Kautemui Jakarta yang senja
berjonggok pada jamban yang menggantung di atas Ciliwung
masih memakai sarung bolong
merenung dengan rokok yang basah
Menggeleng dia; Aku tak mengerti cuaca politik
Jawabmu: Sekarang memang pancaroba."jamban ini memang tempat berak tapi cuma diharga sebagai tempat berak"
kau tinggalkan dia yang marah
"Besok coba sesekali kencing di Kemang ", Hardiknnya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Napak Tilas
PoetryHanya sekumpulan puisi amatiran, dari seorang pria perindu, penyuka sunyi, perenung, penikmat senja dan kopi, serta pemurung ulung. . .