Hyung... Aku benar-benar tidak bisa melakukan ini. Aku lelah..." Tutur Juan lirih. Ia menutupi mata dengan lengan, menyembunyikan separuh wajahnya
Hyukjae duduk di samping pria yang sedang berbaring itu. Menyentuh bahunya dan menepuk pelan. "Ini adalah pilihanmu, Joowan-ah."
Juan, "Aku tau. Tapi ini sangat berat untukku."
"Apa kamu pikir ini tidak berat untuk mereka?"
Juan menaikkan sedikit suaranya, "Hyung! Kamu tidak berada di posisiku. Kamu tidak akan mengerti!"
"Percayalah, Joowan-ah. Aku pernah ada di posisimu. Tidak ada yang akan mengerti apa yang kamu rasakakan lebih baik dariku," balas Hyukjae memandang di kejauhan.
"Kalau begitu kenapa kamu seolah-olah menghakimiku, Hyung?" Tanya Juan frustasi.
Hyukjae, "Karena kamu terlalu berlebihan."
Juan bangun—duduk, "What? Apa maksudmu aku berlebihan?"
Hyukjae, "kamu tau benar apa maksudku!"
"Kulit wajahku terbakar, Hyung!" Ucap Juan sembari menunjukkan wajahnya yang— biasa saja—tampan.
"Kamu tidak. Itu cuma sedikit kepanasan. Lagipula kamu sudah menghabiskan setengah tube sunscreen. Tidak mungkin itu tidak bekerja, kan?" Balas Hyukjae.
"Tangan dan kakiku kapalan!" Ucapnya lagi. Kali ini menunjukkan telapak tangan dan kaki yang juga tampak biasa saja.
"Itu wajar bagi laki-laki, Han Joowan. Kamu memiliki lebih dari sepuluh produk handcream di kamarmu."
"Dan siapa yang memakai celana berbunga ini untuk ke ladang?! Aku ingin memakai Armani-ku!"
"Orang tuaku. Dan—" Hyukjae menunjuk kedua orang tuanya yang sedang bercengkrama dengan petani lain di ladang. "—petani yang lain juga memakainya. Anggap saja itu seragam."
Juan merengek lagi, "aku lelah, Hyung. Bisakah kita pulang saja sekarang?!"
Hyukjae menggeleng, "masih ada bagian yang belum ditanami di sebelah sana. Pergilah ke sana dan bantu Jung Ajjushi menanam padinya. Aku akan menunggumu di sini."
Juan menghentakkan kaki, "Aish! Kenapa gue harus bilang mau jadi petani, sih?! Tuhan~ gue bener-bener nggak bisa..." Ucapnya menengadah. Lengkap dengan wajah memelasnya.
Mendorong pelan Juan yang tidak bergerak sama sekali, Hyukjae berkata, "ini pilihanmu. Bertanggungjawablah. Lain kali pertimbangkan lagi jika ingin membuat janji dengan Tuhan."
Kemudian pria yang lebih tua itu mengantar Juan ke lahan kosong yang akan ditanami padi oleh Tuan Jung. Dan ia kembali ke rumah berteduh setelahnya. Melihat Juan yang entah dimarahi atau diceramahi oleh Tuan Jung di kejauhan.
Hyukjae senang melihat Juan sudah benar-benar dalam kondisi terbaiknya. Setelah berjuang selama hampir dua bulan untuk peyembuhan fisik dan mentalnya.
Tiga bulan yang lalu, Hyukjae mendapat panggilan dari nomor tidak dikenal yang ternyata adalah Juan. Mengatakan jika ia tidak baik-baik saja dan ingin Hyukjae membawa pergi dirinya.
Awalnya, Hyukjae mengira Juan lelah dengan kisah cintanya yang bertepuk sebelah tangan, pada polisi bernama Farhan. Mungkin ia ditolak untuk yang kesekian kalinya, dan berakhir dengan hati yang terluka. Yang lebih tua meminta izin cuti saat itu juga untuk terbang ke Nusantara.
Bagaimanapun, ia sudah berjanji akan membawa Juan pergi jika pria yang lebih muda menginginkannya.
Namun setelah sampai di Nusantara—betapa terkejut Hyukjae melihat keadaan adiknya. Yang dikatakan Juan tentang 'tidak baik-baik saja' ternyata bukan hanya hatinya, namun juga tubuh dan mental pria yang lebih muda.
KAMU SEDANG MEMBACA
Case Of Love [BL]
Romance"Kenapa gue suka sama Farhan? Hmm. Karena dia terlalu lurus. Hati kecil gue nggak tahan buat nggak ngebengkokin orang macam dia." Juan "Berhentilah bermain dengan perasan orang lain. Jika anda punya banyak waktu, lebih baik segera selesaikan pekerja...
![Case Of Love [BL]](https://img.wattpad.com/cover/379821305-64-k574116.jpg)