Operasi pengintaian Black Dragon yang dilakukan oleh pasukan khusus Alpha dimulai sejak tiga hari yang lalu. Pasukan yang dipimpin Hasta dan beranggotakan Shindu, Ranu, Bryan, Damar dan Agung itu memulai dengan membagi pasukan. Hasta, Shindu dan Ranu menyamar dan menyelundupkan diri sebagai anggota lapangan Black Dragon. Sementara tiga orang lainnya mengawasi dari dekat untuk memberi peringatan bahaya jika diperlukan.
Farhan dan Saka di sisi lain tidak bisa setenang Tuan Atmaja dan Komandan Haris. Ya, Komandan Haris tahu semua dan secara diam-diam membantu saat dibutuhkan.
"Sepertinya memang pemimpin Black Dragon sangat sulit untuk dilacak keberadaannya. Mereka juga sangat berhati-hati dalam bertindak," ujar Komandan Haris.
"Apa ada kemungkinan misi kita ketahuan?" Tanya Saka cemas. Bagaimanapun, kekasihnya adalah salah satu pasukan Alpha yang sedang menjalankan misi tersebut. Jadi tentu saja perasaannya sedikit campur aduk.
Komandan Haris, "Jika iya, artinya ada yang membocorkan. Tapi jika sudah ketahuan, apa alasan mereka tidak menangkap anggota kita?"
"Kita masih harus menunggu untuk tau lebih banyak," sahut Poljen Atmaja.
Farhan menatap Saka, menggenggam tangan pria muda itu dan menepuknya. Saka menunduk dan mengatur napasnya. Ia tidak boleh terbawa suasana di saat seperti ini. Ia adalah seorang detektif kepolisian. Juga calon anggota pasukan khusus Beta. Saka mengangkat kepalanya, mengangguk kecil pada Farhan.
"Bagaimana dengan penyelidikan tentang kebakaran?" Tanya Tuan Atmaja.
"Hasil dari badan forensik baru saja keluar, ini seperti dugaan kita di awal. Tiga korban meninggal adalah anggota terakhir Pandji. Mereka dijadwalkan bebas awal tahun depan. Sementara dua tahanan yang kabur dari lapas saat kebakaran memiliki hubungan cukup dalam dengan dunia bawah."
Komandan Haris, "Black Dragon?"
"Bukan—" Farhan menatap bergantian atasannya, "—Viper."
"Hmm. Cukup menarik," ujar Tuan Atmaja.
"Kita harus bergerak dengan menyelidiki Viper juga," saran Farhan. Firasatnya mengatakan jika organisasi bawah tanah bernama Viper ini tidak mungkin hanya nama yang sekedar lewat.
"Itu terlalu beresiko. Tidak ada pasukan khusus di sini sekarang," tanggap Komandan Haris.
Farhan menatap Tuan Atmaja, "Saya akan melakukannya jika anda bisa memberikan izin, Tuan— tidak, Poljen Atmaja."
"Apa ini tidak terlalu berbahaya untukmu Kapten Farhan?" Tanya Komandan Haris.
"Disetujui. Silahkan kamu selidiki," titah Tuan Atmaja cepat.
Komandan Haris, "Tapi Jendral—"
"Ada alasan kenapa kamu menolak bergabung dengan pasukan khusus Alpha sebelum ditugaskan sebagai kapten tim dua, bukan?" Tanya Tuan Atmaja tidak menghiraukan kekhawatiran Komandan Haris.
Farhan, "Tidak ada. Hanya tidak ingin meninggalkan orang tua untuk waktu yang lama."
Itu bukan sebuah kebohongan. Memang sebelum menjadi kapten tim dua dan kepala detektif departemen reskrim, Farhan telah menyelesaikan setiap langkah untuk menjadi anggota pasukan khusus Alpha. Namun ketika surat tugas telah diterbitkan, pria cepak itu mengundurkan diri dan lebih memilih mengabdi untuk departemen reskrim.
Itu cukup mengejutkan banyak pihak. Namun dengan alasan tidak bisa meninggalkan kedua orang tuanya, orang-orangpun berhenti bertanya. Mereka tahu Farhan adalah anak satu-satunya. Orang tuanya juga sudah cukup tua.
Sementara itu di rumah sakit kepolisian.
"Ju! Lo pasti bercanda, kan?" Tanya Dara berbisik. Sesekali matanya melirik ke kanan dan ke kiri. Melihat barangkali ada yang menyaksikan aksi mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
Case Of Love [BL]
Romans"Kenapa gue suka sama Farhan? Hmm. Karena dia terlalu lurus. Hati kecil gue nggak tahan buat nggak ngebengkokin orang macam dia." Juan "Berhentilah bermain dengan perasan orang lain. Jika anda punya banyak waktu, lebih baik segera selesaikan pekerja...
![Case Of Love [BL]](https://img.wattpad.com/cover/379821305-64-k574116.jpg)