ingin kukatakan tunggu sebentar
namun apa dayaku
membuahkan serak
mungkin yang terdengar seperti berharap
bak ratap tentang tinggal yang ingin dijemput
aku terjatuh tidakkah kau melihatku?sejalan dengan ketiadaan dayaku
semakin lenyap aku dari orbitmu
mungkin sejauh pandangmu, aku tak terlihat lagiaku ingin kau tau,
semangatku masih berapi lilin
namun mungkin,
ada cahaya lain yang siap menemanimu berlari
menerangi kekuranganmu dan menggantikan yang gelap...seiring waktu yang tak mengizinkan kembali
aku bisa apa jelita?
melawan kenyataan?pagi selalu memberi perjalanan baru
terbit selalu membalik ke lembaran baru
saat ku membuka lembar sebelumnya
aku hanya bisa membacanya
tak ada pena untuk menuliskannya laginamun aku percaya, nona
ada rencana diatas rencana...jadi,
bagaimana kabarmu kini"apakah separuh biografi yang rencananya berjudul 'kita' itu telah tertulis penuh oleh kebahagiaan?"

KAMU SEDANG MEMBACA
Napak Tilas
PoetryHanya sekumpulan puisi amatiran, dari seorang pria perindu, penyuka sunyi, perenung, penikmat senja dan kopi, serta pemurung ulung. . .