cara yang tidak menyenangkan," jelas seseorang yang entah sejak kapan datang memeriksa kondisi jasad.

"Dokter Juan," salam Farhan dengan sedikit hormat.

"Duh, udah berapa kali gue bilang, panggil Juan aja. Atau Mas Juan juga boleh," balas Juan, seorang dokter forensik yang bekerja untuk kepolisian.

"Silahkan lanjutkan pemeriksaan anda."

"Panggil Mas dulu, dong!" Pinta Juan dengan mengerlingkan mata.

Farhan menatap Juan tanpa minat kemudian menyalakan HT miliknya untuk memberikan instruksi.

BEEP

"Segera bawa jasad ke rumah sakit kepolisian untuk diperiksa. Saka dan tim perbantuan tetap di sini untuk mengumpulkan barang bukti. Kembali ke markas jika sudah mencari keseluruhan!"

Suara, "siap laksanakan!" Terdengar satu per satu dari ujung sambungan HT. Setelahnya, Farhan melenggang pergi bersama petugas untuk membawa jasad ke rumah sakit kepolisian.

"Apa anda hanya akan berdiri di sana, Dokter Juan?" Tanya Farhan sarkas.

Juan mendecih, namun tersenyum nakal kemudian, "ayangnya Mas Juan ternyata masih peduli."

Farhan, "tentu. Jika anda tidak lupa, itu adalah tugas anda untuk memeriksa jasad Barbara."

Bibir Juan berkedut meski tetap tersenyum. Dalam hati, dokter itu mengutuk dan menyumpahi Farhan agar segera menjadi budak cintanya. "Sampai lo nanti bucin ke gue, liat aja bangsat! Gue nggak akan kasih kendor! Asu memang!"

"Lihat apa, Ka?" Tanya Jati.

Saka menunjuk dengan menggerakkan wajahnya, "kayaknya Dokter Juan bucin banget. Padahal udah ditolak berkali-kali."

Jati terkekeh, "jangan anggap serius Dokter Juan, Ka. Dia itu playboy. Paling dia cuma penasaran aja sama Cap. Nanti kalau udah bosan, Cap bakal dibuang gitu aja."

"Oh ya?"

"Hmm."

Tapi entah kenapa Saka tidak satu pemikiran dengan Jati. Menurutnya, cara Dokter Juan menggoda kaptennya bukan untuk bermain-main.

"Mikir apa, sih?! Kerja, Saka, kerja!"

______________________________________

Joey bawa cerita baru buat nemenin kalian ngeteh depan rumah
Ini cerita antara Farhan (detektif kepolisian) sama Mas Juan (dokter forensik)
Nanti di cerita ini Joey gak akan terlalu fokus di job mereka, ya...
Fokus di kisah cintanya aja

Semoga respon kalian gak kalah bagus sama cerita sebelumnya.

With love,
Miss Joey

Published: 22/10/2024

Edited: 2/11/2025

Case Of Love [BL]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang