Jika ditanya perihal momen paling memalukan dalam tiga puluh lima tahun hidup Farhan—ada dua hal. Yang pertama adalah saat dirinya berusia sembilan. Tepat di hari ulang tahunnya, sang ibu mengajak Farhan ke taman hiburan terbesar di Ibukota sebagai bagian dari hadiah.
Di sana, Farhan bertemu seorang anak perempuan cantik seusianya yang tengah menikmati gula kapas besar sendirian. Terpesona pada pandangan pertama, Farhan kecil menghampiri anak perempuan itu dan mengajaknya untuk menikah.
Apakah diterima? Tentu saja tidak.
Anak perempuan itu dengan tidak tahu malunya menurunkan celana Farhan. Memperlihatkan dalaman berwarna merah muda dengan bulatan-bulatan kuning terang. Anak-anak yang melewatinya menertawai Farhan seakan ia tontonan komedi jenaka. Farhan malu luar biasa hingga menangis sejadi-jadinya.
Untung saja zaman itu belum ada ponsel pintar yang dapat mengabadikannya. Jika ada, mungkin Farhan akan menjadi viral seketika.
Momen yang kedua, baru saja. Tadi pagi lebih tepatnya. Mendapatkan miliknya tegang karena mimpi basah bersama Juan. Pria yang harusnya ia tolak mati-matian.
Yang membuatnya lebih malu, Juan bahkan menawarkan untuk membantunya menenangkan Farhan junior di kamar mandi. Bagaimana bisa? Yang ada miliknya akan semakin tegang jika berhadapan dengan Juan. Haaah~ sepertinya ini akan menjadi titik terendah dalam hidup Farhan.
Sementara itu di kediaman Tuan Atmaja.
"Hah? Apa? Farhan gabung sama tim penyelidik khusus buat kasus lapas? Sejak kapan?! Kok, gue nggak tau?" Tanya Juan terkejut.
Bagaimana tidak? Setahunya, setelah surat putusan pengalihan kasus yang membuat kepolisian lepas tangan, Farhan menerima dengan lapang dada. Jadi bagaimana bisa kapten tim dua itu tiba-tiba bergabung dalam tim penyelidik khusus?
"Sejak keluarnya surat putusan," jawab Shindu sebelum meninggalkan obrolan untuk naik ke kamarnya.
"Ayah bicara sama dia sebelum surat putusan itu keluar. Waktu itu Farhan menolak. Tapi setelah surat putusan keluar, malamnya Farhan datang ke markas besar dan bilang mau gabung," Imbuh Hasta.
"Oh, pantesan aja si kapten itu di sini semalam. Ayah nggak mungkin ngundang orang sembarangan ke rumah cuma karena anaknya naksir, kan?" Ujar Ranu yang diangguki Bryan.
"Hmm. Masuk akal juga," jawab Juan. "Tapi tetap aja, ngundang Farhan nggak kasih tau gue itu namanya pembunuhan image!" Kesal Juan.
Jika mengingat penampilannya saat Farhan datang semalam, benar-benar membuat Juan ingin mengubur dirinya sendiri di dalam tanah. Memalukan. Benar-benar memalukan.
"Tapi lo semalam udah berduaan sama dia—satu kasur satu selimut lagi," goda Ranu menaik-turunkan alisnya.
Juan mendengkus. Mengingat jika semalam ia tertidur sangat pulas sampai-sampai tidak bisa mencuri kesempatan pada pria yang disukainya. Padahal itu adalah kesempatan yang sangat bagus. Suasana syahdu di malam hujan, dua orang pria dewasa saling berdekatan. Siapa yang tahu kegiatan panas apa yang bisa mereka lakukan.
Tapi Juan tertidur. Dia benar-benar tertidur, sialan.
Bahkan saat terjatuh dari tempat tidur dan menimpa tubuh Farhan, memeluknya seperti guling kesayanngan, Juan tidak sadar. Mana tahu jika ia tidak sengaja ngiler atau semacamnya di atas Farhan, kan? Sial sekali. Itu benar-benar pembunuhan karakter secara brutal!
Namun Juan sedikit tersipu saat mengingat bagaimana ia terbangun pagi ini. Sesuatu yang menggunduk dan menggesek pahanya. Itu benar-benar erotis. Juan penasaran mimpi macam apa yang dimiliki seorang Farhan, hingga membuat miliknya setegang itu di pagi hari. Itu benar-benar seksi menurutnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Case Of Love [BL]
Romance"Kenapa gue suka sama Farhan? Hmm. Karena dia terlalu lurus. Hati kecil gue nggak tahan buat nggak ngebengkokin orang macam dia." Juan "Berhentilah bermain dengan perasan orang lain. Jika anda punya banyak waktu, lebih baik segera selesaikan pekerja...
![Case Of Love [BL]](https://img.wattpad.com/cover/379821305-64-k574116.jpg)