Ini memang seperti pagi yang mendung
namun tangan-tangan cahaya masih mencoba mengintip
menerobos batalion awan hitam,
yang siap mengirim ribuan peleton air
misinya satu...
menyentuh wajah malasmu
karena minggu,
tetap menginginkan dikejar
dari balik selimut...

KAMU SEDANG MEMBACA
Napak Tilas
PoetryHanya sekumpulan puisi amatiran, dari seorang pria perindu, penyuka sunyi, perenung, penikmat senja dan kopi, serta pemurung ulung. . .
Minggu Pagi yang Mendung
Ini memang seperti pagi yang mendung
namun tangan-tangan cahaya masih mencoba mengintip
menerobos batalion awan hitam,
yang siap mengirim ribuan peleton air
misinya satu...
menyentuh wajah malasmu
karena minggu,
tetap menginginkan dikejar
dari balik selimut...