"Korban adalah salah satu narapidana kasus penyerangan markas besar kepolisian tahun 20xx. Dia mendapat remisi hukuman tiga bulan karena tidak pernah membuat masalah. Besok seharusnya hari dia bebas," jelas Saka.
Farhan mengangguk singkat sembari terus mengamati jasad pria veteran yang terbaring tidak berdaya di dalam sebuah bilik sel lapas. Tubuhnya terlentang dengan kepala terpelintir ke kanan. Matanya masih terbuka dengan bekas aliran darah di sekitarnya. Pun juga dengan mulutnya yang menganga. Darah mengering di sekitar tubuhnya akibat luka tusuk di dada, menambah buruk tampilannya.
Namun dari tragisnya jasad di sana, Farhan entah bagaimana lebih tertarik dengan seseorang yang tengah serius dengan pekerjaannya. Memeriksa setiap jengkal tubuh tak bernyawa. Seseorang yang tidak pernah ia kunjungi lagi semenjak kejadian memalukan di rumah sakit kepolisian.
"Waktu kematiannya diperkirakan antara pukul 23.00 sampai 01.00 waktu setempat. Penyebabnya patah tulang leher dan luka tusukan di dada kiri. Dugaan sementara, leher korban dipiting, kemudian dipelintir hingga patah dan meninggal. Lalu tusukan itu datang kemudian," ujar Juan menjelaskan.
Dokter forensik itu menjelaskan sembari tangannya menunjuk bagian jasad yang ia jelaskan. "Lihat pisau yang masih menancap ini? Terlalu rapi dan tepat sasaran. Seperti ditancapkan untuk memberi peringatan," lanjutnya.
Farhan, "untuk siapa?
Juan mengedikkan bahu, "itu tugas lo sama tim lo buat cari tau."
"Anda benar. Terima kasih atas pemerikasaan anda, dokter Juan. Kami mengharapkan hasil autopsi yang lebih lengkap sesegera mungkin," ucap Farhan sebelum pergi meninggalkan tempat kejadian perkara. Setelah sebelumnya menginstruksi rekan timnya untuk melakukan penyelidikan terkait kehidupan korban di dalam lapas.
Juan menghela napas, memandang kepergian Farhan dengan raut pasrah. Ia sudah menduga akan terjadinya hal seperti ini sebelum melakukan trik gila di kantornya waktu itu. Namun dugaan yang menjadi kenyataan tetaplah menyakitkan. Bahkan setelah beberapa minggu berlalu.
"Tolong selesaikan yang di sini dan segera bawa mayatnya ke rumah sakit kepolisian," pinta Juan kepada petugas forensik lapangan yang tengah mengamankan dan mendokumentasikan tempat kejadian perkara berserta barang bukti.
"Siap," ujar mereka bersamaan.
Juan menutup kedua mata dan mulut jasad yang terbuka itu dengan tangannya sebelum pergi meninggalkan tempat kejadian perkara. Ia berniat menyusul Farhan. Mungkin dengan kasus ini, ia akan memiliki kesempatan untuk bicara pada Farhan tanpa pria cepak itu bisa menghindar.
"Farhan!" Panggil Juan tanpa embel-embel panggilan kesayangan. Ia ingin sedikit lebih serius kali ini.
Pria yang dipanggil hanya diam. Berpura-pura tidak mendengar untuk kemudian menaiki motornya. Juan tidak ingin kehilangan kesempatan hingga membuatnya sedikit berlari menuju pria yang hendak mengenakan pelindung kepala itu. Menghiraukan kakinya yang masih sedikit kaku untuk berlari.
"Please! Gue perlu bicara sama lo sebentar," tutur Juan menggenggam pergelangan tangan Farhan. Menghentikan pria itu untuk mengenakan pelindung kepalanya.
Farhan menepis tangan Juan dan tanpa menatapnya berkata, "saya sudah mendengar anda bicara di dalam. Dan saya juga sudah sangat jelas mengatakan akan menunggu hasil autopsi. Jadi untuk hari ini, sampai di sini saja."
"Ini bukan tentang kasus, dek. Gue mau bahas tentang 'kita'. Tentang—lo tau apa maksud gue."
"Saya tidak tahu. Dan saya rasa anda salah. Tidak pernah ada 'kita' untuk kita. Hanya saya, dan anda," kilah Farhan.
Juan mulai frustasi. "Seriuosly?! Lo kenapa lagi, sih, dek? Bukannya kita udah deket, ya, sebelum kejadian itu? Kalau lo ngerasa canggung, kita bisa anggap itu nggak pernah terjadi. Tapi please, biarin gue deket lagi sama lo, ya!" Rengeknya di akhir.
KAMU SEDANG MEMBACA
Case Of Love [BL]
Romance"Kenapa gue suka sama Farhan? Hmm. Karena dia terlalu lurus. Hati kecil gue nggak tahan buat nggak ngebengkokin orang macam dia." Juan "Berhentilah bermain dengan perasan orang lain. Jika anda punya banyak waktu, lebih baik segera selesaikan pekerja...
![Case Of Love [BL]](https://img.wattpad.com/cover/379821305-64-k574116.jpg)