padamu kawan penggenggam bara
jangan sesekali kau terlalu nyaman
kelak habis tanganmu dimakan api
kembalikan penerangan yang kau pinjam
bukan serta-merta kau lupa dan terlenasampai nanti
saat kau meruntuhkan kepercayaan
hingga pada dasar simpatiku yang paling rendah,
kau akan menyadari...
yang hilang tak hanya peneranganmu
namun genggaman yang senantiasa peduli...ingatlah saat kau menarik ulur janjimu
dengan lidahmu yang semakin lincah berkelit
nanti sampai saatnya tali itu meregang
lalu terputus...
apa kau tak menyesal ??

KAMU SEDANG MEMBACA
Napak Tilas
PoetryHanya sekumpulan puisi amatiran, dari seorang pria perindu, penyuka sunyi, perenung, penikmat senja dan kopi, serta pemurung ulung. . .